Perawatan Saluran Akar Gigi
Kembalikan Fungsi Kunyah dan Estetis
Rasa nyeri
berdenyut gara-gara peradangan atau infeksi yang sudah mencapai saraf gigi bisa
diatasi dengan perawatan saluran akar. Perawatan yang juga disebut endodontic itu mampu mempertahankan
fungsi gigi. Seperti apa?
PERAWATAN endodontic dilakukan untuk membersihkan saluran akar atau kamar
pulpa yang sudah terinfeksi. Penyebab awalnya adalah gigi berlubang yang
dibiarkan hingga mencapai saraf gigi. Dokter gigi Dinda Laras menerangkan
indikasi untuk perawatan saluran akar. Ada tiga macam.
Pertama, pulpitis, yakni peradangan atau infeksi
pada pulpa (rongga di bawah lapisan dentin) gara-gara gigi berlubang, fraktur
gigi, atau penyebab lain yang memungkinkan terjadinya infeksi oleh bakteri.
Ditandai dengan sakit berdenyut yang menghebat saat malam serta spontan, tidak
harus didahului kontak dengan dingin, panas, atau manis.
Kedua,
nekrosisi pulpa. Yakni, peradangan pulpa sudah berlanjut sehingga mengakibatkan
jaringan saraf mati. “Pada kondisi ini, pasien tidak merasakan sakit, tidak ada
bengkak. Alhasil, sering kali didiamkan,” ujar Dinda saat ditemui di ruang
kerjanya, Melisa Dental Care, Thamrin Residence, Jakarta, Selasa (8/12).
Berikutnya, lesi
periapikal. Yaitu, infeksi sudah menyebar ke bawah akar. Keluhan sering kali
hanya muncul saat menggigit sesuatu yang keras. Kemudian, muncul bengkak.
Biasanya, pada saat itu penderita baru datang ke dokter gigi.
Setelah
dokter memeriksa dan mengidinkasikan perlunya perawatan saluran akar, pasien
akan melalui beberapa tahapan. Jumlah tahapan bervariasi, mulai satu hingga
lima kali visit, bergantung tingkat
kesulitan serta bagian gigi yang perlu dirawat. Gigi depan hanya memiliki satu
saluran akar, gigi belakang untuk geraham kecil punya dua saluran akar,
sedangkan geraham besar bisa memiliki tiga hingga empat saluran akar. Ada pula
kasus saluran akar yang bengkok atau tersumbat sehingga tingkat kesulitan lebih
tinggi. Biasanya, kasus-kasus yang lebih spesifik dikerjakan oleh spesialis
konversi gigi.
Perawatan
saluran akar paling sering dilakukan pada gigi geraham 1. Sebab, gigi tersebut
merupakan gigi permanen pertama yang tumbuh dalam mulut. “Usianya paling tua
dalam rongga mulut. Ceruknya juga lebih dalam disbanding geraham 2,” ujar drg
Dinda.
Tahapan
perawatan itu dimulai dengan preparasi atau membuka akses menuju pulpa,
mempersiapkan saluran akar, serta mengisi saluran akar. Setelah perawatan
saluran akar selesai, tahapan dilanjutkan dengan restorasi atau tambahan tetap
untuk menutup gigi yang berlubang. “Tujuan perawatan saluran akar adalah
mempertahankan gigi supaya bisa berfungsi dengan baik tanpa perlu dicabut,”
tutur alumnus program profesi FKG
Universitas Indonesia tersebut.
Setelah
perawatan saluran akar dilakukan, sensitivitas gigi pada bagian yang di-treatment akan hilang, tidak lagi merasakan sensasi
dingin atau panas. Tetapi, itu hanya bagian kecil. Sebab, dengan perawatan
saluran akar, fungsi mengunyah dan estetis gigi kembali optimal. Begitu juga
fungsi fonetis (pelengkap berbicara) gigi depan.
Tingkat
keberhasilan perawatan saluran akar mencapai 96 persen. Tak ada pantangan
setelah itu. Pasien bisa kembali leluasa menyantap makanan kesukaan. Kuncinya,
menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut dengan teknik menyikat gigi yang benar
minimal dua kali dalam sehari, yaitu pagi setelah sarapan serta malam sebelum
tidur. Juga, rutin cek kesehatan gigi enam bulan sekali. (nor/c11/jan)
Bahaya Penjalaran Infeksi
SERING kali orang baru datang ke dokter gigi ketika sudah tidak
mampu menahan rasa sakit yang menyiksa. Padahal, masalah gigi dan rongga mulut,
sekecil apa pun, tidak boleh diabaikan. Jangan sampai terlambat diatasi.
Bila tidak
dirawat, gigi tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Tapi, kerugiannya
bukan hanya itu. Bahaya yang lebih besar adalah penjalaran infeksi. Gigi
merupakan jaringan keras. Di sekitar gigi terdapat tulang (yang masih jaringan
keras). Kemudian, ada jaringan lunak (gusi). Infeksi yang awalnya hanya terjadi
pada gigi jika merambat ke gusi bisa mengakibatkan gusi membengkak. “Bila
dibiarkan lagi, infeksi bisa meluas ke rongga-rongga di sekitarnya. Kondisi
ekstremnya bahkan, sampai mengganggu organ pernapasan. Si pasien sampai tidak
bisa bernapas hingga berisiko kematian,” papar drg Dinda Laras.
Perawatan
saluran akar bisa dilakukan pada gigi sulung maupun permanen. Jadi, perawatan
itu juga bisa diterapkan terhadap pasien anak. Apalagi, pada anak, penjalaran
infeksi lebih cepat jika dibandingkan dengan orang dewasa.
Namun, ada
beberapa kondisi harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah treatment-nya merupakan perawatan
saluran akar atau gigi dicabut. Mengingat, gigi anak masih merupakan gigi
sulung dan akan berganti menjadi gigi permanen. Yaitu, apakah gigi goyang atau
masih kukuh. Bila sudah sangat goyang, tidak dilakukan perawatan saluran akar.
Kedua,
dilihat akarnya apakah masih panjang atau pendek. Ketiga, apakah benih gigi
permanen sudah akan tumbuh. “Kalau akarnya sudah dekat, gigi dicabut. Kalau
masih jauh, bisa dilakukakan perawatan saluran akar,” tutur Dinda yang pernah
merawat saluran akar pada anak berusia 6 tahun itu. (nor/c22/jan)
Sumber:
Jawa Pos, 11
Desember 2015
gambar: https://pixabay.com/id/orthodontist-dokter-gigi-kawat-gigi-287285/

No comments:
Post a Comment