Google search

Custom Search

Translate

Friday, 29 July 2016

Prihatin

Prihatin Lulusan FK Tidak Bisa Nyuntik

                SURABAYA – Fakta meningkatnya daya serap fakultas kedokteran (FK) di kampus-kampus swasta menjadi perhatian Dinas Kesehatan Jawa Timur. Di satu sisi, hal itu bisa menjadi solusi pemenuhan kekurangan tenaga kesehatan daerah. Namun, fakta tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena selama ini tidak sedikit lulusan FK yang kompetensinya rendah.
Berdasar data Dinas Kesehatan Jawa Timur, kini ada 13 FK di kampus-kampus yang tersebar di Jatim. Meski demikian, hali itu belum menjamin tercukupinya kebutuhan tenaga dokter di setiap wilayah.
Daerah Surplus Dokter
KOTA/KAB
SPESIALIS
UMUM
GIGI
Sidoarjo
433
460
149
Kota Blitar
65
7
2
Kota Mojokerto
15
20
5
Kota Madiun
126
53
4
Surabaya
3.789
Cukup
129
Sumber: Data Dinas Kesehatan Jawa Timur per Desember 2015
Keterangan:
Jumlah tersebut merupakan rasio per 1.000 penduduk

Berdasar fakta di lapangan, mayoritas lulusan FK memilih bertahan di kota besar.
Dampaknya, ada beberapa kota atau kabupaten yang surplus tenaga dokter. Misalnya, di Surabaya yang surplus 3.789 dokter gigi. Hal serupa terjadi di Sidoarjo. Surplus dokter spesialis mencapai 433, 460 dokter umum, dan 149 dokter gigi. “Tapi, di daerah lain, ada puskesmas yang tidak memiliki dokter umum,” tutur Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jatim One Widyawati.
Dia menuturkan, kesulitan dinas kesehatan untuk memeratakan dokter disebabkan proses pengangkatan. Contohnya, yang ditempatkan di Puskesmas adalah dokter dengan status PNS.
Lulusan FK di Jatim memang banyak. Namun, dinkes lagi-lagi tidak berwenang untuk langsung mengangkat dokter menjadi PNS. “Kuota PNS itu ada di Menpan-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” jelaas One.
Selain masalah penempatan dokter, Dinkes Jatim terkendala kompetensi lulusan yang tidak sama. One menuturkan, ada beberapa lulusan FK yang tidak memiliki kompetensi yang baik untuk merawat pasien. “Di lapangan ada yang disuruh nyuntik saja tidak bisa. Malah ada juga yang takut pegang pasien,” paparnya.
Kualitas lulusan 13 FK di Jatim akan diketahui ketika mengikuti uji kompetensi. Biasanya, ujian itu dilaksanakan dikti. Sayangnya, banyak lulusan FK dari kampus swasta yang tidak lolos uji kompetensi tersebut. Padahal, uji kompetensi dokter hanya dilakukan dengan ujian tulis. Bukan ujian praktik. “Saya juga tidak tahu kenapa bisa demikian,” katanya.
Alat kesehatan biasanya menjadi keluhan dokter ketika ditempatkan di daerah. Berbeda dengan di kota besar seperti Surabaya yang memiliki rumah sakit dengan alat kesehatan mumpuni. Untuk masalah tersebut, Dinkes Jatim hanya bisa membantu masalah keungan. “Caranya, daerah harus mengirimkan proposal,” ucap One.
Untuk memecahkan persoalan pemerataan dokter di Jatim, Pemprov Jatim sebenarnya telah memiliki payung hukum. Yakni, Perda Nomor 7 Tahun 2014 dan Pergub Nomor 74 Tahun 2015 tentang Tenaga Kesehatan. “Kami akan terus menyosialisasikan peraturan itu kepada FK dan rumah sakit pendidikan,” tegas One. (lyn/c15/fat)
Sumber: Jawa Pos, 25 Juli 2016
Picture:https://pixabay.com/id/vaksinasi-dokter-jarum-suntik-medis-1215279/ 


Monday, 25 July 2016

Swim

Bermacam Manfaat Ajak Anak Berenang

Rangsang Motorik sampai Nafsu Makan

Melihat bayi berenang memang mengasyikkan. Responsnya terhadap air membuat wajahnya mengeluarkan beragam ekspresi. Para bunda tidak boleh ragu mengenalkan air kepada anak sejak mereka bayi. Dengan cara yang tepat, segudang manfaat akan didapat.
                SPESIALIS anak Siloam Hospitals Surabaya dr Dian Pratamastuti SpA menyatakan, berenang mempunyai banyak manfaat anak-anak. “Tapi, itu bisa didapat bila orang tua memberikan tahapannya dengan tepat,” ulas Dian.
                Tahapan yang dimaksud lebih berkaitan dengan waktu. Menurut Dian, bayi sudah bisa diberi stimulus lewat air pada usia 3 bulan ke atas. Pada usia itu, tulang lehernya sudah tegak. Stimulus lewat air bisa diberikan dengan cara membiarkan bayi  berenang dengan menggunakan neck ring. “Pilihlah yang tidak bergerigi sehingga tidak melukai kulit bayi,” kata Dian.
Mengajak bayi berenang bisa merangsang saraf motorik dan sensorik pada bayi. Dian menyebutkan, itulah yang dinamakan tahap pengenalan air sejak dini pada si kecil. Tapi, yang harus diingat adalah soal kolam.
Menurut American Association of Pediatric, seorang bayi baru diperbolehkan berenang di kolam renang umum pada usia 6 bulan ke atas. Sebelum 6 bulan, daya tahan tubuh bayi belum terbentuk sempurna. “Tapi kalau saya menyarankan, lebih baik dibawa ke kolam renang umum saat anak berusia 1 tahun,” ujarnya.
Semua itu, menurut doktor bidang neurologi anak di RSUD dr Soetomo-FK Unair tersebut, dilakukan demi kesehatan bayi. Selain karena imun bayi belum sempurna, kolam renang umum berisiko tinggi untuk bayi. Dalam kolam renang umum, kandungan kaporit dan airnya tidak aman. “Bayi belum tahu bahwa dia tidak boleh meminum airnya. Padahal, minum air kolam bahaya untuk bayi,” imbuhnya.
Waktu paling bagus untuk berenang adalah satu jam setelah makan. Saat itu bayi berada dalam posisi nyaman, belum mengantuk dan bisa diajak bercanda. Jangan pernah membiarkan bayi berenang saat kondisinya lapar karena nanti bayi bisa meminum air kolam.
Bila orang tua punya bujet, memang lebih baik membeli peralatan berenang sendiri. Misalnya, kolam kecil dari plastic yang bisa dilipat serta neck ring yang lingkarannya pas untuk leher bayi. Bila mempunyai peralatannnya, bayi bisa berenang setiap hari, malah bagus sebagai stimulus motorik dan sensorik si bayi,” ucapnya.
Saat berenang, suhu air yang baik 32-34 derajat Celcius. Suhu tersebut sama dengan suhu tubuh bayi. Berapa lama boleh dibiarkan dalam air? Sekitar 20-30 menit. Bila sudah terlihat kedinginan, kulitnya mengeriput, bayi ahrus segera diangkat dari air.
Setelah usia bayi lebih dari 1 tahun, orang tua bisa mengajaknya berenang di kolam renang umum. Pada usia itu, fungsi berenang sudah berbeda. Bila sebelum 1 tahun lebih pada merangsang motorik dan sensorik, pada tahap ini lebih pada personal sosial. “Pada usia 1 tahun keatas, bayi sudah bisa bicara dan berdiri, mendekati  sempurna,” imbuh alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tersebut.
Menurut Dian, banyak banyak balita berusia 2 tahun yang sudah bisa berenang. Walau hanya dengan gaya meluncur, mereka sadah paham teknik dasar. Sebenarnya yang lebih penting bukan supaya anak tersebut jago berenang.
Namun, bagaimana proses belajar gerakan-gerakan renang. Dia harus ditema orang dewasa. Memang lebih baik orang tuanya yang mengajari berenang. Hal tersebut melibatkan kerja sama, membangun relasi yang lebih erat antara orang tua dan anak.
Dengan belajar gerakan renang, energi mereka akan terkuras sehingga bisa meningkatkan nafsu makan dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Dian mengungkapkan, banyak orang dewasa yang tidak bisa berenang, bahkan takut untuk memulai belajar renang.
Hal itu bisa disebabkan salah stimulus sejak kecil. Jadi, pengenalan sejak bayi berusia bulanan sangat baik untuk tumbuh kembang anak ke depannya. “Saat tumbuh besar, anak tidak akan fobia terhadap air,” ucapnya. (ina/c23/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 29 Oktober 2015
Picture:https://pixabay.com/id/berenang-air-anak-kolam-renang-811197/  

Perlu diperhatikan
Sebelum Berenang
* Kenakan baju renang yang layak.
* Lakukan pemanasan. Bisa dalam bentuk meregangkan tangan maupun kaki anak.
* Basahi tubuh anak dengan air yang bersuhu sama dengan suhu air kolam.
Saat Berenang
* Awasi agar anak tidak tersedak atau terminum air kolam.
* Latih anak agar aktif menggerakkan tangan dan kaki.
* Hentikan berenang bila anak tidak nyaman, misalnya mulai rewel atau menangis.
Sebelum Berenang
      * Mandikan dengan bersih agar kaporit benar-benar hilang.
          * Olesi minyak penghangat ke tubuh anak.
          * Kenakan pakaian bersih.

Orang Dewasa Wajib Mendampingi
            SECARA umum, berenang bagi bayi atau batita memiliki sejumlah manfaat. Aktivitas fisik sejak dini membantu fisik anak untuk makin kuat dan berkembang. “Yang paling terlatih adalah sistem gerak dan otot,” ujar Dr Choesnan Effendi AIF AIFO, pakar fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
            Kekuatan otot dan gerak berkaitan dengan sistem motorik. Makin sering anak diajak berenang, gerak tubuh akan aktif. Pada jangka panjang, anak bakal mempunyai pengendalian dan kemampuan motorik yang baik. Perkembangan tulang dan otot akan makin optimal. Pertumbuhan anak pun bisa maksimal.
            Manfaat kesehatan lainnya terkait dengan paru-paru dan jantung. Mengingat berenang adalah olahraga kardiovaskular, dua organ tubuh itu dapat terlatih dengan baik. “Sistem kardiosirkulasi pada tubuh anak bakal meningkat,” kata Choesnan. Kardiosirkulasi meliputi peredaran darah dan sirkulasi udara pada pernapasan.
            Daya tahan tubuh anak bisa makin meningkat. Sebab, berenang mampu meningkatkan pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit pada tubuh anak. Peningkatan sel, terlebih sel darah putih, akan mempercepat pembentukan antibody. Karena itu, tubuh anak kian kebal terhadap penyakit.
            Latihan berenang bagi bayi atau batita harus dilakukan bertahap. Pertama, bayi atau batita harus dikenalkan pada air lebih dulu. Caranya, bermain di kolam dangkal. Lebih bagus lagi kalau airnya hangat. Pengenalan air itu bertujuan menumbuhkan keberanian pada anak sebelum masuk ke kolam yang lebih dalam.
            Setelah anak terbiasa dengan air, latihan dapat dilakukan di kolam yang lebih dalam dengan pendampingan orang dewasa. Agar lebih aman, penggunaan pelampung atau neck ring disarankan. Sebagai gerakan awal, ajak bayi atau batita menggerakkan kaki dan tangan ketika berada di air.
            Selain untuk pencegahan tenggelam, pendampingan orang dewasa wajib ada supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Tersedak atau terminum air kolam bisa berdampak pada gangguan pernapasan dan pencernaan anak-anak,” jelas Choesnan. (len/c14/ayi)
TAHAPAN BERENANG
USIA 3 – 12 BULAN
USIA 1 TAHUN KE ATAS
MANFAAT
Stimulus saraf motorik dan sensorik
MANFAAT
Membangun relasi social, meningkatkan nafsu makan, membuat tidur lebih nyenyak, dan melatih otot
TIDAK BOLEH
Mengajak berenang di kolam renang umum. Berenang saat bayi mengantuk, lapar, rewel, dan sakit.
TIDAK BOLEH
Berenang saat kondisi tidak fit.
BOLEH
Setiap hari berenang selama sekitar 20 menit dengan suhu air 32 – 34 derajat Celcius.
BOLEH
Berenang di kolam renang umum dengan pengawasan orang tua.

Sumber: Jawa Pos, 29 Oktober 2015


Saturday, 23 July 2016

Hair

Ayo Kenali Jenis Rambut Kita
Si Rapuh yang Rawan Gangguan
Rambut adalah mahkota perempuan. Kalimat tersebut sangat akrab di telinga kita. Mau panjang, pendek, lurus, keriting atau wavy, tetap saja rambut adalah aksesori alami penunjang penampilan. Saying, rambut rawan mengalami gangguan. Yuk, kenali lebih lanjut.
            SECARA garis besar, rambut dibagi menjadi tiga jenis, yakni normal, kering, dan berminyak. Penyebabnya bisa bersifat genetis maupun nongenetis. Bagi yang memiliki rambut normal, tugas Anda hanya merawatnya supaya tidak terkena gangguan nongenetis. Namun, bagi yang memiliki rambut kering dan berminyak, berikan perhatian khusus.
Indikatornya yang sehat bisa dilihat dari beberapa hal. Yang pertama adalah kilaunya. Rambut sehat akan terlihat berkilau dan tidak kusam. Yang kedua adalah ketebalan rambut. Yang terakhir, kekuatan rambut. Kekuatan itu dilihat dari frekuensi kerontokan yang sedikit.
Dokter Melania Sasongko SpKK, praktisi kecantikan kulit dan rambut, menjelaskan beberapa gangguan yang bisa terjadi terhadap rambut. Gangguan rambut berminyak sering terjadi kepada mereka yang tinggal di daerah tropis. Faktor genetis juga menjadi penyebabnya. “Karena factor genetis, produksi minyak di kulit kepala jadi berlebihan,” tutur dokter yang bertugas di Surabaya dan Jember tersebut. Minyak di kulit kepala itu lalu menyebar ke rambut. “Akhirnya, rambut ikut berminyak dan tampak lepek,” lanjutnya.
Kulit kepala berminyak akan mengakibatkan masalah yang lain, yakni ketombe. Ketombe sebenarnya merupakan kulit kepala yang luruh dan mengelupas. Itu sangat normal, mengingat kulit kepala juga beregenerasi. Namun, karena kondisi rambut berminyak, kulit kepala yang yang mengelupas akhirnya menumpuk. Pada suatu saat, kulit yang menumpuk itu berjatuhan. “Jika pakai baju gelap, kan kelihatan,” jelas Melania.
Masalah lainnya adalah pewarnaan atau pigmentasi. Itulah yang mengakibatkan warna rambut tidak merata atau bahkan muncul uban. Faktornya bisa bisa berbagai macam, bisa pengaruh usia, psikis (stress), ataupun bahan kimia. Gangguan pigmentasi juga bisa terjadi karena penyebab lain yang dikenal sebagai vitiligo. Gangguan itu menyerang akar rambut sehingga zat-zat penghasil pigmen tidak diproduksi dengan lancar.
Selanjutnya, yang sering dikeluhkan banyak perempuan adalah kerontokan. Secara fisiologis, rambut akan mengalami kerontokan secara alami. Itu merupakan bentuk regenerasi. Jika mendapati rambut rontok, Anda tidak boleh langsung panik dan mengklaim rambut tidak sehat. “Patokannya adalah 100 helai per hari. Jika yang rontok lebih dari 100 helai, itu bisa dikatekorikan sebagai gangguan,” ujar Melania mengingatkan.
Jenis rambut lainnya adalah kering. Rambut kering umumnya terjadi karena faktor eksternal. Mulai terpapar cahaya matahari, salah sampo, polusi, hingga bahan kimia dari produk kecantikan rambut. Yang paling jelas terlihat, rambut menjadi kusam dan tampak memerah jika terkena sinar matahari. Rambut juga sulit diatur dan terlihat megar.
Rambut dengan jenis itu berpotensi bercabang. Dalam kondisi kering atau kusam, rambut akan lebih mudah rapuh dan akhirnya pecah. Itulah yang membuat rambut bercabang di bagian ujung. Selain itu, kesalahan saat menggunting bisa mengakibatkan kondisi tersebut. “Biasanya, kalau razor atau pemotongnya tumpul, kutikula atau lapisan rambut akan rusak sehingga rambut bisa bercabang,” tambah Jeffry Soe, hair stylist Jeffry Hair & Makeup.
Jika rambut Anda tergolong kering atau mudah rontok, styling rambut perlu dibatasi. Bahan kimia atau panas dari hair dryer dan catok bakal memperparah rambut Anda. “Panas akan membuat protein rambut rusak dan berpengaruh pada kualitas rambut,” jelas Melania. Untuk mengeringkan rambut, dia menyarankan cukup diangin-anginkan saja. Atau, dilap dengan handuk. (len/c19/jan)
Sumber: Jawa Pos, 7 Agustus 2015
Picture :https://pixabay.com/id/kecantikan-brunette-lucu-peralatan-15932/

Beda Jenis, Beda Perawatan
·         Rambut Normal. Keramas bisa dilakukan dua kali sehari. Agar rambut lebih sehat, bisa dilakukan crembath sebulan sekali.
·         Rambut berminyak. Gunakan sampo dengan formula sebum-control yang bisa membatasi produksi minyak, keramas setiap dua hari sekali.
·         Rambut kering. Gunakan masker rambut atau conditioner agar rambut lebih mudah ditata. Lindungi pula rambut dari paparan sinar matahari secara langsung.
·         Rambut rontok. Gunakan tonic untuk memperkuat akar rambut. Penggunaan tonic juga bisa membuat rambut lebih lembap. Bagi Anda yang berhijab, langkah ini bisa dilakukan.

Penyebab Gangguan Rambut
·         Genetis: Sering terjadi pada rambut berminyak. Produksi minyak pada kulit kepala terjadi karena keturunan.
·         Polusi: Asap kendaraan bisa membuat rambut kering dan rusak.
·         Bahan kimia: Bagi Anda yang gemar mewarnai atau mencatok rambut, panas dan zat kimia pewarna cenderung membuat rambut kering.
·         Kesalahan memilih produk: Pilihlah produk perawatan rambut yang sesuai. Iritasi kulit kepala bisa terjadi kalau tidak cocok dengan produk yang kita pilih.
·         Hormonal: Umumnya terjadi pada perempuan yang baru saja melahirkan. Kondisi hormone yang tidak stabil mengakibatkan kerontokan rambut. Kebiasaan mencabut rambut yang berlebihan.

·         Kesalahan saat memotong rambut: Gunting atau razor yang tumpul akan merusak lapisan rambut dan membuatnya bercabang.

Friday, 22 July 2016

Parkinson

Ketahui Gejala Khas Parkinson
Ditandai Kondisi TRAP
Selama ini, parkinson selalu dikaitkan dengan usia lanjut. Namun, tidak berarti yang usia produktif tak perlu waspada. Ada empat gejala khas dari penyakit yang menyerang sistem gerak itu. Yuk cek diri sendiri juga.

                PADA pasien Parkinson, yang diserang adalah sel saraf di bagian otak yang bernama basal ganglia, yang berfungsi mengontrol gerakan tubuh. Dokter Frandy Susita SpS menerangkan, sel saraf membutuhkan neurotransmitter yang bernama dopamine dan acetylcholine dalam jumlah seimbang agar dapat memberikan sinyal terhadap sel untuk mengontrol gerakan tubuh.
Penderita Parkinson kekurangan dopamine dalam tubuh. Faktor penyebabnya, selain usia, adalah faktor genetis, infeksi virus, dan paparan bahan kimia berbahaya seperti mangan, karbon disulfide, insektisida, trichloroethylene (TCE), serta perchloroethylene (PERC) yang merupakan bahan pelarut cat dan lem.
Kebanyakan penyakit itu menyerang usia di atas 60 tahun. Angka kejadian pada pasien di bawah usia 60 tahun hanya sekitar 4 persen. Namun, ada pasien yang baru berusia 28 tahun didiagnosis Parkinson. “Kalau sudah menyerang di usia muda, biasanya faktor keturunan yang paling berperan,” ujar dr Frandy.
Parkinson ditandai dengan empat gejala khas yang biasa disingkat TRAP. T yaitu tremor atau gemetar yang menyerang dalam kondisi istirahat (diam). “Bukan gemetar ketika mengambil atau melakukan sesuatu. Justru ketika diam,” ujar spesialis saraf dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, tersebut.
Biasanya, tremor diawali pada satu sisi tubuh. Misalnya tangan, kaki, ataupun kepala sisi kiri. Pada tahapan lanjut, tremor dirasakan pada kedua sisi tubuh. Berikutnya rigidity (kekakuan) sehingga berjalan seperti robot. Kekakuan juga sering terjadi pada wajah. Lalu, akenesia, yaitu jalan melambat. Yang keempat adalah postural instability. Keseimbangan terganggu sehingga si penderita mudah goyang dan terjatuh ketika berjalan.
Selain gejala khas yang merupakan gejala motorik tersebut, ada gejala nonmotorik. Antara lain, mudah lupa (tapi tidak parah), kecemasan yang berlebih, depresi, dan gangguan pola tidur. “Juga gangguan berkemih dan BAB, daya penciuman berkurang, bicara menjadi pelan, tulisan menjadi kecil-kecil, raut muka tampak datar,” urai dr Frandy. Gejala nonmotorik itu bisa berbeda-beda pada tiap pasien.
Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terserang penyakit itu? “Yang bisa dilakukan adalah memperlambat progresivitasnya. Jika masih stadium awal, dengan obat, fisioterapi, dan olahraga,” paparnya.
Latihan fisik tersebut dimaksudkan untuk memperkuat tulang, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan mencegah kekauan. Di antaranya, melatih otot wajah, rahang. Dan suara dengan memaksimalkan gerakan bibir serta mengunyah makanan sekuat-kuatnya. Oleh tubuh yang disarankan adalah berenang serta tai chi. (nor/c11/ayi)
Serba-serbi Parkinson
·         Menyerang 1:1.000 orang di atas usia 65 tahun.
·         Perjalanan penyakit Parkinson selalu sama, berurutan dari stadium I hingga V
·         Pada stadium I dan II, Parkinson diatasi dengan obat. Ketika pasien sudah masuk stadium III atau IV, dokter memberikan rekomendasi untuk operasi.
·         Namun, operasi bisa tidak direkomendasikan ketika ada kontraindikasi seperti kanker stadium lanjut, gangguan jantung berat, atau penyakit dalam lain. Juga tidak dianjurkan untuk pasien di atas usia 75 tahun.

Stadium Penyakit
Stadium I
Tremor di satu sisi membuat penderita mulai sulit melakukan kegiatan karena gemetar tidak terkendali. Postur tubuh tidak stabil, keseimbangan berkurang, dan ekspresi wajah abnormal.
Stadium II
Gejala mulai menyebar ke anggota tubuh sisi lain, seperti tremor pada kedua kaki dan kedua sisi tubuh. Penderita sulit berjalan dan menjaga keseimbangan.
Stadium III
Penderita tidak mampu berjalan lurus dan berdiri serta pergerakan tubuh melamban.
Stadium IV
Gejala makin serius, timbul kekakuan atau bradykinesia (perlambatan serta hilangnya gerakan spontan dan rutin). Penderita tidak mampu mengurus diri sendiri, misalnya mengancingkan baju atau menulis.
Stadium V
Pada stadium akhir ini, Parkinson telah mengambil alih kendali tubuh sehingga pasien hanya bisa berbaring di tempat tidur dan segala sesuatunya perlu bantuan.
Sumber : Jawa Pos, 12 April 2016
Picture:https://pixabay.com/id/tangan-tangan-gemetar-perjanjian-375260/ 

Monday, 18 July 2016

High Heels and Skinny Jeans

Akibat Terlalu Sering Mengenakan High Heels dan Celana Skinny
Ada Risiko Terkena Compartment Syndrome
Perpaduan antara celana Skinny dan high heels sanggup menampilkan bentuk kaki jenjang serta tubuh bak peragawati. Namun, penggunaannya harus smart. Sebab, berbagai gangguan kesehatan bisa terjadi jika sering menggunakannya.
                
BERDASAR pemberitaan di USA Today, Juni lalu seorang perempuan di Australia dilarikan ke rumah sakit. Penyebabnya adalah pemakaian skinny jeans yang terlampau ketat. Kaki perempuan yang tak disebutkan namanya itu bengkak, kebas, bahkan terdapat kerusakan pada jaringan otot dan saraf. Bagian kaki dan tungkainya mengalami apa yang disebut sebagai compartment syndrome. Penderita pun sulit berdiri dan berjalan secara normal.
Compartment syndrome  merupakan salah satu gangguan yang ditimbulkan oleh gangguan material pakaian yang terlalu ketat. Umumnya, sindrom itu menyerang bagian abdomen (kaki hingga paha) dan lengan. Tak ayal, penggunaan skinny jeans atau celana ketat bisa meningkatkan potensi terkena gangguan tersebut di bagian kaki.
Dokter Robertus Dhany Prasetyanto Sp BKTV dari Rumah Sakit RKZ Surabaya menjelaskan, kompartemen adalah sebuah bagian terdiri atas otot, pembuluh darah, dan saraf. Dalam tubuh manusia, kompartemen banyak ditemukan di kaki dan lengan. Ia juga merupakan bagian yang paling sering bergerak.
Karena banyaknya pergerakan di bagian itu, memang  sebaiknya bagian-bagian kompartemen tidak terbungkus pakaian dengan ketat. Selain gerak, peredaran darah akan terhambat. “Pada pemakaian celana skinny, aliran darah terhambat adalah dari kaki ke jantung,” ujar Dhany.
Sejatinya, darah dari kaki mengalir kembali ke jantung lewat pembuluh vena. Terdapat dua jenis pembuluh vena, yakni vena dalam dan vena luar. Yang terdampak gangguan celana skinny adalah vena luar. Karena tergencet, aliran darah pada pembuluh vena melambat dan tidak bisa berjalan lancar menuju jantung. Darah pun terkumpul di kaki sehingga mengakibatkan pembengkakan.
Pembengkakan, yang kadang disertai nyeri, lantas bisa bertambah parah. Warna kaki yang semula merah karena bengkak berangsur membiru. Bagian saraf yang tergencet juga terdamapak, yang ditandai dengan sensasi kesemutan dan kebas. Lama-kelamaan, saraf tidak berfungsi dan kulit mulai mati rasa. Itulah dampak ekstrem dari compartment syndrome.
Selain kaki, bagian lengan bisa terkena gangguan tersebut walaupun jarang terjadi. Umunya, atasan dengan bagian lengan yang terlalu ketat menjadi penyebabnya. “Dampak atau sensasi yang ditimbulkan kurang lebih sama dengan compartment syndrome pada kaki,” jelas Dhany.
Selain celana atau pakaian yang terlalu ketat, pemakaian high heels perlu cermat. Sepatu hak tinggi ternyata juga membuat aliran darah melambat karena pembuluh darah yang posisinya berubah. Apalagi, sepatu hak tinggi yang digunakan berbentuk stiletto sehingga posisi tungkai tertarik ke belakang.
Sepatu high heels juga bisa mengakibatkan terjadinya ortopedi. “Bentuk sepatu akan mengakibatkan kerusakan pada persendian di ankle dan lutut,” ujar dr Their Effendi SpOT, pakar ortopedi dari Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi Surabaya. Yang paling sering terjadi adalah osteoarthritis atau radang sendi.
Penggunaan high heels yang berlebihan akan membuat sensasi nyeri di bagian kaki. Itu merupakan gejala awal terjadinya radang sendi. Jika rasa nyeri itu dibiarkan, radang sendi bakal menyerang. Kerusakan sendi secara permanen pun bisa terjadi. “Bahkan, rasa nyeri itu bisa menjalar hingga bagian atas, yakni pinggang atau punggung,” tutur Their.
Peradangan tidak hanya tejadi pada persendian. Bentuk high heels yang meruncing di bagian ujung juga akan memengaruhi kesehatan telapak kaki. Yang bisa trerdampak adalah bagian jari dan tumit. Jari dan tumit awalnya akan berwarna kemerahan dan terasa sakit. Lama-kelamaan, peradangan atau luka bisa terjadi. Bahkan mengubah bentuk tulang jari dan tumit.
Karena itu, Dhany menambahkan, sebaiknya celana ketat dan sepatu hak tinggi tidak digunakan setiap hari. “Jangan tiap kesempatan menggunakan celana skinny. Misalnya, dua atau tiga hari sekali saja,” ujar Dhany. (len/c19/jan)
Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015

Kulit Bisa Iritasi
            BUKAN hanya gangguan kesehatan di bagian kaki, penggunan celana skinny dan high heels juga dapat mengakibatkan gangguan lain. Mulai gangguan kulit hingga kemandulan.
            Dokter Ahmad Anies Shahab SpU dari RS Bedah Surabaya menjelaskan, terlampau sering mengenakan celana skinny bisa kena gangguan organ intim. “Tidak hanya menggencet saraf di kaki, tapi juga area organ intim. Suhu di area itu makin lembap,” terangnya. Apalagi yang berbahan jins karena sifatnya kuarang bisa menyerap keringat.
            Suhu lembap menjadi tempat ideal bagi tumbuhnya jamur. Salah satu gangguan yang disebabkan jamur adalah PID (pelvic inflammatory disease) atau gangguan pada bagian genitalia di panggul. Jika PID dibiarkan terlalu lama, akan terjadi penyempitan di saluran tuba fallopi yang menuju ovarium. Kesuburan pun dapat berkurang.
            Anies mengungkapkan, celana skinny bisa mengakibatkan gangguan kulit. Sebab, celana tersebut berpengaruh pada proses aerasi atau kemampuan kulit untuk bernapas dan menjadi saluran keringat. Kalau keringat terhambat keluar, kulit bakal iritasi. “Tandanya adalah gatal dan kemerahan,” tutur dia.
Selain di bagian genitalia, jamur dan bakteri bisa tumbuh pada kulit di bagian lipatan, yakni selangkangan dan belakang lutut. Bagian itu memiliki tingkat kelembapan yang tinggi karena keringat tidak dapat keluar dengan baik. (len/c14/jan)
Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015

Smart Menggunakan Celana Skinny dan High Heels
·         Kenakan hanya untuk acara tertentu. Pilih skinny jeans yang tidak terlalu ketat, tetapi tetap membentuk kaki.
·         Imbangi penggunaan skinny jeans dengan tidak mengenakan pakaian dalam yang terlampau ketat.
·         Cari bahan yang mudah menyerap keringat.
·         Jangan gunakan skinny jeans untuk aktivitas yang memerlukan banyak gerak.
·         Untuk high heels, penggunaan stiletto sebaiknya dibatasi. Untuk kegiatan sehari-hari, pilihlah sepatu dengan hak yang tidak lebih dari 5 cm.
·         Saat sedang duduk dengan menggunakan skinny jeans dan high hells, jangan menekuk kaki. Luruskan kaki agar aliran darah tetap lancar dan bagian lipatan tidak tertekan.

Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015
Picture :https://pixabay.com/id/perempuan-model-mendoza-latin-1211747/ 


Saturday, 2 July 2016

Psikologi Anak: ANAK dan GAMBAR PERSEGI

Seorang Anak dan Gambar Persegi
Bismillahirrahmanirrahim
Oleh : Khoirul Anwar

Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain. Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk 'ayah suaminya' (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup bersama mereka di sebuah kamar di luar bangunan rumah, yaitu di pelataran rumah. Adalah sang ibu melayaninya sesuai dengan kemampuannya, dan sang suami ridha dengan pelayanan terhadap ayahnya yang tidak pernah meninggalkan kamarnya karena kesehatannya yang lemah. Sang ibupun cepat-cepat memberi sang
mertua makanan. Dan bertanya kepadanya, apakah sang ayah membutuhkan pelayanan lain, lalu dia pergi meninggalkannya. Saat dia kembali ke tempatnya bersama dengan putra-putrinya, dia memperhatikan bahwa anak bungsunya tengah menggambar lingkaran dan persegi. Dia meletakkan di dalam lingkaran dan persegi tersebut simbol-simbol. Maka sang ibupun bertanya: "Apa yang kamu gambar?" Si bungsu menjawab dengan penuh kecerdasan: "Sesungguhnya aku tengah menggambar rumahku yang nanti aku akan tinggal di dalamnya saat aku dewasa dan menikah," jawaban si anak menggembirakan sang ibu. Lalu, sang ibu bertanya: "Di mana engkau akan tidur?" Si anakpun memperlihatkan kepada sang ibu setiap persegi dan berkata: "Ini adalah kamar tidur....ini dapur ... ini ruang tamu.." Dia menghitung-hitung apa saja yang dia ketahui dari ruang-ruang yang terdapat di rumahnya. Lantas dia meninggalkan satu kotak persegi sendirian di luar daerah yang telah dia gambar yang mencakup keseluruhan kamar. Sang ibu pun terheran, dan berkata: "Lalu mengapa kamar ini ada di luar rumah? Terpisah dari kamar kamar yang lain?" Si anak menjawab: "Kamar tersebut untuk ibu, aku akan meletakkan ibu di sana, ibu akan hidup di sana sendirian sebagaimana kakekku yang sudah tua." Sang ibupun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putranya. "Apakah aku akan sendirian di luar rumah di pelataran rumah tanpa bisa bersenang-senang dengan berbicara bersama anak-anakku? Aku tidak bisa berbahagia dengan
ucapan-ucapan mereka, kebahagiaan mereka, dan permainan mereka saat aku lemah, tidak mampu menggerakkan tubuh? Siapa yang aku ajak bicara saat itu? Apakah aku akan menghabiskan sisa umurku sendirian di antara empat sisi dinding kamar tanpa bisa mendengar suara anggota keluargaku? Maka sang ibu cepat-cepat memanggil pembantu, kemudian dengan cepat memindah perabotan ruang tamu yang biasanya merupakan ruang yang paling baik, kemudian menghadirkan
ranjang ayah suaminya, lalu memindah perabotan ruang tamu ke dalam kamar sang kakek yang ada di pelataran rumah. Di saat sang suami pulang, dia terperanjat dengan apa yang dia lihat, dan takjub, lalu bertanya apa penyebab perubahan ini? Sang istri menjawab dengan air mata yang
berlinangan di kedua matanya: "Sesungguhnya aku memilih ruang yang paling indah untuk kita hidup didalamnya. Jika Allah memberikan kepada kita umur sampai usia lanjut yang lemah untuk bergerak. Dan biarlah tamu berada di ruang luar di pelataran rumah." Sang suami pun faham apa yang dimaksud oleh sang istri, lalu memuji perbuatannya terhadap ayahnya yang tengah melihat
kepada mereka dengan senyuman dan pandangan mata keridhaan. Sementara sang anak... dia menghapus gambarnya... dan tersenyum.

Friday, 1 July 2016

Mahkotadewa

Riset Mahkotadewa :
Setahap Menuju
Panasea Mujarab
Mahkotadewa yang awalnya hanya dikenal oleh kalanagan Keraton Mangkunegaran Solo dan Yogyakarta, kini menjadi obat mujarab bagi semua orang. Bukan hanya pengalaman empiris, tapi terbukti secara ilmiah.
            INNOCENTIA baru saja menapaki jalan di luar sekolah ketika mobil berkecepatan tinggi menabraknya, pelajar kelas II SMU Muhammadiyah, Ciputat, Jakarta Selatan itu berlumur darah dan segera dilarikan ke rumahsakit. Bulan berikutnya, kondisi tubuh Inno kian memburuk. Sebuah benjolan tumbuh di kepala belakang.
 Setiap kali sakit datang mengimpit, kepala terasa panas, pusing, dan sakit tak terperi. Kerap darah mengalir deras dari hidung. Untuk merdam sakit itu Inno acap memasukkan kepala ke mesin pendingin. Pascatabrakan itu, Inno 5 kali anfal pada Januari, Mei, Juni, Juli, dan Agustus 2005. Untuk memastikan penyakit, ia di CT-Scan. Hasilnya? Inno mengidap kanker otak stadium III A.
Vonis itu membuat ibunya, Ida Anastasia takut, cemas, panik, dan stres. Berbagai pengobatan alternatif dicobanya. Dari kerabat, Ida memperoleh informasi tentang pengobatan herbal mahkotadewa. Inno yang sempat dibawa ke kamar mayat karena dinilai meninggal itu akhirnya mengonsumsi rebusan mahkotadewa 3 kali sehari. Toh, pengobatan itu hampir saja membuatnya putus asa karena benjolan pecah menjadi luka berlubang. Namun, saat luka mongering, Inno diCT-scan. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan lagi sel kanker di otak.
Rosalina (31) juga merasakan khasiat mahkotadewa. Warga Cakung, Jakarta Timur, itu mengalami haid berkepanjangan hingga 3 bulan. Hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Saint Mary, Jakarta, menunjukkan ia mengidap kista ovarium dan mioma. Selama 6 bulan ia mengkonsumsi 2 kapsul mahkotadewa 2 kali sehari. Hasilnya, mioma dan kista ovariumnya lenyap.
Manusiawi
Innocwntia dan Rosalina hanya bagian kecil dari responden uji klinis pragmatis (UKP) yang ditempuh PT Mahkotadewa Indonesia serta pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi. Menurut direktur utama PT Mahkotadewa Indonesia. Hengki Purnama, uji klinis berlangsung selama setahun. Ada 1.200 pasien yang terlibat dalam uji itu. Mereka mengidap kanker payudara (840 pasien), kanker otak (120), dan kanker rahim (240).
Dr Ahkam Subroto, periset Puslitbang Bioteknologi menuturkan UKP menjadi tren baru di dunia medis dewasa ini. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Israel, Kanada, dan Australia mengadopsi sistem itu. Pertimbangannya, UKP dinilai lebih manusiawi ketimbang uji klinis konvensional (UKK). Dalam UKP pasien diperlakukan lebih manusiawi dan komprehensif. Berbeda dengan UKK.
Perkembangan yang dialami oleh pasien dicatat sehingga, “Arsip pasien bisa segini,” ujar Dr Ahkam Subroto sembari merenggangkan ibu jari dan telunjuk sejauh 8cm. dengan penanganan terpadu seperti itu, UKP mahkotadewa memberikan hasil menggembirakan. “Tingkat kesembuhannya amat tinggi,” ujar Ahkam. Di Indonesia sebagian dokter memang belum mengakui UKP. Namun, itu bukan masalah. “Yang tidak diakui oleh dokter, belum tentu tak ilmiah. Sebaliknya yang diakui oleh dokter pun belum tentu ilmiah,” ujar Ahkam.
Antikanker  
Banyak riset ilmiah membuktikan keampuhan mahkotadewa. Prof Dr Akio Mimura, guru besar tamu di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, meriset di Tokyo dan membuktikan mahkotadewa antikanker. Pada uji in vitro, kanker leukemia terbukti mengalami apoptosis. Artinya Phalaeria macrocarpa itu mengembalikan sifat kealamiahan sel. Sel akhirnya mati dengan program bunuh diri. Riset antikanker lain dilakukan Fajar Tito dan rekan dari Fakuktas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Mereka membuktikan crown of god itu antikanker dengan cara antiangiogenik. Angiogenesis merupakan peristiwa pertumbuhan pembuluh darah baru, yang memungkinkan sel kanker mendapatkan pasokan nutrisi dan oksigen, sehingga dapat terus bertahan hidup.
Uji penghambatan angiogenesis dilakukan dengan menginduksi sel kanker ke embrio ayam umur 8-9 hari dalam tujuh kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol, II kontrol bFGF, III kontrol bFGF + pelarut DMSO 0,8%, IV, V, VI, dan VII sebagai kelompok terakhir diberi bFGF 30 ng dan ekstrak buah mahkotadewa berdosis masing-masing 10 μg/ml, 40 μg/ml, 80μg/ml, dan 160 μg/ml yang diinjeksi melalui lubang.
Setelah diinkubasi selam 3 hari – saat itu umur embrio 12 hari – telur dibuka dan isi telur dikeluarkan. Kemudian membran korio alantois yang melekat pada cangkang diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Jumlah pembuluh darah yang terbentuk dihitung. Hasilnya, ekstrak buah mahkotadewa memberikan aktivitas antiangiogenetik dengan presentase penghambatan berturut-turut untuk masing-masing kadar yang dicobakan adalah 10,44 %, 25,37 %, 39,40 %, dan 58,50 %.
Luas   
Di masyarakat, penggunaan mahkotadewa tak Cuma sebatas pengobat kanker. Secara empiris, masyarakat telah menggunakannya sebagai panasea mujarab penakluk berbagai penyakit. Saying, cara pemakaian dan dosis yang tepat masih dalam coba-coba dan tidak terstandar.
Itu sebabnya penelitian tentang tingkat toksisitas alias ambang batas aman mengkonsumsi mahkotadewa dilakukan. Risetnya dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Toksisitas akut ekstrak buah mahkotadewa menghasilkan nilai  infus 67,32 mg/20 g bb (bobot tubuh) mencit; nilai  ekstrak etanol adalah 38,14 mg/20 g bb mencit.
Sedangkan uji terhadap perasan buah mahkotadewa yang diberikan oral selama 14 hari dengan dosis 1,41 g/kg bb; 3,53 g/kg bb; 8,82 g/kg bb; 22,05 g/kg bb memiliki perbedaan hasil. Semua tikus mengalami perubahan pada hati berupa hiperemi, pada usus terlihat adanya erosi epitel villi intestinal, pada organ ginjal terlihat adanya hemoragi. Tandanya, perasan daging buah mahkotadewa mempengaruhi sistem vaskuler berupa peningkatan aliran darah dan peningkatan permeabilitas vasa. Namun, kerusakan jaringan itu bisa disembuhkan dengan penghentian konsumsi.
Uji toksisitas kembali dilakukan dengan mahkotadewa dilarutkan dalam ekstrak air, ekstrak etanol 30%, dan ekstrak air tanpa pemanasan. Dosis oralnya 2.500 mg/g bb atau 100 kali dosis yang biasa dikonsumsi manusia (DK). Hasilnya, tidak mengalami kematian selama 24 jam pertama hingga 14 hari masa percobaan. Lantaran menurut klasifikasi toksisitas akut pada hewan  sebesar 200 –2.000 mg/kg termasuk tingkat yang berbahaya bagi mencit, berarti ekstrak mahkotadewa tidak berbahaya. Tidak adanya kematian pada dosis 500 kali DK (12.500 mg/kg bb) dan 1.000 kali DK (25.000 mg/kg bb) memperteguh keyakinan mahkotadewa tidak toksik.
Antidiabetes
Penelitian khasiat mahkotadewa sebagai antidiabetes dilakukan Puslitbang Farmasi dan Obat tradisional. Hasilnya, ekstrak buah mahkotadewa dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabet pada dosis 110 mg/200 g bb atau setara dengan glikazid 1,4 mg/ 200 g bb. Itu diperkuat oleh riset Ahmad Muhtadi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran.
Sebanyak 250 mg/kg bb, 500 mg/kg bb, dan 1.000 mg/kg bb ekstrak mahkotadewa diberikan pada tikus percobaan. Sebagai pembanding, obat diabetes klorpropamid dengan dosis 100mg/kg bb. Hasilnya, ekstrak etanol buah mahkotadewa dengan dosis1.000mg/kg bb memiliki aktivitas antidiabetes tertinggi (40,83%), diikuti dosis 500mg/kg bb (37,56%), dan dosis 250mg/kg bb (22,14%).
Berbekal penelitian itu, Lestari Handayani dan Suhartmiati dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan, melakukan uji klinis. Sebanyak tujuh belas pasien diabetes mellitus mengikuti pengobatan selama 4 minggu dan dilakukan observasi klinik berupa pemeriksaan fisik dan laboraturium seperti kadar glukosa darah, serum keratin, SGOT, dan SGPT. Hasilnya, konsumsi kapsul ekstrak mahkotadewa tidak manjur sebagai penurun glukosa darah.
 Penjaga hati
Jika mahkotadewa dicampur dengan herba lain seperti sambiloto Andrographis paniculata, daun salam Syzygium polyanthum, dan umbi daun dewa Gynura segetum, menurunkan kadar gula darah hingga 58,14 mg/dL setelah 3 minggu konsumsi. Bahkan, ketika ramuan dibarengi dengan obat antidiabetik oral (ADO) sulfonylurea, selama 2 minggu konsumsi kadar gula darah turun hingga 91,48 ± 72,11 mg/dL. Nilai itu dua kali lebih cepat disbanding konsumsi sulfobilurea tunggal, yang hanya menurunkan 59 mg/dL. Toh, meski digabung, fungsi hati dan ginjal tetap aman. Sebab, mahkotadewa juga terbukti memiliki aktivitas antilever.
Itu dibuktikan oleh Yosephine Liesworo P dan Luciana Kuswibawati. Mereka meneliti efek hepatoprotektif pada mencit jantan terinduksi parasetamol. Parasetamol salah satu senyawa model yang dapat digunakan untuk menggambarkan kerusakan hati bila dosis berlebih. Sejumlah 35 mencit jantan dibagi menjadi 7 kelompok. Pemberian hingga 250 mg selama 6 hari berturut-turut dilakukan secara oral sekali sehari.
Pada hari ke-7 semua mencit diambil darahnya melaui sinus orbitalis mata setelah rentang waktu 24 jam untuk ditetapkan aktivitas GPT-serumnya. Mencit dikorbankan untuk diambil hatinya untuk dibuat preparat hispatologis, kemudian diskoring menurut tingkat kerusakan. Data aktivitas GPT-serum dianalisis secara ststistik. Data persen efek hepatoprotektif dianalisis guna mencari kisaran HpD50. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daging buah mahkotadewa dosis 4,938; 3,527; 2,519 dan 1,799 g/kg bb diberikan secara oral mampu menurunkan aktivitas GPT-serum berturut-turut sebesar 51,80%, 59,62%, 73,66%, dan 83,98% terhadap kontrol positif parasetamol. Itulah sederet riset ilmiah yang membuktikan keampuhan mahkotadewa. (Vina Fitriani)

Sumber: Majalah TRUBUS Gold Edition-II, 2 Desember 2007
picture: www.bio-asli.com