Tip Jaga Kondisi di Cuaca Panas
Cuaca
panas menimbulkan perubahan pada kondisi tubuh. Banyaknya keringat yang keluar
bisa membuat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Di antara gejalanya adalah
pusing, berkeringat, kulit yang menjadi kering dan merah, serta denyut jantung
cepat, dan napas menjadi dangkal.
Panas
juga bisa mengganggu kinerja sel dalam tubuh. Alhasil, daya tahan tubuh
melemah. Dengan demikian, tubuh rentan terkena penyakit. Terutama penyakit yang
disebabkan virus. “Misalnya, infeksi saluran cerna, infeksi saluran pernapasan,
diare, dan flu yang komplikasinya ke bronkitis,” jelas Irene.
Cuaca
panas juga membuat udara lembap. Kondisi itu mengakibatkan penyakit asma mudah
kambuh. Begitu pula alergi. Misalnya, rinitis alergi atau radang selaput hidung
dan dermatitis atau peradangan kulit. Salah satu tanda dermatitis adalah
gatal-gatal pada kulit. “Kalau sebelumnya punya riwayat itu, dermatitis akan
mudah kambuh,” kata Irene.
Orang yang
memiliki riwayat sakit paru-paru, jantung, ginjal, obesitas, hipertensi, dan
diabetes diharapkan lebih berhati-hati karena memiliki risiko yang lebih
tinggi. Selain itu, anak-anak dan lanjut usia karena daya tahan tubuhnya tidak
seoptimal orang dewasa sehat. “Baik memiliki riwayat penyakit atau tidak,
sebaiknya perhatikan kondisi kesehatan,” ujar Irene. (adn/c7/ayi)
Apa yang harus dilakukan?
·
Minimalkan aktivitas di luar ruangan. Usahakan
melakukan aktivitas di dalam ruangan yang suhu dan kelembapan udaranya tetap
stabil. Termasuk ketika berolahraga.
·
Konsumsi cairan minimal 2 liter per hari. Jika
terpaksa beraktivitas outdoor ,
tingkatkan asupan cairan. Biasanya tambah sekitar 500 cc per hari. Boleh minum
air mineral atau minuman yang mengandung elektrolit. Tinggal diselang-seling
saja sesuai kebutuhan.
·
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, jangan lupa
mengonsumsi jus buah dan vitamin.
·
Konsumsi makanan berkuah untuk menambah asupan
cairan. Kurangi makanan yang terlalu asin. Sebab, garam mengandung natrium yang
menyerap cairan dalam tubuh.
·
Jaga pakaian tetap kering supaya memperkecil
risiko dermatitis atau alergi pada kulit. Ganti pakaian kalau sudah terkena
keringat. Termasuk pakaian dalam. Taburkan bedak yang menyerap keringat supaya
kulit tetap kering.
Sumber: FOR HER Jawa Pos, 17
Oktober 2017
