Google search

Custom Search

Translate

Saturday, 30 April 2016

Endodontic

Perawatan Saluran Akar Gigi

Kembalikan Fungsi Kunyah dan Estetis

Rasa nyeri berdenyut gara-gara peradangan atau infeksi yang sudah mencapai saraf gigi bisa diatasi dengan perawatan saluran akar. Perawatan yang juga disebut endodontic itu mampu mempertahankan fungsi gigi. Seperti apa?
PERAWATAN endodontic dilakukan untuk membersihkan saluran akar atau kamar pulpa yang sudah terinfeksi. Penyebab awalnya adalah gigi berlubang yang dibiarkan hingga mencapai saraf gigi. Dokter gigi Dinda Laras menerangkan indikasi untuk perawatan saluran akar. Ada tiga macam.
Pertama, pulpitis, yakni peradangan atau infeksi pada pulpa (rongga di bawah lapisan dentin) gara-gara gigi berlubang, fraktur gigi, atau penyebab lain yang memungkinkan terjadinya infeksi oleh bakteri. Ditandai dengan sakit berdenyut yang menghebat saat malam serta spontan, tidak harus didahului kontak dengan dingin, panas, atau manis.
Kedua, nekrosisi pulpa. Yakni, peradangan pulpa sudah berlanjut sehingga mengakibatkan jaringan saraf mati. “Pada kondisi ini, pasien tidak merasakan sakit, tidak ada bengkak. Alhasil, sering kali didiamkan,” ujar Dinda saat ditemui di ruang kerjanya, Melisa Dental Care, Thamrin Residence, Jakarta, Selasa (8/12).
Berikutnya, lesi periapikal. Yaitu, infeksi sudah menyebar ke bawah akar. Keluhan sering kali hanya muncul saat menggigit sesuatu yang keras. Kemudian, muncul bengkak. Biasanya, pada saat itu penderita baru datang ke dokter gigi.
Setelah dokter memeriksa dan mengidinkasikan perlunya perawatan saluran akar, pasien akan melalui beberapa tahapan. Jumlah tahapan bervariasi, mulai satu hingga lima kali visit, bergantung tingkat kesulitan serta bagian gigi yang perlu dirawat. Gigi depan hanya memiliki satu saluran akar, gigi belakang untuk geraham kecil punya dua saluran akar, sedangkan geraham besar bisa memiliki tiga hingga empat saluran akar. Ada pula kasus saluran akar yang bengkok atau tersumbat sehingga tingkat kesulitan lebih tinggi. Biasanya, kasus-kasus yang lebih spesifik dikerjakan oleh spesialis konversi gigi.

Perawatan saluran akar paling sering dilakukan pada gigi geraham 1. Sebab, gigi tersebut merupakan gigi permanen pertama yang tumbuh dalam mulut. “Usianya paling tua dalam rongga mulut. Ceruknya juga lebih dalam disbanding geraham 2,” ujar drg Dinda.
Tahapan perawatan itu dimulai dengan preparasi atau membuka akses menuju pulpa, mempersiapkan saluran akar, serta mengisi saluran akar. Setelah perawatan saluran akar selesai, tahapan dilanjutkan dengan restorasi atau tambahan tetap untuk menutup gigi yang berlubang. “Tujuan perawatan saluran akar adalah mempertahankan gigi supaya bisa berfungsi dengan baik tanpa perlu dicabut,” tutur alumnus program  profesi FKG Universitas Indonesia tersebut.
Setelah perawatan saluran akar dilakukan, sensitivitas gigi pada bagian yang di-treatment  akan hilang, tidak lagi merasakan sensasi dingin atau panas. Tetapi, itu hanya bagian kecil. Sebab, dengan perawatan saluran akar, fungsi mengunyah dan estetis gigi kembali optimal. Begitu juga fungsi fonetis (pelengkap berbicara) gigi depan.
Tingkat keberhasilan perawatan saluran akar mencapai 96 persen. Tak ada pantangan setelah itu. Pasien bisa kembali leluasa menyantap makanan kesukaan. Kuncinya, menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut dengan teknik menyikat gigi yang benar minimal dua kali dalam sehari, yaitu pagi setelah sarapan serta malam sebelum tidur. Juga, rutin cek kesehatan gigi enam bulan sekali. (nor/c11/jan)


Bahaya Penjalaran Infeksi

                SERING kali orang baru datang ke dokter gigi ketika sudah tidak mampu menahan rasa sakit yang menyiksa. Padahal, masalah gigi dan rongga mulut, sekecil apa pun, tidak boleh diabaikan. Jangan sampai terlambat diatasi.
Bila tidak dirawat, gigi tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Tapi, kerugiannya bukan hanya itu. Bahaya yang lebih besar adalah penjalaran infeksi. Gigi merupakan jaringan keras. Di sekitar gigi terdapat tulang (yang masih jaringan keras). Kemudian, ada jaringan lunak (gusi). Infeksi yang awalnya hanya terjadi pada gigi jika merambat ke gusi bisa mengakibatkan gusi membengkak. “Bila dibiarkan lagi, infeksi bisa meluas ke rongga-rongga di sekitarnya. Kondisi ekstremnya bahkan, sampai mengganggu organ pernapasan. Si pasien sampai tidak bisa bernapas hingga berisiko kematian,” papar drg Dinda Laras.
Perawatan saluran akar bisa dilakukan pada gigi sulung maupun permanen. Jadi, perawatan itu juga bisa diterapkan terhadap pasien anak. Apalagi, pada anak, penjalaran infeksi lebih cepat jika dibandingkan dengan orang dewasa.
Namun, ada beberapa kondisi harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah treatment-nya merupakan perawatan saluran akar atau gigi dicabut. Mengingat, gigi anak masih merupakan gigi sulung dan akan berganti menjadi gigi permanen. Yaitu, apakah gigi goyang atau masih kukuh. Bila sudah sangat goyang, tidak dilakukan perawatan saluran akar.
Kedua, dilihat akarnya apakah masih panjang atau pendek. Ketiga, apakah benih gigi permanen sudah akan tumbuh. “Kalau akarnya sudah dekat, gigi dicabut. Kalau masih jauh, bisa dilakukakan perawatan saluran akar,” tutur Dinda yang pernah merawat saluran akar pada anak berusia 6 tahun itu. (nor/c22/jan)
Sumber: Jawa Pos, 11 Desember 2015
gambar: https://pixabay.com/id/orthodontist-dokter-gigi-kawat-gigi-287285/


Thursday, 28 April 2016

Sodium

Garam Berlebih Tunda Pubertas


KONSUMSI garam berlebih bisa berakibat buruk pada tumbuh kembang si kecil. Berdasar penelitian Dori Pitynski, peneliti spesialis endokrin University of Wyoming, asupan sodium berlebih bahkan bisa menunda masa puber. Kasus anak pendek (stunting) rawan terjadi akibat kelebihan garam.
Dalam studi yang dipresentasikan pada European Congress of Endocrinology di Dublin tersebut, asupan garam amat memengaruhi masa puber anak. Pada uji coba Pitynski, tikus yang mendapat suplai garam 3-4 kali lebih besar dari yang dianjurkan mengalami perlambatan pertumbuhan. Uniknya, kelompok tikus yang sama sekali tidak mendapat asupan garam mengalami hal serupa.
Konsumsi garam diperlukan tubuh dalam jumlah cukup. Sebab, asupan garam memengaruhi dimulainya masa puber. “Terlambat puber berakibat pada masalah kebiasaan, stres, bahkan kesuburan yang terganggu,” ucap Pitynski. Masalah tersebut akan semakin parah jika si kecil punya kebiasaan mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.
Berdasar survei terbaru WHO, penduduk dunia mengonsumsi garam di atas angka yang dibutuhkan tubuh. Jumlah tersebut juga lebih banyak daripada jumlah harian yang dianjurkan, yakni sekitar 5 gram/hari untuk dewasa.
Sodium secara alami dapat ditemui dalam beragam jenis makanan. Termasuk susu, krim, dan telur. “Produk olahan seperti roti hingga olahan daging seperti sosis dan bacon mengandung sodium lebih tinggi,” ungkap Pitynski. Selain itu, tambahan makanan seperti saus dan kaldu instan memiliki kandungan sodium tinggi. Karena itu, dia menyarankan pembatasan konsumsi makanan olahan. (Science Daily/fam/c6/dos)

Sumber: Jawa Pos, 19 Mei 2015

Wednesday, 27 April 2016

Hypomelanosis

Ingin Tahu Hypomelanosis

Bersama: dr Marina Haroen SpKK – Aesthetic and Laser Clinic RSAL dr Ramelan Surabaya
                Dok, beberapa hari yang lalu ibu saya divonis hypomelanosis. Sebenarnya apa itu, Dok? Dan bagaimana menyembuhkannya? Terima kasih.
Nn S di Surabaya
                HYPOMELANOSIS atau biasa disebut dengan hypomelanosis of ito merupakan sekumpulan gejala yang timbul akibat akibat kelainan kromosom. Sekumpulan gejala yang disebut sindrom itu meliputi timbulnya warna putih pada kulit tubuh yang mengikuti garis natural tubuh, kelainan pada otot rangka, susunan saraf, dan gigi geligi.
                Kelainan tersebut mulai  tampak pada saat bayi karena merupakan kelainan bawaan yang terkait gen. Karena adanya kelainan pada susunan saraf pusat, terdapat manifestasi di susunan saraf pusat (otak) berupa kejang. Penyakit tersebut tidak mengancam jiwa. Hypomelanosis sangat jarang terjadi.  Perempuan lebih banyak terserang daripada pria.
Kelainan awal penyakit tersebut akan tampak sejak kecil, bahkan bayi. Oleh sebab itu, saya ragu akan pertanyaan Anda, apakah memang hypomelanosis atau hypopigmentasi.
Hypopigmentasi  merupakan kelainan berupa bercak yang lebih muda daripada warna kulit. Bisa disebabkan bekas luka atau radang (hypopigmentasi pasca radang).
Ada juga vitiligo yang merupakan suatu penyakit autoimun. Atau leukoderma, yaitu warna atau bercak putih karena sengatan matahari dan lain-lain.
Untuk mengatasi hypopigmentasi, obat luar cukup banyak membantu. Itu berbeda pada vitiligo yang perawatannya memakan waktu lebih lama dan perlu dibantu dengan terapi sinar ultraviolet.

Sumber: Jawa Poos, 19 Mei 2015

Monday, 25 April 2016

easy sleep deprivation hungry

Kurang Tidur Gampang Lapar

                PERNAH bangun tidur dengan rasa ekstralapar? Bahkan, setelah sarapan. Anda masih merasa ingin makan dan makan lagi? Hal itu ternyata wajar bagi seseorang yang kurang tidur.
                Menurut jurnal obesitas, kurang tidur mengakibatkan rasa lelah yang memicu rasa lapar. Selain itu, rasa lelah karena kurang tidur membuat seseorang bermasalah dengan berat badan dan stres. Dampaknya adalah gangguan keseimbangan leptin atau hormon yang bertugas mengatur rasa lapar. Seseorang yang tidur hanya lima jam per hari cenderung gemuk bila dibandingkan dengan mereka yang tidur delapan jam setiap hari.
                Ahli gizi Rhiannon Lambert menuturkan, rasa lelah lantaran kurang tidur bisa menambah nafsu terhadap makanan yang mengandung lebih banyak gula dan karbohidrat. “Karena butuh energi secepatnya,” ujar ahli gizi dari Rhitrition.com tersebut.
Selain itu, makan karbohidrat pada malam hari mendorong nafsu makan meningkat. Sebab, karbohidrat mengandung banyak glukosa yang membuat ketagihan. Karena itu, ketika bangun pada pagi hari, Anda ingin segara makan.


Untuk menghindari bangun dengan rasa ekstralapar, para ahli menganjurkan makan makanan yang kandungannya lebih kompleks sebelum tidur. Misalnya, roti gandum atau beras merah.
Hal lain yang membangkitkan nafsu makan adalah mengonsumsi alkohol. Berdasar penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal, alkohol dapat menurunkan kadar hormon leptin sehingga seseorang bisa lebih cepat lapar. (dailymail/ina/c14/jan)
Sumber: Jawa pos, 9 Oktober 2015



Tuesday, 12 April 2016

healthy eating since his youth

Makan Sehat sejak Muda

STUDI terbaru Minneapolis Heart Institute, Minnesota, pada akhir Oktober 2015 menyatakan, orang-orang yang terbiasa mengonsumsi buah dan sayur sejak usia remaja-dewasa muda memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah pada saat masa tua.
Investasi pada masa muda itu mampu mengurangi pengurangan plak dan pengapuran pada arteri. Penelitian tersebut dilakukan pada 2.506 responden lintas gender dan ras dengan usia 18-30 tahun pada 1985. “Hasilnya, mereka yang terbiasa mengonsumsi buah dan sayur secara rutin mengalami penurunan risiko hingga 26 persen pada 20 tahun ke depan,” papar Dr Michael D. Miedema, ketua tim penelitian, sebagaimana dikutip dari Foxnews.
Departemen Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi empat porsi sayur (setara 150 gram) dan tiga porsi buah (setara 105 gram) per hari. Meski demikian, hal itu juga harus diimbangi dengan konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang plus memperbaiki gaya hidup.
Miedema mengungkapkan, konsumsi buah dan sayur tersebut merupakan usaha prevensi. “Jadi, dia tidak bakal berpengaruh banyak pada orang-orang dengan penyumbatan arteri,” tegas Miedema. Dengan demikian, dia mendorong konsumsi makanan sehat sejak usia muda. (fam/c22/ayi)

Sumber Jawa Pos, 8 Oktober 2015

Monday, 11 April 2016

Premenstrual syndrome

PMS Tingkatkan Risiko Hipertensi

           KELUHAN pusing, lelah, dan gejala premenstrual syndrome (PMS) lainnya kerap dianggap biasa oleh kaum hawa. Meski demikian, penelitian terbaru yang diterbitkan American Journal of Epidemiology  menunjukkan, gangguan tersebut amat berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi.
Riset oleh ahli epidemiologi University of Massachuserrs tersebut mengungkapkan, perempuan yang mengalami PMS memiliki risiko hingga 40 persen menderita hipertensi pada 20 tahun mendatang jika dibandingkan dengan mereka yang jarang mengalami keluhan selama haid. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stoke.
Kepala tim penelitian Elizabeth Bertone Jhonson menjelaskan, riset melibatkan 3.750 perempuan berusia antara 25 dan 42 tahun dan dilaksanakan pada 1991-2015. Selama penelitian, para responden diminta untuk melaporkan tekanan darh mereka setiap tahun.
Meski demikian, Bertone-Jhonson menyatakan, ketertarikan antara PMS dan tekanan darah tinggi masih perlu dibahas lebih dalam. Dia menyarankan konsumsi thiamin dan riboflavin sebelum dan selama menstruasi. “Dua turunan vitamin B tersebut mampu mengurangi nyeri PMS dan risiko hipertensi,” katanya. (Huffington Post/fam/c6/jan)

Sumber: Jawa Pos, 4 Desember 2015

Saturday, 9 April 2016

RUN

Anne Bagikan Semangat Lewat Lari

               
         KETIKA didiagnosis menderita penyakit kanker, aktivitas tidak lantas harus berhenti. Misalnya, yang dialami Anne Boyle yang kini menjadi survivor kanker payudara. Kali pertama terdiagnosis kanker payudara stadium 2 pada Mei 2014, Anne tidak meninggalkan hobi berlari.
 Dia malah aktif terlibat dalam event pengumpulan dana lewat lari Great Scottish Run di Skotlandia. Selama masa pengobatan, Anne juga ikut berbagai event lari 5K hingga 10K. menjalani hobi sebagai pelari dalam kondisi sakit memberikan pengalaman tersendiri.


Anne memberikan beberapa tip bagi pelari yang punya riwayat pengobatan kanker. “Pertama, jangan memforsir diri sendiri. Bila merasa lelah di tengah berlari, saya sering jalan,” ujar perempuan asal Skotlandia tersebut.
Kedua, sedapat-dapatnya jangan lari sendiri. Lari bersama teman-teman akan lebih menyenangkan. Mengikuti event lari adalah solusi terbaik. Ketiga, tidak ada salahnya mempunyai aplikasi lari dalam handphone. “Aplikasi itu akan mencatat kemampuan berlari Anda. Jadi, Anda bisa mengevaluasi kemampuan selama sakit,” paparnya.
Yang tidak kalah penting, kata dia, kita bisa mendengarkan musik selama lari. Mendengarkan musik dapat membuat ketahanan tubuh saat lari lebih lama. Sebaiknya, jika bisa, yang paling bagus adalah lari pada pagi hari. Udara pagi mampu membikin mood tetap terjaga.
Saat ikut event lari, kadang Anne embawa suporter sendiri. Ketika mencapai garis finis, suporter  bakal memberikan sensasi berbeda saat meneriaki kita. (breastcancercare.org/ina/c14/jan)
Sumber: Jawa pos, 9 Oktober 2015


Friday, 8 April 2016

Bartholinistis

Mengenal Gangguan Kelenjar Bartholin

Saluran Tersumbat Munculkan Kista

Menjaga kebersihan daerah intim merupakan keharusan. Banyak penyakit yang rentan timbul pada area tersebut. Salah satunya, gangguan pada kelenjar bartholin. Munculnya peradangan bisa mengakibatkan ketidaknyamanan. Bila tidak segera ditangani, risiko operasi menanti.

             

                DAERAH intim perempuan merupakan organ yang kompleks. Selain letaknya tersembunyi, organ itu terdiri atas susunan syaraf yang banyak dan rumit. Di antaranya, ada kelenjar bartholin. Kelenjar tersebut terletak di lipatan kulit antara vagina dan uretra. “Jumlahnya satu pasang, di kiri dan kanan. Dalam satu kelenjar, ada banyak duct atau saluran-saluran kecil,” ungkap dr Gatut Hardiyanto SpOG(K).
                Dokter Klinik Urogyn RS Husada Utama Surabaya itu menjelaskan, kelenjar bartholin berfungsi mempertahankan suasana vagina agar tetap lembap. “Cairan yang diproduksi punya fungsi imun dan membantu saatberhubungan intim,” kata Gatut.
                Berada di “pintu depan”, ia pun rentan infeksi. Infeksi pada kelenjar bartholin bisa menjangkiti siapa saja, baik perempuan yang sudah maupun belum menikah. Menurut spesilais ob-gyn dengan subspesialis rekonstruksi dasar panggul itu, ada dua faktor pendorong munculnya radang  tersebut. Yakni, perawatan daerah intim yang kurang baik atau hubungan intim yang kurang higienis.
“Infeksi mendorong peradangan kelenjar bartholin. Cirri-cirinya hampir mirip dangan gejala inflamasi lainnya,” papar Gatut. Radang kelenjar bartholin atau bartholinitis ditandai dengan munculnya bengkak kemereham di sisi kanan, kiri, atau kedua bibir luar vagina. Selain bengkak, penderita bartholinitis biasanya mengeluhkan panas dan nyeri.
Bengkak tersebut disebabkan tersumbatnya duct dalam kelenjar bartholin. Ukuran duct beragam. Mulai berdiameter millimeter hingga sebesar kelereng. “Kalau nggak ada infeksi, Cuma cairan saja, itu kista. Tapi kalau terinfeksi bakteri tertentu, ia jadi abses,” lanjut Gatut.
D.A.Marzano dan H.K. Haefner dalam jurnalnya, The Bartholin Gland Cysts; Past, Present, and Future, mengungkapkan, ada dua solusi untuk mengatasi pembengkakan pada kelenjar bartholin. Pertama, operasi sederhana. “Dokter akan membuat lubang baru agar kelenjar berfungsi normal lagi,” papar mereka. Cara kedua, lewat operasi invasif.
“Setelah analisis, kelenjar yang mengalami pembengkakan akan diangkat,” lanjut ahli ob-gyn yang melakukan penelitian tersebut pada 2014 itu. Usai tindakan, kelenjar Bartholin bakal berfungsi kembali seperti normal. Sayangnya, tidak banyak orang yang memilih jalur medis.

Mereka memilih membiarkan radang tersebut. Gatut menegaskan, pilihan itu tergolong berisiko tinggi. Ukuran kista akan makin membesar dan mengganggu. “Memang nggak bahaya dan mengancam nyawa. Namun, ia bisa mengganggu saat beraktivitas dan melakukan hubungan intim,” jelas alumnus Universitas Airlangga tersebut.
Kista yang dibiarkan tanpa penanganan bakal makin membesar. Penderita bakal mengalami nyeri saat berjalan atau beraktivitas. Penyebabnya, benjolan itu mengalami gesekan dengan kulit atau bahan kain. Benjolan pun rawan lecet sehingga muncul rasa nyeri.
Meski demikian, kista bartholin berbeda dengan kanker. Secara medis, kista atau cysts merupakan kumpulan cairan. Karena itu, menurut Marzano, ia berisiko kecil menyebar hingga ke organ lain. Berbeda dengan kista yang hanya berisi cairan, peradangan yang disertai infeksi bakteri lantaran tersumbatnya duct itu bisa menimbulkan abses bartholin. Isinya bukan lagi cairan, melainkan nanah.
Dirunut dari penyebabnya, peradangan bartholin bukan merupakan penyakit menular seksual (PMS). “Kecuali bila pasien bartholinitis melakukan hubungan dengan pengidap PMS. Pasien sangat mungkin terdampak PMS,” ungkap Marzano.
Secara medis, penyakit tersebut juga bukan penyakit keturunan. Meski demikian, peneliti dari Departemen Obstetri dan Ginekologi University of Michigan itu menuliskan, peradangan pada bagian tersebut butuh penanganan agar tidak mengganggu kenyamanan. (fam/c23/ayi)
Sumber : Jawa Pos, 6 Nopember 2015

                

Thursday, 7 April 2016

Green Apple

Apel Hijau buat Kosmetik dan Antikolesterol

          SURABAYA- Pemanfaatan buah apel masih sebatas konsumsi untuk makanan maupun minuman. Padahal, buah tersebut memiliki banyak khasiat. Tiga mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memanfaatkan apel hijau lokal untuk dijadikan beberapa produk herbal seperti masker, krim pelembap, dan obat penurun kadar kolesterol.
        Florentina Yola misalnya, Mahasiswi jurusan farmasi tersebut menjadikan apel sebagai pelembap alami dalam bentuk krim. Buah dengan cita rasa asam manis itu dia olah menjadi produk kosmetik berbahan alami. “Apel hijau lokal ini mengandung banyak flavonoid. Yakni, dapat mencegah penuaan dini dan melembapkan kulit,” papar Yola.


Apel Hijau buat Kosmetik dan Antikolesterol SURABAYA- Pemanfaatan buah apel masih sebatas konsumsi untuk makanan maupun minuman. Padahal, buah tersebut memiliki banyak khasiat. Tiga mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memanfaatkan apel hijau lokal untuk dijadikan beberapa produk herbal seperti masker, krim pelembap, dan obat penurun kadar kolesterol. Florentina Yola misalnya, Mahasiswi jurusan farmasi tersebut menjadikan apel sebagai pelembap alami dalam bentuk krim. Buah dengan cita rasa asam manis itu dia olah menjadi produk kosmetik berbahan alami. “Apel hijau lokal ini mengandung banyak flavonoid. Yakni, dapat mencegah penuaan dini dan melembapkan kulit,” papar Yola.
Cara pembuatannya, apel utuh tersebut dihancurkan hingga halus. Lantas, air apel yang telah diekstrak dikentalkan dalam suhu tertentu. “Setidaknya dalam panas kurang dari 50 derajat Celcius,” paparnya. 
Semua bahan sintetis, termasuk ekstrak apel, dicampur dan diaduk hingga berbentuk krim. “Krim yang sudah jadi ini lantas diaplikasikan langsung ke kulit,” kata Yola.

Sumber : Jawa Pos, 6 April 2016

Wednesday, 6 April 2016

encouragement of women to check heart

Anjuran Perempuan untuk Cek Jantung

PEREMPUAN kurang menyadari gejala penyakit jantung karena mereka lebih peduli cek payudara. Hal tersebut membuat para perempuan kurang memperhatikan kadar kolesterol dan tekanan darah.
Berdasar hasil riset dari Paris Cardiovascular Research Centre, perepuan lebih sering meninggal dibandingkan dengan laki-laki setelah melakukan pengobatan serangan jantung. Perempuan juga cenderung tidak banyak melakukan angioplasti. Yaitu, tindakan untuk membuka pembuluh darah arteri koroner guna meningkatkan aliran darah ke jantung.


Professor Carlo Di Mario, pemimpin divisi penyakit jantung koroner di Royal Brompton dan Harefield NHS Trust di London, menambahkan, ketika perempuan mendapat serangan jantung, mereka berisiko terkena diabetes. Keduanya sangat berbahaya jika dibiarkan. “Bila sudah pernah terkena serangan jantung dan diabetes, risiko kematian bisa lebih tinggi,” ungkapnya.
Karena itu, Di Mario menegaskan, kurangnya kesadaran perempuan terhadap penyakit tersebut perlu ditindaklanjuti. “Seorang perempuan sehat sering memeriksa payudara saat mandi, tapi belum tentu berpikir untuk memeriksa kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi secara rutin,” katanya. Padahal, perempuan juga bisa terkena serangan jantung. (Dailymail/ina/c15/jan)

Sumber: Jawa Pos, 1 September 2015

Monday, 4 April 2016

Asma pada Anak

Kenali Faktor Risiko Pemicu Asma Pada Anak dan Gejalanya

Hindarkan  dari Asap Rokok dan Polusi



Asma bisa juga diderita bayi. Jika ditemukan sejak dini, penyakit tersebut lebih mudah dikendalikan. Hal terpenting adalah pengetahuan orang tua untuk mengenali faktor risiko penyebab timbulnya asma. Termasuk cara mengenali tanda-tandanya.

GANGGUAN inflamasi kronis pada saluran pernapasan atau lebih dikenal dengan penyakit asma sampai sekarang belum diketahui penyebab dasarnya. Penyakit tersebut membuat penderitanya sulit bernapas karena punya saluran pernapasan yang tidak normal, lebih kecil dibandingkan dengan umumnya.
Dokter spesialis anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr FX Marseno SpA menyatakan, asma tidak bisa sepenuhnya sembuh 100 persen. “Oleh karena itu, kita hanya dapat menanggulangi dan mencegahnya sejak dini,” ujarnya.
Menurut dr Marseno, sebagian anak yang mengidap asma dipicu faktor genetik. Bisa saja bakat asma anak didapat dari salah satu orang tua atau keduanya. “Meskipun kedua orang tuanya negatif tehadap asma,si kecil tetap berpotensi asma sekitar 20 persen,” tuturnya. Anak yang lahir prematur pun ditengarai akan asma.
Selain faktor genetik, faktor risiko berikutnya yang menyebabkan asma adalah alergi makanan atau minuman tertentu. Antara lain, susu sapi, telor, kacang, atau cokelat. Alergi itu biasanya dialami bayi hingga anak usia tiga tahun.
Sementara itu, anak di atas tiga hingga 12 tahun bisa menderita asma karena buruknya kualitas udara yang dihirup melalui saluran pernapasan. Penyebabnya bisa jadi polusi dan asap rokok dan polusi saat bayi dalam kandungan dan di lingkungan tempat si kecil tumbuh merupakan faktor risiko penyebab asma dan mengakibatkan asma semakin parah. “Balita lebih rentan terinfeksi virus dan polusi di dalam dan di luar rumah,” jelas dr Marseno.
Ada bebrapa tanda yang bisa diketahui untuk mengidentifikasi anak menderita asma. Misalnya, batuk setiap malam atau menjelang pagi, sulit bernapas, mengi atau muncul bunyi saat bernapas, sesak napas, dan dada terasa tertekan. Saat anak beraktivitas tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk juga merupakan salah satu tandanya. Termasuk adanya retraksi atau dada bergerak naik turun saat bernapas serta tarikan napas yang pendek dan cepat.
Pediatrician itu menyebutkan, sebelum memberikan obat, perlu melakukan identifikasi medis lebih dulu pada si kecil. Sebab, penanganan asma pada bayi dan anak-anak tidak selalu sama. Semua bergantung kondisi masing-masing. “Perlu dilihat dulu bakatnya termasuk ringan, sedang, atau berat. Kemudian, diklasifikasikan lagi, termasuk asma berat atau tidak. Baru diberikan obat yang tepat,” paparnya.
Penangan tidak terhenti pada pemberian obat saja. Langakh selanjutnya adalah mencari faktor pencetus. Jika faktor tersebut ditemukan, orang tua selanjutnya mendapatkan edukasi agar anak dijauhkan dari faktor pencetus  asma. “Edukasi diberikan secara terus-menerus kepada orang tua. Karena itu, orang tua dan orang di sekeliling anak dapat mencegah faktor pencetus itu,” ungkap dr Marseno.


Proses monitoring penyakit pun harus terus dilakukan. Dr Marseno menegaskan, monitoring merupakan proses panjang yang harus dilalui pasien asma. Sebab, sejak anak tersebut baru lahir hingga dewasa akan terus membawa penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Jika pemicu asma berasal dari alergi, langkah pengendalian sedini-dininya membuat pasien asma lebih mudah menjalani masa dewasa. Nantinya, alergi yang dirasakan sejak kecil berubah menjadi flu. Bukan flu karena virus, melainkan akibat alregi yang dipicu faktor pencetus asma. “Mengontrol bakat alergi bisa dilakukan dengan obat pengendali radang,” ungkapnya. (nuq/c15/aan)

Sumber: Jawa Pos, 15 Desember 2015l

Saturday, 2 April 2016

overcome asthma in children

Atasi Asma pada Anak

Kontrol agar Tidak Kambuh



Asma tergolong penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Yang dapat dilakukan adalah mengontrolnya agar buah hati tidak sering terserang.
ASMA merupakan gangguan pernapasan karena inflamasi atau pembengkakan pada saluran napas. Pembengkakan itu disertai dengan produksi lendir yang berlebihan sehingga saluran pernapasan menyempit. Akhirnya, proses pernapasan terganggu. “Yang paling sering terdengar adalah bunyi mengi saat anak bernapas,” ujar dr Zahrah Hikmah SpA, spesialis anak dari RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Penyebab asma umumnya adalah alergi. Jika seorang anak memiliki riwayat keluarga yang terkena alergi, peluang terkena asma bisa jadi makin besar. Karena allergen atau pemicu alergi bisa terdapat di mana-mana, asma dapat terjadi sewaktu-waktu. Ada beberapa hal yang dikenal sebagai allergen asma, yakni makanan, bulu hewan, atau tungau debu rumah.
Menurut dr Retno Asih Setyoningrum SpA (K), konsultan penyakit anak RSUD dr Soetomo, jenis allergen lain pun ada. Misalnya, asap rokok atau asap kendaraan. Beberapa hal selain allergen yang bisa memicu asma adalah aktivitas fisik yang berat ataupun perubahan cuaca.
Gejala awal asma pada anak-anak umumnya ditandai dengan batuk berdahak sebagai akibat peningkatan produksi lendir. Setelah beberapa lama, lendir kian mempersempit diameter saluran napas yang sudah membengkak.


Dalam menangani, orang tua harus tahu dua aspek asma. Yakni, aspek akut dan kronis. Aspek akut berkaitan dengan intensitas atau tingkat keparahan asma yang diderita anak. Aspek kronis adalah seberapa sering si anak menderita asma.
Aspek akut asma dikaitkan dengan intensitas serangan asma. Pada level yang parah, anak akan mengalami sesak hebat disertai batuk berdahak dengan intensitas berat. Suara mengi pun tergolong parah. Jika sudah demikian, orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter.
Aspek kronis atau keseringan mengidap asma dibagi menjadi tiga: jarang, seing, dan persisten. Pada status jarang, asma hanya menyerang beberapa bulan atau tahun sekali. Lalu, status sering ditandai dengan menderita asma yang frekuensinya lebih intens. Misalnya, sebulan sekali. “Yang persisten hampir setiap saat terkena asma,” jelas Retno.
Sejatinya asma tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol dengan dua jenis pengobatan. Yaitu, reliever (saat si anak terkena penyakit) atau controller (setiap saat, bahkan saat sehat). Bagi yang mengalami asma pada tahap sering atau persisten, obat controller menjadi  hal yang dianjurkan. “Efek pengobatan dilihat dalam jangka waktu 12 minggu. Kalau kondisinya sudah membaik, dosis obat akan diturunkan,” tutur Retno (len/c14/ayi)

Sumber: Jawa Pos, 15 Desember 2015

Friday, 1 April 2016

Bleeding Stroke 2



Penyembuhan Lebih Lama

                SELAIN serangannya yang tidak terduga, penyembuhan stroke perdarahan itu lama. Spesialis kedokteran fisik rehabilitasi RS Mitra Keluarga dr Meisy Andriana SpKFR(K) menjelaskan bahwa pendarahan dalam otak mengakibatkan sel-sel saraf mengalami kerusakan atau kematian. “Apalagi, bagi pasien yang usianya sudah lanjut, penyembuhannya akan lebih lama,” ujar dokter yang juga berpraktik di RSUD dr Soetomo tersebut.


Pemulihan pascastroke pendarahan bergantung pada beberapa hal. Misalnya, usia pasien, letak dan lokasi pendarahan, cepat dan tepatnya penanganan di rumah sakit, efektivitas fisioterapi pascastroke, hingga motivasi penderita dan dukungan keluarga.
Meisy menyebutkan, program terapi untuk kasus stroke pendarahan dibagi menjadi tiga. Pertama adalah fase akut atau fase setelah operasi. Biasanya dua minggu setelah pendarahan terserap. Kondisi pasien juga mulai stabil. Program rehabilitasinya cukup simple. Utamanya, dengan bantuan dokter rehabilitasi medic atau fisioterapi, pasien menjalani latihan di tempat tidur. Misalnya, mencoba mulai menggerakkan anggota tubuh. “Gerakan-gerakan yang menstimulasi sensoris pada sisi yang lumpuh,” kata Meisy.
Bila pasien masih menggunakan alat bantu pernapasan, gerakan diarahkan untuk melatih obat pernapasan aktif dan pasif. Program kedua masuk dalam fase subakut. Dalam fase itu, pasien dianggap telah melewati masa kritis. Pendarahan dalam otak benar-benar terserap. Jadi, pasien sudah bisa melakukan mobilisasi.
Pasien akan diarahkan untuk melatih keseimbangan. Muali duduk, berdiri, hingga berjalan. Terakhir adalah fase kronil atau penyembuhan. Program terapinya bergantung kebutuhan pasien.
Dari semua efek samping stroke pendarahan, yang paling sering terjadi adalah gangguan bicara. “Karena pendarahannya menyerang bagian otak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan motorik bicara,” paparnya. Namun, jika disiplin minum obat, mengikuti terapi, pasien pasti bisa sembuh seperti sedia kala. (ina/c14/jan)
Sumber: Jawa pos, 9 Oktober 2015

Penyebab Stroke Pendarahan

·         Usia. Semakin tua, elastisitas pembuluh darah semakin berkurang. Risiko stroke pendarahan pun meningkat.
·         Hipertensi. sebesar 80 persen penderita mempunyai riwayat hipertensi.
·         Mempunyai penyakit kelainan pembuluh darah seperti aneurisma atau AVM (arteriovenous malformation).
·         Sering mengonsumsi obat pengencer darah.

Gejala Stroke Pendarahan

·         Perubahan tingkat kesadaran (mengantuk, letih, apatis, koma).
·         Sulit berbicara atau memahami orang lain.
·         Sulit menelan.
·         Sulit menulis atau membaca.
·         Sakit kepala ketika berbaring, bangun dari tidur, membungkuk, batuk, atau kadang terjadi secara tiba-tiba.
·         Kehilangan koordinasi.
·         Kehilangan keseimbangan.
·         Perubahan gerakan, biasanya pada satu sisi tubuh.
·         Mual atau muntah.

·         Kejang.