Google search

Custom Search

Translate

Monday, 27 June 2016

Psikologi Anak 2

Anak Yatim - Piatu Psikologis
Oleh: Muhammad Amrullah
( Kepala MIN Jeli, Karangrejo, Tulungagung)

Zaman sekarang bisa disebut zaman materialisme dan feminisme. Sebab pada zaman kini materi telah menguasai jiwa setiap manusia, sehingga semua orang merasa hidupnya tidak sukses apabila tidak menguasai dan memiliki harta benda yang banyak.
                OLEH karenanya, setiap orang rela melakukan apa saja demi meraih harta benda yang banyak. Membegal, merampok, korupsi, manipulasi, kerja ke luar negeri sebagai TKI/W dijalaninya dengan “semangat empatlima” tanpa memikirkan risiko bagaimana jadinya nanti di sana.
            Begitu pula kaum wanita sekarang. Mereka tidak mau kalau hanya sebagai ibu rumah tangga. Apalagi gerakan feminisme alias kesetaraan gender telah merata di seantero dunia. Mereka juga ingin menduduki jabatan penting dalam masyarakat. Mereka menganggap hidupnya tidak ada guna jika tidak berkarir. Akibatnya, anak-anak diurus pihak lain; entah kakek-nenek, baby sitter, atau tempat penitipan anak. Inilah fenomena umum yang terjadi di masyarakat zaman modern ini.
Anak-anak sering tidak berjumpa dengan orang tuanya, karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing di luar rumah. Di sinilah akhirnya timbul apa yang disebut “anak-anak yatim-piatu psikologis”. Memang secara de fakto dan de jure mereka memiliki orangtua, tetapi secara psikologis mereka tidak merasakan kehadiran orangtua di sisi mereka.
Karena merasa hidup  tidak sukses tanpa memiliki harta benda yang banyak, sehingga rela menjadi TKI/W di luar negeri. Atau juga karena terpengaruh pola piker feminisme, sehingga orangtua kurang menyadari akibat anak-anak merasa sebagai yatim-piatu psikologis tersebut.
Untuk menutupi kekurangan ini, umumnya orangtua beertindak memanjakan si anak dengan uang yang banyak. Kebutuhan anak dalam bidang materi diusahakan untuk dicukupi sebaik mungkin – bahkan berlebihan. Menurut pikiran orangtua, dengan berbuat demikian si anak akan normal-normal saja. Padahal tindakan semacam itu, justru menjadikan mereka sebagai anak yang cenderung nakal.
Ambil missal seorang murid perempuan. Dia rentan terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Sedangkan murid lelaki sering pula terperosok ke tindakan seperti mabuk-mabukan, begadang ke kafe, warkop malam hari, dan tindakan negatif lainnya. Pernah terjadi, ada murid laki-laki sering tidak masuk sekolah. Setelah walinya dipanggil, ternyata ketahuan bahwa sebetulnya murid itu setiap hari berangkat dari rumah menggunakan seragam sekolah.
Usut punya usut, tenyata si anak itu berangkat ke sekolah, tapi pergi kongkow-kongkow dengan teman-temannya di kafe atau belanja di supermarket lantaran mempunyai uang yang banyak. Setiap bulan anak ini dikirimi orangtuanya yang bekerja sebagai TKI/W jutaan rupiah. Dia menggunakan uang itu untuk bersenang-senang dengan teman-temannya.
Itulah yang membuat anak-anak tergolong delinkuen atau terjerumus ke tindakan negatif. Bahkan ada yang masuk bui seperti yang sering ditayangkan di TV, umumnya adalah mereka anka-anak yang tergolong “yatim-piatu Psikologis”. Entah karena orangtuanya bekerja di luar negeri, wanita karir, atau bercerai. Sehingga, si anak tidak terkontrol secara baik, serta tidak ada tempat untuk curhat sewaktu mengalami problem hidup.

Sumber: MIMBAR, no. 354 Maret 2016/ TH. XXXI
picture:https://pixabay.com/id/anak-yatim-anak-anak-makanan-411949/ 

Saturday, 25 June 2016

Psikologi Anak

Korban Pola Asuh Inkonsisten
Oleh : Nalini M.A.
(Consultant Psychiatrist on Women’s Mental Health)
            SAYA seorang ibu sekaligus karyawan. Saya mempunyai keponakan perempuan yang sudah kami anggap anak sendiri. Usianya 12 tahun, kelas VII SMP. Sebelumnya, dia tinggal bersama kami sejak awal masuk SMP. Seblumnya, dia tinggal bersama neneknya.
            Ibu keponakan saya meninggal saat dia berusia 3 tahun. Dia pernah dirawat papanya di usia 3-6 tahun (kelas II SD). Lalu, dia tinggal bersama nenenknya dari usia 6 tahun sampai kelas VI SD.
Selama tinggal bersama papanya di Lampung, dia tidak dididik dengan baik. Keponakan saya diumar. Karena papanya menikah lagi, dia dititipkan ke neneknya. Saat tinggal bersama nenenknya, keponakan saya sering diomeli dan dimarahi oleh keluarga, tanpa diberi tahu apa kesalahnya. Sampai-sampai, dia merasa bahwa apa pun yang dilakukan selalu salah dan bakal dimarahi.
Melihat hal itu, saya dan suami sepakat mengasuh dan menyekolahkan dia di Surabaya. Pada awal kedatangan, keponakan saya begitu baik dam mudah diatur. Namun, setelah sekitar empay bulan, perlahan kebiasaannya muncul. Mulai malas mandi sebelum berangkat sekolah hingga berbohong. Misalnya, ketika ditanya tentang botol minumnya yang tidak pernah terlihat. Dia memberikan banyak alasan sebelum akhirnya mengatakan jatuh di musala ketika akan salat.
Dan karena masuk usia puber, dia sempat didekati kakak kelasnya. Sejak saat itu, dia mengambil SIM card ponsel ibu dan pembantu saya untuk internetan sembunyi-sembunyi. Meski telah ketahuan, eh, dia malah tidak ngaku. Akhirnya, HP miliknya kami ganti dengan HP yang hanya bisa untuk telepon dan SMS. Dengan catatan, bila sesekali butuh bermedsos, dia bisa izin meminjam HP saya atau suami. Namun, kenyataannya, dia memakai HP saya dan suami saya secara diam-diam, tanpa izin. Hal itu terbukti dengan history update status dia di Twitter dan Instagram-nya. Lagi-lagi, dia tetap tidak mau mengaku.
Keponakan kami ceria dan sok cool, namun sangat tertutup dan tidak komunikatif. Mohon saran dokter, teknik parenting apa yang bisa kami aplikasikan supaya dia tahu apa maksud kami mendidik dia. Terima kasih.
Novi, Surabaya

JAWABAN
Keponakan Anda, tampaknya, sudah menjadi “korban” pola asuh yang tidak konsisten karena keadaan piatunya. Ikut ayah yang mungkin bingung bagaimana harus mengasuh sekaligus merasa bersalah. Sehingga, akhirnya terkesan seperti ngumbar alias serbapermisif. Apalagi, lantas ayahnya juga mempunyai kebutuhan lain. Bisa dipahami.
Lantas, “dilemparlah” si anak kepada neneknya. Saya yakin tentu ayahnya juga tidak bermaksud buruk dengan keputusannya itu. Hanya, sang ayah tidak menyangka bahwa kemudian neneknya mendidik dengan cara amat berbeda. Pola asuh ayah yang permisif berpindah ke nenek, yang polanya serba jangan atau over-critical. Apa apa keliru, apa apa tidak boleh. Lengkap sudah si keponakan mendapatkan pola asuh yang tidak seragam dan inkonsisten.
Betul juga anjuran bahwa orang tua sebaiknya seragam dalam mendidik anak. Kalau bapak bilang “ya”, ibu juga mesti mendukung ayah. Atau, paling tidak bersikap diam di depan anak. Sebaliknya, bila sang ibu bilang “tidak”, ayah juga mendukung keputusan ibu. Kendati bisa jadi ayah dan ibu berbeda pendapat, tapi jangan di depan anak. Diskusinya ditahan dulu, menunggu anak sudah tidak di depan mereka. Jadi, anak akan mempunyai panduan satu pendapat. Diaharapkan, anak kelak paham mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.
Sebaliknya, hasil pola asuh yang inkonsisten yang oleh Susan Forward disebut toxic paeenting akan menghasilkan anak yang mempunyai citra diri rendah (low self-esteem), merasa kurang berharga, malu, dan merasa takut salah berlebihan. Atau istilahnya mempunyai critical inner voice yang kuat sekali.
Bisa jadi, keponakan Anda demen berbohong itu lantaran citra dirinya buruk serta serbatakut disalahkan. Yang mana, itu hasil dari pola asuh sebelumnya. Sebaiknya, Anda dapat mengubah pola asuh yang lebih lembut tapi tegas, dan lebih mendekatinya secara luwes sambil menekankan bahwa jujur itu baik. Tekankan kepadanya untuk tidak takut keliru. Karena ketika kita salah, ada makna yang bisa diambil. Atau, Anda berkonsultasi bersama keponakan kepada ahli parenting.
Sumber: Jawa Pos, 22 Januari 2016

 picture: https://pixabay.com/id/anak-gadis-wajah-potret-melihat-659357/

Thursday, 23 June 2016

TIPS PUASA: PELAKU DIET SAAT PUASA

Pola Makan Pelaku Diet saat Puasa

Nasi No, Sayur Yes

Untuk mereka yang tidak berdiet, berbuka dan sahur dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan yang diinginkan. Nasi, sayur, ikan, daging, ataupun buah dikonsumsi tanpa aturan ketat. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang berdiet? Apakah mereka tetap menahan keinginan makan macam-macam?
                BAGI Ike Novitasari, 33, puasa tahun ini adalah kali ketiga sebagai pelaku diet. Sudah lebih dari dua tahun Ike tidak mengonsumsi nasi. “Tidak ada patokan tertentu untuk nama diet saya, mungkin lebih tepatnya disebut sebagai healthy living ,” ujarnya.
Ike menyadari ada keturunan diabetes dalam keluarganya. Bila pola makan tidak dijaga, kadar gula darahnya bisa jadi ikut tidak terkontrol. “Zaman sekarang usia berapa pun bisa terkena diabetes,” ungkapnya.
Karena itu, sejak awal 2014, Ike memutuskan mengubah pola makannya. Tidak makan nasi, santan, dan mengurangi gula. Kebutuhan karbohidrat dipenuhi dengan jenis karbohidrat lain. Misalnya, kentang, jagung, chia seeds, quinoa (tanaman biji-bijian), hingga couscous (bola kecil gandum atau tepung semolina). “Saya juga suka semua jenis buah dan sayur,” kata peeempuan yang berprofesi guru bahasa Inggris di salah satu sekolah internasional di Surabaya tersebut.
Pada momen Ramadhan seperti ini, Ike tetap berpegang pada pola makannya. Saat berbuka, dia tetap tidak makan nasi. Dia memilih sayuran. Menu yang sama juga untuk sahur. Karena Ike sudah terbiasa, makan satu mangkok saja membuatnya kenyang. Namun, 2-3 jam selanjutnya Ike biasanya sudah lapar. Setelah tarawih, dia biasa mencari camilan. Pilihannya jatuh pada buah, termasuk kurma yang menurut Ike rasa manisnya cepat memberikan energi.
Jika sedang tidak malas, sesekali memasak quinoa atau couscoussebagai pengganti karbohidrat. Biasanya quinoa dengan potongan avokad dan tomat. “Kalau weekend dan ketemu teman-teman, saya cheating juga,” ucapnya, lalu tertawa.
Namun, meski cheating, Ike tetap tidak makan nasi. Dia memilih daging, seafood, atau minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Berkat kebiasaan tersesbut, saat ini Ike tidak bisa makan nasi lagi. Tubuhnya seolah menolak. Kalau nekat makan nasi, biasanya dia akan mengalami diare. “Kuncinya itu the power of mind. Kalau kita yakin bisa, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh,” terangnya.
Saat bulan puasa, Ike mengilhaminya sebagai kesempatan untuk membuang racun dalam tubuh. Dengan asupan minim karbohidrat setiap buka dan sahur, Ike tidak merasa lemas. Rasanya sama dengan puasa pada tahun-tahun ketika dia belum menjalani diet. Bahkan, Ike yang aktif dalam berbagai komunitas olahraga tetap rajin berolahraga. “Saya tetap lsri, tapi setelah salat tarawih,” jelas dia.
Bagi Ike, hanya ada satu tujuan dalam menjalankan semua pola makan tersebut, yaitu menjadi sehat dan jauh dari penyakit. Bila bobotnya turun, hal itu hanyalah bonus. Kenyataanya, makan tanpa nasi menjadikan beratnya turun lima kilogram dalam kurun hampir setahun setengah. (ina/c14/ayi)

Sahur-Buka dengan Buah

KONDISI perut setiap orang berbeda. Ada yang nyaman jika diisi makanan sarat karbohidrat saat berbuka dan sahur. Ada pula yang merasa sebah     alias tidak nyaman harus menyantap menu lengkap. Penyanyi Astrid termasuk golongan golongan kedua. “Saya sejak tahun lalu sahur pakai buah,” ujar istri Arlan Djoewarsa tersebut.
Awalnya, pelantun Demi Kita itu mengonsumsi menu lengkap dan nasi untuk sahur. Tetapi, beberapa jam setelahnya, perut tidak nyaman. “Jam 10 atau 11 siang perut saya bunyi-bunyi gitu. Kayak orang kelaparan, tapi nggak terasa lapar,” katanya.
Menurut Astrid, kondisi perut yang demikian disebabkan shock. Pencernaan makanan bisa dibilang merupakan aktivitas yang cukup berat dan lama bagi perut. Akhirnya, Astrid memutuskan untuk memilih menu sahur yang simpel dan ringan. “Yaitu, buah-buahan,” ucap Astrid.
Keluarga meragukan dan mempertanyakan pilihan Astrid. Menurut mereka, sahur berupa buah tidak mampu memberikan energi untuk berpuasa seharian. Namun, Astrid tetap berpegang pada pada pilihannya. Ibu satu anak itu mengonsumsi beberapa jenis buah sebagai menu sahur. Empat buah yang sering dikonsumsinya adalah pisang, apel, pir, dan kurma. “Sejak dulu, saya suka buah-buah itu. Selain rasanya enak, menyiapkannya cukup mudah,” jelas Astrid yang biasa sahur buah pada pukul 03.00 atau pukul 03.30.
Buah-buahan yang dipilih Astrid memang tepat. Kandungan serat dan antioksidan pada apel dan pir memberikan manfaat kesehatan bagi metabolisme. Pisang pun memiliki efek mengenyangkan. Lantas, kurma menjadi sumber rasa manis atau fruktosa yang bisa memberikan tenaga untuk berpuasa sehari penuh.
Anggapan buah tidak cukup untuk bekal tubuh berpuasa tidak berlaku bagi Astrid. “Setahun ini saya selalu merasa lebih segar dan fit pascasahur dengan buah-buahan. Badan nggak pernah lemas, perut juga nggak bermasalah,” tuturnya.
Untuk berbuka, Astrid kembali mengonsumsi buah dengan segelas teh manis atau air putih. Buah untuk berbuka lebih beragam. Kadang ditambah melon dan papaya. Saat malam ketika masih lapar, barulah Astrid mengonsumsi makanan lain seperti roti, lauk, atau sayur-sayuran. “Tapi, tetap tidak makan nasi” tandasnya. (len/c14/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 11 Juni 2016


Nasi Hitam Persiapan Lari Half-Marathon

                MENJAGA pola makan ketika puasa juga dilakukan Adienda Pajar, 26. Perempuan yang aktif dalan komunitas olahraga freeletics itu sedang mempersiapkan diri mengikuti ajang Bali Marathon pada Agustus mendatang. Untuk bisa mencapai finis half-marathon (sekitar 21 kilometer) dalam waktu yang ditentukan, Dienda mesti konsisten berlatih. “Saya harus putar otak bagaimana caranya selama puasa ini bisa tetap latihan lari, tapi tidak lemas,” papar dokter gigi tersebut.
Nasi putih tidak memberikan kandungan yang memadai bagi Dienda yang ingin giat olahraga selama puasa. Karena itu, dia menggantinya dengan nasi hitam. Menurut Dienda, nasi hitam mempunyai kandungan serat, vitamin, dan mineral yang jauh lebih tinggi daripada nasi putih. “Saya menyebut nasi hitam sebagai substitute atau pengganti nasi putih,” jelas perempuan kelahiran Banjarmasin, 29 Desember 1989, tersebut.
Tidak ada batasan jenis sayur dan lauk untuk menemani nasi hitam. Namun, Dienda lebih sering memasak sasyur untuk menemani sahur. Dia tidak perlu beradaptasi  lama dengan rasa nasi hitam. Enam bulan sebelum puasa tahun ini, dia mengganti konsumsi nasi putih dengan nasi merah. Menurut Dienda, rasa nasi hitam lebih enak daripada nasi merah. Tekstur nasi hitam lebih halus ketimbang nasi merah yang cenderung keras.
Sejauh ini halangan Dienda hanyalah manajemen keterbatasan waktu. Sebab, dia baru pulang berpraktik pada pukul 15.00 dan biasanya sampai  rumah pada pukul  16.30. Jadi, Dienda harus memasak nasi  hitam dan sayur secepatnya karena pukul 19.00 harus menjalani latihan lari.
Meski tergolong disiplin, dia tidak memungkiri adanya waktu untuk cheating day. Salah satunya, Dienda sudah menyisihkan waktu  dua hari dalam seminggu untuk tidak makan nasi hitam. “Biar nggak jenuh, perlu variasi juga,” kata Dienda.
Sejak mengganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi hitam, Dienda merasa tubuhnya makin fit. “Berat badan turun lima kilogram, tapi bukan itu yang utama,” tegasnya. (ina/c14/ayi)
Maksimalkan Frekuensi Minum Air
                Punya pola makan khusus saat bulan puasa harus diimbangi dengan asupan yang cukup. Bila tidak, kita bisa kekurangan energi selama beraktivitas. Ahli Gizi RS Husada Utama Titik Jayanti memberikan tip asupan yang ideal untuk mereka yang menerapkan pola makan khusus.
·         Saat berbuka, apa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi?
Yang pasti adalah karbohidrat murni. Bisa ditemukan pada gula, madu, atau sirup. Karbohidrat murni bisa menaikkan energi dengan cepat juga. Setelah ibadah Maghrib, baru makan berat. Tapi, porsinya jangan terlalu banyak. Sebab, bila ingin Tarawih, bisa mengurangi konsentrasi.
·         Bagaimana dengan mereka yang tidak makan nasi saat berbuka?
Setelah berbuka, yang penting adalah karbohidrat murni seperti gula, bukan karbohidrat kompleks (nasi). Tapi, nasi juga penting untuk menambah energi. Bila tidak ingin makan nasi, usahakan mengganti karbohidrat dengan jenis lain seperti kentang atau jagung.
·         Bila ingin makan setelah Tarawih?
Makan nasi juga tidak apa-apa asal tidak dalam porsi yang banyak. Namun, untuk yang berdiet, lebih baik makan buah saja, buah apa pun.
·         Bagaimana menu sahur yang baik?
Waktu sahur adalah saat yang paling penting untuk mempersiapkan bekal energi seharian. Harus mengonsumsi karbohidrat kompleks dan protein yang banyak. Bila menghindari karbohidrat seperti nasi, harus menambah asupan protein hewani untuk menamabah tenaga. Sayur yang banyak juga penting. Serat pada sayur dan buah membuat rasa kenyang lebih awet. Jadi, untuk yang tidak makan nasi, lauk dan sayur harus ekstra banyak.
·         Yang harus dihindari saat sahur?
Karbohidrat murni seperti gula dan madu. Sebab, energi yang disimpan tidak awet.
·         Apa asupan yang tidak boleh dilupakan?
Buah dan cairan. Seseorang kerap mengonsumsi menu minim serat dan minuman manis saja. Tanda kekurangan cairan adalah saat berkemih warnanya kekuningan. Selama berbuka hingga sahur datang, minum air putih sebanyak-banyaknya. (ina/c23/ayi)

Sumber: Jawa Pos, 11 Juni 2016

I'm Back again

I'm sorry. we must back this site for do the best. thank you.

Monday, 13 June 2016

move on

To all my friends
My health change healthylivingucithikaru.blogspot.co.id
Thank you

Saturday, 11 June 2016

TIPS Puasa

Hindari Kopi dan Teh saat Sahur
            GRESIK- mereka yang biasa minum kopi dan teh harus pandai mengatur ritme mengonsumsinya saat puasa. Hindari dua minuman yang mengandung kafein itu saat sahur. Alasannya, minuman tersebut memicu rasa haus dan lapar saat siang. Asam lambung pun naik.
            “Memang ada sebagian orang yang merasa pusing kalau nggak minum kopi. Itu sudah jadi kebiasaan,” ujar Kepala Subbidang Rawat Jalan RS Ibnu Sina dr Wiwik Tri Rahayu (9/6).
            Wiwik mwnyatakan bahwa kafein membuat tubuh mudah haus, namun tidak sampai mengakibatkan dehidrasi. “Karena sifatnya (kafein, red) menyerap air dalam tubuh,” ucapnya.
            Dia menambahkan, orang yang terbiasa minum kafein akan sering buang air kecil. Terutama jika minum teh atau kopi terlalu kental. Jika terlalu sering kencing, tubuh akan kehilangan garam dan mineral. Padahal, tidak ada cairan pengganti yang masuk selama puasa. “Dampaknya, tubuh mudah lemas karena proses metabolisme terganggu,” tuturnya.
            Wiwik mengatakan, selama bulan puasa, keluhan paling banyak memang masalah pencernaan. Contohnya, mag yang terjadi karena peningkatan asam lambung. “Penyebabnya juga kafein,” ucapnya.
            Karena itu, Wiwik menyarankan agar sebisanya menghindari kafein saat sahur. “Kalau memang sudah terbiasa, ya jangan terlalu kental. Tapi, lebih baik tidak minum (kafein, red),” tandasnya. (adi/c7/dio)

Sumber : Jawa Pos, 10 Juni 2016

Tuesday, 7 June 2016

DBD 2

Cegah dengan 3M Plus
TINDAKAN paling familier dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD) ini adalah langkah 3M. Yaitu, menguras, menutup, dan menyingkirkan atau mendaur ulang. Menguras yang dimaksud adalah ganti air bak kamar mandi seminggu sekali. Demikian juga air di drum atau gentong. Jangan lupa pula menyikat dinding bak mandi dan tempat-tempat penampungan air.
Kedua, menutup rapat penampung air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti . Ketiga, menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan.
Langkah pencegahan itu akan lebih optimal bila ditambah cara-cara lain. Misaknya, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, mengganti air air di vas bunga dan minuman untuk hewan peliharaan sepekan sekali, membuang air pada tampungan dispenser, memasang kawat kasa, serta tidak menggantung pakaian di udara terbuka tetapi menyimpannya di dalam lemari.
“Langkah 3M plus ini lebih efektif daripada sekedar melakukan fogging. Sebab, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik masih berkeliaran,” jelas dr Ferawati Lie, medical advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia. Jika dalam radius 100 meter ada yang terjangkit DBD, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Artinya, dalam lokasi tersebut, terdapat persebaran nyamuk Aedes aegypti . Dengan sosialisasi yang meluas, diharapkan kejadian DBD bisa dicegah.
Individu yang terjangkit mesti ditangani secara tepat sehingga angka kematian akibat DBD dapat diturunkan sekecil-kecilnya. Kerjasama dan kekompakan masyarakat sangat berperan, terutama untuk kawasan padat penduduk. (nor/c14/ayi)

PERJALANAN PENYAKIT DBD
Demam berdarah dengue (DBD) bersifat limiting disease atau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Secara umum, perjalanan penyakit DBD selam 7 hari, yaitu :
·         HARI 1-2  Demam tinggi. Meski anak sudah mengonsumsi obat penurun panas, suhu tidak turun. Anak lemas, serta menolak makan dan minum. Umumnya hasil tes darah belum menunjukkan adanya penurunan jumlah trombosit.
·         HARI 3 Demam agak turun, tetapi anak masih lemas. Bila disentuh, tubuhnya terasa dingin. Penurunan trombositnya mulai terjadi.
·         HARI 4-5 Demam turun, tetapi justru memasuki fase kritis karena terjadi plasma leakage. Anak mengalami dehidrasi, bibir kering, jarang buang air kecil, lemas, gelisah, dan tubuhnya terasa dingin. Jika tidak ditangani dengan baik anak bisa kolaps.
·         HARI 6-7 Ketika fase kritis bisa dilalui, suhu tubuh kembali meningkat (sekitar 38 derajat Celsius), lalu turun. Jumlah trombosit berangsur naik dan anak akan sembuh.
WASPADA DEMAM BERDARAH
Hingga Desember 2014, menurut Kemenkes, terdapat 71.688 kasus DBD dengan angka kematian 641. Angka kejadian DBD berangsur menurun hingga tahun ini. Namun, rata-rata kejadian paling tinggi dialami pada April-Mei setelah musim hujan mulai berakhir yang membuat densitas populasi nyamuk makin tinggi.


Sumber : Jawa Pos, 31 Mei 2016
picture : https://pixabay.com/id/nyamuk-makro-serangga-kumbang-719613/

Thursday, 2 June 2016

DBD

Ketika Anak Terkena DBD
Asupan Cairan
Naikkan Trombosit
Teddy, Anjing, Boneka, Sakit, Terluka, Demam
Demam berdarah dengue terjadi di lebih dari 100 negara di dunia. Terutama daerah tropis atau subtropis. Angka kejadian di Indonesia sangat tinggi. Kenali gejala khas penyakit tersebut serta cara penanganannya.
 KETIKA anak mengalami demam tinggi (>38 derajat Celcius) disertai dua saja di antara gejala berikut, orang tua harus waspada akan demam berdarah dengue (DBD). Gejala-gejala tersebut adalah sakit kepala, termasuk rasa sakit di belakang mata; nyeri otot dan sendi; mual dan muntah; diare; hidung dan gusi berdarah; hingga munculnya ruam bintik kemerahan. Semua kelompok umur bisa terkena. Namun, anak-anak umumnya lebih rentan.
Gejala DBD biasanya muncul pada hari ketiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan diawali demam tinggi hingga mencapai 41 derajat Celcius. Masa inkubasi adalah jarak waktu saat virus masuk ke tubuh sampai gejala pertama muncul.
Persebaran DBD dibawa virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Artinya, DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk.
Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di daerah padat penduduk seperti kota-kota besar yang memiliki iklim lembap dan hangat. “Masa aktif nyamuk Aedes aegypti  menggigit pada pukul 09.00-11.00 dan sore pukul 15.00-17.00,” jelas dr Mulya Rahma Karyanti SpA dari RSPUN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dalam acara Train the Trainers dari GSK Consumer Healthcare.
Karyanti mengungkapkan, pada prinsipnya obat untuk menangkal demam berdarah adalah asupan cairan yang cukup. “Selama asupan minum bagus, buang air kecil lancar, trombosit akan naik,” jelasnya.
Namun, yang kerap terjadi, demam membuat si kecil tidak mau minum, makan, lemas, apalagi disertai muntah. Bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan dehidrasi. Juga, ketika mengalami kejang atau pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah, anak harus segera dibawa ke rumah sakit. “Terkadang gejalanya tidak disertai pendarahan. Ketika anak lemas dan dehidrasi, jangan ditunda untuk membawanya ke RS,” lanjut Karyanti.
Asupan cairan yang diberikan bisa berupa minuman yang disukai anak.  Sebaiknya bukan hanya air putih. Pilih susu yang kaya nutrisi atau jus yang disukai anak. Mengenai jenis minuman tertentu seperti jus jambu, angkak (produk fermentasi), atau kurma yang kerap diyakini sebagai minuman ampuh untuk penderita DBD, lanjut Karyanti, belum ada bukti ilmiah.
“Yang terpenting, anak mau minum banyak. Kalau dia sukanya jus apel, jangan dipaksa minum jus jeruk, malah muntah nanti. Susu bagus karena nutrisinya lengkap, juga cairan elektrolit,” katanya.
Yang juga diingatkan Karyanti, orang tua sering kecolongan ketika suhu tubuh anak menurun. Mereka mengiranya sudah aman. Padahal, kondisi itu justru masuk fase kritis. Yaitu, terjadinya kebocoran pada plasma darah. Itu pula yang membedakan demam dengue dengan demam berdarah dengue. (nor/c15/ayi)
PERTOLONGAN PERTAMA DEMAM
·         Usahakan anak mau banyak minum.
·         Kompres air hangat bila suhu penderita lebih dari 38 derajat Celsius.
·         Jangan membungkus anak dengan baju berlapis atau selimut. Sebab, panasnya akan sulit keluar dari tubuh anak.
·         Segera bawa ke RS jika :
Badan dingin.
Anak muntah terus-menerus.
Anak mengalami kejang.
Muncul pendarahan (mimisan, gusi berdarah, dll).

REKOMENDASI WHO UNTUK PASIEN DBD
·         Pemberian cairan yang cukup.
·         Penanganan demam secara tepat. Parasetamol adalah obat yang tepat untuk mengurangi nyeri dan demam.

·         Hindari pemberian asam asetilsalisilat (aspirin), ibuprofen, asam mefenamat, antibiotic, dan anti-inflamasi nonsteroid (AINS) lainnya karena bisa meningkatkan risiko gangguan lambung dan pendarahan.

Sumber : Jawa Pos, 31 Mei 2016
picture : https://pixabay.com/id/teddy-anjing-boneka-sakit-terluka-242885/

Wednesday, 1 June 2016

Looking for Protein Replacement Red Meat 2

Perbanyak Olahan Kacang untuk Vegetarian
            MEMILIH daging harus teliti dan awas. Jangan sampai daging yang dibeli justru berkualitas buruk. Sukma menjelaskan daging sapi yang baik berada di dekat otot. “Proporsi lemak dan gajih rendah, namun harganya juga lebih mahal,” ungkapnya.
            Kemewahan daging setara dengan kandungan protein yang dimilikinya. Dia membandingkan, sepotong daging berukuran 50 gr memiliki kandungan protein setara dengan empat butir telur.
            Sementara itu, Florence menjelaskan, dilihat dari kelengkapan nutrisinya, daging memiliki 23 unsur. “Kalau tahu itu kelengkapan nutrisinya setengah dari daging. Makanya, untuk para vegetarian, asupan kacang-kacangan dan olahannya perlu ditambah,” paparnya. Di antara beragam jenis kacang, kacang kedelai dan kacang hijau punya kandungan protein tertinggi.
            Asupan protein dalam jumlah tinggi juga dibutuhkan oleh mereka yang punya kegiatan superpadat. “Kebutuhan protein ibu hamil dan menyusui juga harus terpenuhi,” imbuh perempuan yang tinggal di Kanada selama 15 tahun itu. Jika kekeurangan protein, tubuh akan tampak lemah, letih, lesu lunglai, dan lambat berpikir.
            Kerusakan sel juga rawan mampir pada anak-anak dan remaja yang tidak mendapat asupan gizi cukup. Pertumbuhan badan tidak akan ideal karena otot tidak mendapat energi. Bukan hanya aktivitas fisik yang terganggu, otak pun lambat berkembang lantaran tidak mendapat asupan nutrisi yang baik.
Bagaimana dengan mereka yang punya masalah dengan daging? Beberapa orang mengeluhkan sulit buang air besar setelah mengonsumsi daging. Keduanya menyarankan, konsumsi daging juga ditambah dengat serat dari buah dan sayur. (fam/c7/jan)

Berapa kebutuhan protein tubuh?
0,8-1,5 x BB (dalam kilogram) = Kebutuhan protein (dalam gram)

Berapa porsi zat gizi makro yang diperlukan?
40 persen karbohidrat
40 persen protein
20 persen lemak


Sumber : Jawa Pos, 18 agustus 2015