Google search

Custom Search

Translate

Friday, 22 July 2016

Parkinson

Ketahui Gejala Khas Parkinson
Ditandai Kondisi TRAP
Selama ini, parkinson selalu dikaitkan dengan usia lanjut. Namun, tidak berarti yang usia produktif tak perlu waspada. Ada empat gejala khas dari penyakit yang menyerang sistem gerak itu. Yuk cek diri sendiri juga.

                PADA pasien Parkinson, yang diserang adalah sel saraf di bagian otak yang bernama basal ganglia, yang berfungsi mengontrol gerakan tubuh. Dokter Frandy Susita SpS menerangkan, sel saraf membutuhkan neurotransmitter yang bernama dopamine dan acetylcholine dalam jumlah seimbang agar dapat memberikan sinyal terhadap sel untuk mengontrol gerakan tubuh.
Penderita Parkinson kekurangan dopamine dalam tubuh. Faktor penyebabnya, selain usia, adalah faktor genetis, infeksi virus, dan paparan bahan kimia berbahaya seperti mangan, karbon disulfide, insektisida, trichloroethylene (TCE), serta perchloroethylene (PERC) yang merupakan bahan pelarut cat dan lem.
Kebanyakan penyakit itu menyerang usia di atas 60 tahun. Angka kejadian pada pasien di bawah usia 60 tahun hanya sekitar 4 persen. Namun, ada pasien yang baru berusia 28 tahun didiagnosis Parkinson. “Kalau sudah menyerang di usia muda, biasanya faktor keturunan yang paling berperan,” ujar dr Frandy.
Parkinson ditandai dengan empat gejala khas yang biasa disingkat TRAP. T yaitu tremor atau gemetar yang menyerang dalam kondisi istirahat (diam). “Bukan gemetar ketika mengambil atau melakukan sesuatu. Justru ketika diam,” ujar spesialis saraf dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, tersebut.
Biasanya, tremor diawali pada satu sisi tubuh. Misalnya tangan, kaki, ataupun kepala sisi kiri. Pada tahapan lanjut, tremor dirasakan pada kedua sisi tubuh. Berikutnya rigidity (kekakuan) sehingga berjalan seperti robot. Kekakuan juga sering terjadi pada wajah. Lalu, akenesia, yaitu jalan melambat. Yang keempat adalah postural instability. Keseimbangan terganggu sehingga si penderita mudah goyang dan terjatuh ketika berjalan.
Selain gejala khas yang merupakan gejala motorik tersebut, ada gejala nonmotorik. Antara lain, mudah lupa (tapi tidak parah), kecemasan yang berlebih, depresi, dan gangguan pola tidur. “Juga gangguan berkemih dan BAB, daya penciuman berkurang, bicara menjadi pelan, tulisan menjadi kecil-kecil, raut muka tampak datar,” urai dr Frandy. Gejala nonmotorik itu bisa berbeda-beda pada tiap pasien.
Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terserang penyakit itu? “Yang bisa dilakukan adalah memperlambat progresivitasnya. Jika masih stadium awal, dengan obat, fisioterapi, dan olahraga,” paparnya.
Latihan fisik tersebut dimaksudkan untuk memperkuat tulang, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan mencegah kekauan. Di antaranya, melatih otot wajah, rahang. Dan suara dengan memaksimalkan gerakan bibir serta mengunyah makanan sekuat-kuatnya. Oleh tubuh yang disarankan adalah berenang serta tai chi. (nor/c11/ayi)
Serba-serbi Parkinson
·         Menyerang 1:1.000 orang di atas usia 65 tahun.
·         Perjalanan penyakit Parkinson selalu sama, berurutan dari stadium I hingga V
·         Pada stadium I dan II, Parkinson diatasi dengan obat. Ketika pasien sudah masuk stadium III atau IV, dokter memberikan rekomendasi untuk operasi.
·         Namun, operasi bisa tidak direkomendasikan ketika ada kontraindikasi seperti kanker stadium lanjut, gangguan jantung berat, atau penyakit dalam lain. Juga tidak dianjurkan untuk pasien di atas usia 75 tahun.

Stadium Penyakit
Stadium I
Tremor di satu sisi membuat penderita mulai sulit melakukan kegiatan karena gemetar tidak terkendali. Postur tubuh tidak stabil, keseimbangan berkurang, dan ekspresi wajah abnormal.
Stadium II
Gejala mulai menyebar ke anggota tubuh sisi lain, seperti tremor pada kedua kaki dan kedua sisi tubuh. Penderita sulit berjalan dan menjaga keseimbangan.
Stadium III
Penderita tidak mampu berjalan lurus dan berdiri serta pergerakan tubuh melamban.
Stadium IV
Gejala makin serius, timbul kekakuan atau bradykinesia (perlambatan serta hilangnya gerakan spontan dan rutin). Penderita tidak mampu mengurus diri sendiri, misalnya mengancingkan baju atau menulis.
Stadium V
Pada stadium akhir ini, Parkinson telah mengambil alih kendali tubuh sehingga pasien hanya bisa berbaring di tempat tidur dan segala sesuatunya perlu bantuan.
Sumber : Jawa Pos, 12 April 2016
Picture:https://pixabay.com/id/tangan-tangan-gemetar-perjanjian-375260/ 

No comments:

Post a Comment