Ayo Kenali Jenis Rambut
Kita
Si
Rapuh yang Rawan Gangguan
Rambut adalah mahkota perempuan. Kalimat tersebut
sangat akrab di telinga kita. Mau panjang, pendek, lurus, keriting atau wavy,
tetap saja rambut adalah aksesori alami penunjang penampilan. Saying, rambut
rawan mengalami gangguan. Yuk, kenali lebih lanjut.
SECARA garis
besar, rambut dibagi menjadi tiga jenis, yakni normal, kering, dan berminyak.
Penyebabnya bisa bersifat genetis maupun nongenetis. Bagi yang memiliki rambut
normal, tugas Anda hanya merawatnya supaya tidak terkena gangguan nongenetis.
Namun, bagi yang memiliki rambut kering dan berminyak, berikan perhatian
khusus.
Indikatornya
yang sehat bisa dilihat dari beberapa hal. Yang pertama adalah kilaunya. Rambut
sehat akan terlihat berkilau dan tidak kusam. Yang kedua adalah ketebalan
rambut. Yang terakhir, kekuatan rambut. Kekuatan itu dilihat dari frekuensi
kerontokan yang sedikit.
Dokter
Melania Sasongko SpKK, praktisi kecantikan kulit dan rambut, menjelaskan
beberapa gangguan yang bisa terjadi terhadap rambut. Gangguan rambut berminyak
sering terjadi kepada mereka yang tinggal di daerah tropis. Faktor genetis juga
menjadi penyebabnya. “Karena factor genetis, produksi minyak di kulit kepala
jadi berlebihan,” tutur dokter yang bertugas di Surabaya dan Jember tersebut.
Minyak di kulit kepala itu lalu menyebar ke rambut. “Akhirnya, rambut ikut
berminyak dan tampak lepek,”
lanjutnya.
Kulit
kepala berminyak akan mengakibatkan masalah yang lain, yakni ketombe. Ketombe
sebenarnya merupakan kulit kepala yang luruh dan mengelupas. Itu sangat normal,
mengingat kulit kepala juga beregenerasi. Namun, karena kondisi rambut
berminyak, kulit kepala yang yang mengelupas akhirnya menumpuk. Pada suatu
saat, kulit yang menumpuk itu berjatuhan. “Jika pakai baju gelap, kan kelihatan,” jelas Melania.
Masalah
lainnya adalah pewarnaan atau pigmentasi. Itulah yang mengakibatkan warna
rambut tidak merata atau bahkan muncul uban. Faktornya bisa bisa berbagai
macam, bisa pengaruh usia, psikis (stress), ataupun bahan kimia. Gangguan
pigmentasi juga bisa terjadi karena penyebab lain yang dikenal sebagai
vitiligo. Gangguan itu menyerang akar rambut sehingga zat-zat penghasil pigmen
tidak diproduksi dengan lancar.
Selanjutnya,
yang sering dikeluhkan banyak perempuan adalah kerontokan. Secara fisiologis,
rambut akan mengalami kerontokan secara alami. Itu merupakan bentuk regenerasi.
Jika mendapati rambut rontok, Anda tidak boleh langsung panik dan mengklaim
rambut tidak sehat. “Patokannya adalah 100 helai per hari. Jika yang rontok
lebih dari 100 helai, itu bisa dikatekorikan sebagai gangguan,” ujar Melania
mengingatkan.
Jenis
rambut lainnya adalah kering. Rambut kering umumnya terjadi karena faktor
eksternal. Mulai terpapar cahaya matahari, salah sampo, polusi, hingga bahan
kimia dari produk kecantikan rambut. Yang paling jelas terlihat, rambut menjadi
kusam dan tampak memerah jika terkena sinar matahari. Rambut juga sulit diatur
dan terlihat megar.
Rambut
dengan jenis itu berpotensi bercabang. Dalam kondisi kering atau kusam, rambut
akan lebih mudah rapuh dan akhirnya pecah. Itulah yang membuat rambut bercabang
di bagian ujung. Selain itu, kesalahan saat menggunting bisa mengakibatkan
kondisi tersebut. “Biasanya, kalau razor atau
pemotongnya tumpul, kutikula atau lapisan rambut akan rusak sehingga rambut
bisa bercabang,” tambah Jeffry Soe, hair
stylist Jeffry Hair & Makeup.
Jika
rambut Anda tergolong kering atau mudah rontok, styling rambut perlu dibatasi. Bahan kimia atau panas dari hair dryer dan catok bakal memperparah
rambut Anda. “Panas akan membuat protein rambut rusak dan berpengaruh pada
kualitas rambut,” jelas Melania. Untuk mengeringkan rambut, dia menyarankan
cukup diangin-anginkan saja. Atau, dilap dengan handuk. (len/c19/jan)
Sumber:
Jawa Pos, 7 Agustus 2015
Picture :https://pixabay.com/id/kecantikan-brunette-lucu-peralatan-15932/
Beda Jenis, Beda Perawatan
·
Rambut Normal. Keramas bisa dilakukan dua kali
sehari. Agar rambut lebih sehat, bisa dilakukan crembath sebulan sekali.
·
Rambut berminyak. Gunakan sampo dengan
formula sebum-control yang bisa
membatasi produksi minyak, keramas setiap dua hari sekali.
·
Rambut kering. Gunakan masker rambut atau conditioner agar rambut lebih mudah
ditata. Lindungi pula rambut dari paparan sinar matahari secara langsung.
·
Rambut rontok. Gunakan tonic untuk memperkuat akar rambut. Penggunaan tonic juga bisa membuat rambut lebih lembap. Bagi Anda yang
berhijab, langkah ini bisa dilakukan.
Penyebab Gangguan Rambut
·
Genetis: Sering terjadi pada rambut berminyak.
Produksi minyak pada kulit kepala terjadi karena keturunan.
·
Polusi: Asap kendaraan bisa membuat rambut
kering dan rusak.
·
Bahan kimia: Bagi Anda yang gemar mewarnai atau
mencatok rambut, panas dan zat kimia pewarna cenderung membuat rambut kering.
·
Kesalahan memilih produk: Pilihlah produk
perawatan rambut yang sesuai. Iritasi kulit kepala bisa terjadi kalau tidak
cocok dengan produk yang kita pilih.
·
Hormonal: Umumnya terjadi pada perempuan yang
baru saja melahirkan. Kondisi hormone yang tidak stabil mengakibatkan
kerontokan rambut. Kebiasaan mencabut rambut yang berlebihan.
·
Kesalahan saat memotong rambut: Gunting atau razor yang tumpul akan merusak lapisan
rambut dan membuatnya bercabang.

No comments:
Post a Comment