Google search

Custom Search

Translate

Tuesday, 7 June 2016

DBD 2

Cegah dengan 3M Plus
TINDAKAN paling familier dalam mencegah demam berdarah dengue (DBD) ini adalah langkah 3M. Yaitu, menguras, menutup, dan menyingkirkan atau mendaur ulang. Menguras yang dimaksud adalah ganti air bak kamar mandi seminggu sekali. Demikian juga air di drum atau gentong. Jangan lupa pula menyikat dinding bak mandi dan tempat-tempat penampungan air.
Kedua, menutup rapat penampung air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti . Ketiga, menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan.
Langkah pencegahan itu akan lebih optimal bila ditambah cara-cara lain. Misaknya, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, mengganti air air di vas bunga dan minuman untuk hewan peliharaan sepekan sekali, membuang air pada tampungan dispenser, memasang kawat kasa, serta tidak menggantung pakaian di udara terbuka tetapi menyimpannya di dalam lemari.
“Langkah 3M plus ini lebih efektif daripada sekedar melakukan fogging. Sebab, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa, sedangkan jentik-jentik masih berkeliaran,” jelas dr Ferawati Lie, medical advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia. Jika dalam radius 100 meter ada yang terjangkit DBD, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Artinya, dalam lokasi tersebut, terdapat persebaran nyamuk Aedes aegypti . Dengan sosialisasi yang meluas, diharapkan kejadian DBD bisa dicegah.
Individu yang terjangkit mesti ditangani secara tepat sehingga angka kematian akibat DBD dapat diturunkan sekecil-kecilnya. Kerjasama dan kekompakan masyarakat sangat berperan, terutama untuk kawasan padat penduduk. (nor/c14/ayi)

PERJALANAN PENYAKIT DBD
Demam berdarah dengue (DBD) bersifat limiting disease atau penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Secara umum, perjalanan penyakit DBD selam 7 hari, yaitu :
·         HARI 1-2  Demam tinggi. Meski anak sudah mengonsumsi obat penurun panas, suhu tidak turun. Anak lemas, serta menolak makan dan minum. Umumnya hasil tes darah belum menunjukkan adanya penurunan jumlah trombosit.
·         HARI 3 Demam agak turun, tetapi anak masih lemas. Bila disentuh, tubuhnya terasa dingin. Penurunan trombositnya mulai terjadi.
·         HARI 4-5 Demam turun, tetapi justru memasuki fase kritis karena terjadi plasma leakage. Anak mengalami dehidrasi, bibir kering, jarang buang air kecil, lemas, gelisah, dan tubuhnya terasa dingin. Jika tidak ditangani dengan baik anak bisa kolaps.
·         HARI 6-7 Ketika fase kritis bisa dilalui, suhu tubuh kembali meningkat (sekitar 38 derajat Celsius), lalu turun. Jumlah trombosit berangsur naik dan anak akan sembuh.
WASPADA DEMAM BERDARAH
Hingga Desember 2014, menurut Kemenkes, terdapat 71.688 kasus DBD dengan angka kematian 641. Angka kejadian DBD berangsur menurun hingga tahun ini. Namun, rata-rata kejadian paling tinggi dialami pada April-Mei setelah musim hujan mulai berakhir yang membuat densitas populasi nyamuk makin tinggi.


Sumber : Jawa Pos, 31 Mei 2016
picture : https://pixabay.com/id/nyamuk-makro-serangga-kumbang-719613/

No comments:

Post a Comment