Cegah
dengan 3M Plus
TINDAKAN paling
familier dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD) ini adalah langkah 3M.
Yaitu, menguras, menutup, dan menyingkirkan atau mendaur ulang. Menguras yang
dimaksud adalah ganti air bak kamar mandi seminggu sekali. Demikian juga air di
drum atau gentong. Jangan lupa pula menyikat dinding bak mandi dan
tempat-tempat penampungan air.
Kedua, menutup rapat penampung air agar tidak menjadi
tempat berkembang biak nyamuk Aedes
aegypti . Ketiga, menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air
hujan.
Langkah pencegahan itu akan lebih optimal bila ditambah
cara-cara lain. Misaknya, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar,
mengganti air air di vas bunga dan minuman untuk hewan peliharaan sepekan
sekali, membuang air pada tampungan dispenser, memasang kawat kasa, serta tidak
menggantung pakaian di udara terbuka tetapi menyimpannya di dalam lemari.
“Langkah 3M plus ini lebih efektif daripada sekedar
melakukan fogging. Sebab, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa,
sedangkan jentik-jentik masih berkeliaran,” jelas dr Ferawati Lie, medical advisor GSK Consumer Healthcare
Indonesia. Jika dalam radius 100 meter ada yang terjangkit DBD, tingkat
kewaspadaan harus ditingkatkan. Artinya, dalam lokasi tersebut, terdapat
persebaran nyamuk Aedes aegypti .
Dengan sosialisasi yang meluas, diharapkan kejadian DBD bisa dicegah.
Individu yang terjangkit mesti ditangani secara tepat
sehingga angka kematian akibat DBD dapat diturunkan sekecil-kecilnya. Kerjasama
dan kekompakan masyarakat sangat berperan, terutama untuk kawasan padat
penduduk. (nor/c14/ayi)
PERJALANAN PENYAKIT DBD
Demam
berdarah dengue (DBD) bersifat limiting
disease atau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Secara umum,
perjalanan penyakit DBD selam 7 hari, yaitu :
·
HARI 1-2 Demam tinggi. Meski anak sudah
mengonsumsi obat penurun panas, suhu tidak turun. Anak lemas, serta menolak
makan dan minum. Umumnya hasil tes darah belum menunjukkan adanya penurunan
jumlah trombosit.
·
HARI 3 Demam agak turun,
tetapi anak masih lemas. Bila disentuh, tubuhnya terasa dingin. Penurunan
trombositnya mulai terjadi.
·
HARI 4-5 Demam turun,
tetapi justru memasuki fase kritis karena terjadi plasma leakage. Anak mengalami dehidrasi, bibir kering, jarang
buang air kecil, lemas, gelisah, dan tubuhnya terasa dingin. Jika tidak
ditangani dengan baik anak bisa kolaps.
·
HARI 6-7 Ketika fase
kritis bisa dilalui, suhu tubuh kembali meningkat (sekitar 38 derajat Celsius),
lalu turun. Jumlah trombosit berangsur naik dan anak akan sembuh.
WASPADA DEMAM
BERDARAH
Hingga Desember 2014, menurut Kemenkes, terdapat 71.688 kasus DBD dengan
angka kematian 641. Angka kejadian DBD berangsur menurun hingga tahun ini.
Namun, rata-rata kejadian paling tinggi dialami pada April-Mei setelah musim
hujan mulai berakhir yang membuat densitas populasi nyamuk makin tinggi.
Sumber : Jawa Pos, 31 Mei 2016
picture : https://pixabay.com/id/nyamuk-makro-serangga-kumbang-719613/

No comments:
Post a Comment