Google search

Custom Search

Translate

Sunday, 31 May 2015

Mengenal Ketidaksuburan pada Pria
Genetik hingga Celana Terlalu Ketat
            Untuk menghasilkan keturunan, suami maupun istri mempunyai peran yang sama-sama besar. Yakni, butuh saling menyokong untuk membuat kondisi kesuburan dua pihak sama-sama prima. Sebagai pasangan yang baik, mengenal penyebab, pencegahan, dan pengobatan ketidaksuburan pada pria menjadi hal yang penting.
            JIKA kondisi para istri saja yang prima, itu tidaklah cukup untuk membuat sang jabang bayi tumbuh di rahim. Sel telur membutuhkan sperma untuk menjadi embrio. Agar sperma bisa mendarat sempurna di inti sel telur, dibutuhkan proses yang harus mulus. Mulai dari “pabriknya” yang sehat hingga salurannya yang berfungsi dengan baik.
            Dokter M. Aminudin Aziz SpAnd, androlog dari Ultimo Aesthetic & Dental Care, menjelaskan, secara garis besar, ada empat masalah pada kesuburan pria. Yakni, faktor regulasi (hormonal), produksi (testis), transportasi (saluran, seksual, mortalitas), dan fertilisasi (sperma-oosit). “Ketika lebih dari setahun suami istri yang aktif secara seksual belum membuahkan kehamilan, nah, bukan hanya istri yang harus periksa. Ayo, suami juga periksa. Mungkin ada salah satu dari masalah-masalah itu tadi,” kata androlog asal Surabaya tersebut.
            Pada faktor regulasi, fokusnya adalah masalah hormonal. Dalam pembentukan sperma, dibutuhkan hormon testoteron dan FSH. “Hormon itulah yang memerintah testis sebagai pabriknya sperma untuk produksi. Bila hormonalnya bermasalah, testis bagus tetap tidak produksi karena tidak ada perintah,” jelas androlog yang akrab dipanggil dr Aziz tersebut. Sirkulasi hormon bermasalah bisa disebabkan genetik maupun gaya hidup. Itu yang mengakibatkan sperma sedikit.
            Dokter Henry Wibowo SpAnd MARS menyatakan, salah satu contoh penyebab gangguan sirkulasi hormonal adalah gaya hidup. “Kurang olahraga bisa membuat testoteron kurang optimal bekerja. Tergila-gila dengan bentuk badan atletis yang instan juga bahaya karena bisa saja terjerumus mengonsumsi anabolic steroid,” ujar androlog dari RS Husada Utama Surabaya itu.
            Hormon testoteron bekerja untuk pertumbuhan penis dan testis, termasuk keoptimalan fungsinya. Di samping itu, ia juga membentuk otot dan tulang yang kuat. Ketika pria berolahraga, produksi testoteron optimal. Maka, pria akan terlihat berotot. Pria yang ingin gempal dengan cara instan menambahkan hormone tetoteron buatan ke dalam tubuh.
            Hasilnya, tubuh memeng jadi lebih “berbentuk”. Namun steroid buatan tersebut bukan untuk testis. Efeknya adalah membuat otak memberikan sinyal yang salah pada kelenjar penghasil hormon. “Otak merasa sudah tinggi  testoteron dalam tubuh, tidak perlu produksi lagi. Akhirnya, tidak ada hormon yang memerintah testis bereproduksi, lama-lama dia mengecil,” ucap dr Henry. Di produk-produk suplemen, jelas tidak dicantumkan kandungan steroid buatan.
            Untuk masalah produksi, testis memang harus benar-benar dijaga. Ia tidak boleh kena benturan keras, melintir (torsio), atau meradang. Dokter Aziz menerangkan, dalam testis ada semacam pagar yang membatasi darah dan spermatozoa. Sebab, sperma bisa dianggap benda asing dan diserang dengan antibodi.
Meski begitu, spermatozoa tetap mendapat makan karena ada penghubung yang bernama sel sertoli. “Nah, sel tersebut sebagai pagar dan perawat sperma. Kalau testis kena benturan, pagarnya bisa rusak dan sperma jadi diserang antibodi,” ungkap dokter yang juga dosen di FK Unair itu.
Terlalu sering kepanasan juga tidak bagus. Misalnya, sauna atau mandi air panas terus-menerus dan pekerjaan yang panasnya sampai dirasakan testis. Testis juga harus merasa nyaman, tidak boleh terlalu tersiksa dengan area yang sempit. “Kalau setiap hari pakai celana terlalu ketat, testis jadi nggak fleksibel. Kedua, dalam kesempitan, otomatis suhunya naik, jelas ini membuat sperma nggak bagus atau bahkan mati di dalam,” tutur dr Henry.
Karena itu, pria yang pekerjaannya memasak perlu memakai celemek tebal dan panjang untuk menutupi area tersebut. Panasnya mesin mobil dan jok yang tidak mampu meredam panas hingga sampai ke testis juga berbahaya. (puz/c20/dos)

Terlalu Aktif, Sperma Kurang Matang

FAKTOR lain adalah pada transportasi. Yakni, saluran sperma pada laki-laki, mortalitas, dan hubungan suami-istri. Infeksi pada saluran kencing bisa membuat jalannya sperma keluar tidak mulus. “Penyakit menular seksual biasanya menjadi penyebabnya. Nah, itu kan juga faktor gaya hidup. Salah satu penyebabnya terjadi karena perilaku berganti-ganti pasangan,” ungkap dr Henry Wibowo.
Selanjutnya, saat sperma sudah ditransfer kepada istri, pergerakannya (mobilitas) juga menentukan kesuksesan. “Pergerakannya tidak bagus bisa jadi karena energinya kurang atau bentuknya. Misalnya, ekor yang terlalu panjang, ekor yang terlalu pendek, ekor dua sperma gandeng,” tambah dr Aziz.
Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah hubungan suami istri. Berhati-hatilah pria yang semasa mudanya atau hingga kini suka masturbasi. Sebab, perilaku tersebut memengaruhi hasrat. Gangguan ereksi bisa saja terjadi. “Pada pria yang kebiasaannya buru-buru, itu memicu ejakulasi dini selanjutnya.” Kata dr Henry.
Untuk bisa bertemu dengan sel telur yang keberadaannya hanya satu bulan sekali, juga harus rajin usaha. Namun, terlalu rajin justru akan membuat pertemuan sperma dan sel telur sia-sia. Ada proses agar sperma matang, yakni selama dua hari. Sperma yang matang punya energi dan kapasitas yang memadai untuk membuahi. “Jika hubungannya dilakukan setiap hari atau sehari hingga berkali-kali sperma dikeluarkan terus, kapan bisa matang. Sperma yang nggak matang sulit membuahi,” jelas dr Aziz. Karena itu, hubungan seks yang disarankan adalah dua sampai tiga hari sekali. (puz/c22/dos)
SUMBER: JAWA POS, Kamis 30 April 2015 

 Optimalkan Reproduksi
DO
• Konsumsi buah yang berdaging merah seperti buah naga. Kandungan lycopene di dalamnya memperbaiki bentuk dan gerak sperma.
• Konsumsi kecambah, vitamin E-nya membantu jumlah sperma.
• Olahraga teratur.
• Hubungan seksual 2-3 hari sekali.
• Melindungi area reprodukdi dari panas berlebih dengan pelindung.
DON’T
• Pemakaian celana terlalu ketat.
• Merokok dan minum alkohol.
• Stres
• Olahraga  berat terlalu sering menggunakan otot perut bisa menimbulkan varikokel.
• Makan terlalu banyak pare. Berdasar penelitian ilmiah. Ia bisa merusak enzim di permukaan kepala sperma.
• Ekstrak kulit manggis dan daun papaya juga tidak baik.
• Kebiasaan masturbasi dan berhubungan dengan terburu-buru.SUMBER: HASIL WAWANCARA KEDUA NARASUMBER

No comments:

Post a Comment