Google search

Custom Search

Translate

Monday, 25 July 2016

Swim

Bermacam Manfaat Ajak Anak Berenang

Rangsang Motorik sampai Nafsu Makan

Melihat bayi berenang memang mengasyikkan. Responsnya terhadap air membuat wajahnya mengeluarkan beragam ekspresi. Para bunda tidak boleh ragu mengenalkan air kepada anak sejak mereka bayi. Dengan cara yang tepat, segudang manfaat akan didapat.
                SPESIALIS anak Siloam Hospitals Surabaya dr Dian Pratamastuti SpA menyatakan, berenang mempunyai banyak manfaat anak-anak. “Tapi, itu bisa didapat bila orang tua memberikan tahapannya dengan tepat,” ulas Dian.
                Tahapan yang dimaksud lebih berkaitan dengan waktu. Menurut Dian, bayi sudah bisa diberi stimulus lewat air pada usia 3 bulan ke atas. Pada usia itu, tulang lehernya sudah tegak. Stimulus lewat air bisa diberikan dengan cara membiarkan bayi  berenang dengan menggunakan neck ring. “Pilihlah yang tidak bergerigi sehingga tidak melukai kulit bayi,” kata Dian.
Mengajak bayi berenang bisa merangsang saraf motorik dan sensorik pada bayi. Dian menyebutkan, itulah yang dinamakan tahap pengenalan air sejak dini pada si kecil. Tapi, yang harus diingat adalah soal kolam.
Menurut American Association of Pediatric, seorang bayi baru diperbolehkan berenang di kolam renang umum pada usia 6 bulan ke atas. Sebelum 6 bulan, daya tahan tubuh bayi belum terbentuk sempurna. “Tapi kalau saya menyarankan, lebih baik dibawa ke kolam renang umum saat anak berusia 1 tahun,” ujarnya.
Semua itu, menurut doktor bidang neurologi anak di RSUD dr Soetomo-FK Unair tersebut, dilakukan demi kesehatan bayi. Selain karena imun bayi belum sempurna, kolam renang umum berisiko tinggi untuk bayi. Dalam kolam renang umum, kandungan kaporit dan airnya tidak aman. “Bayi belum tahu bahwa dia tidak boleh meminum airnya. Padahal, minum air kolam bahaya untuk bayi,” imbuhnya.
Waktu paling bagus untuk berenang adalah satu jam setelah makan. Saat itu bayi berada dalam posisi nyaman, belum mengantuk dan bisa diajak bercanda. Jangan pernah membiarkan bayi berenang saat kondisinya lapar karena nanti bayi bisa meminum air kolam.
Bila orang tua punya bujet, memang lebih baik membeli peralatan berenang sendiri. Misalnya, kolam kecil dari plastic yang bisa dilipat serta neck ring yang lingkarannya pas untuk leher bayi. Bila mempunyai peralatannnya, bayi bisa berenang setiap hari, malah bagus sebagai stimulus motorik dan sensorik si bayi,” ucapnya.
Saat berenang, suhu air yang baik 32-34 derajat Celcius. Suhu tersebut sama dengan suhu tubuh bayi. Berapa lama boleh dibiarkan dalam air? Sekitar 20-30 menit. Bila sudah terlihat kedinginan, kulitnya mengeriput, bayi ahrus segera diangkat dari air.
Setelah usia bayi lebih dari 1 tahun, orang tua bisa mengajaknya berenang di kolam renang umum. Pada usia itu, fungsi berenang sudah berbeda. Bila sebelum 1 tahun lebih pada merangsang motorik dan sensorik, pada tahap ini lebih pada personal sosial. “Pada usia 1 tahun keatas, bayi sudah bisa bicara dan berdiri, mendekati  sempurna,” imbuh alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tersebut.
Menurut Dian, banyak banyak balita berusia 2 tahun yang sudah bisa berenang. Walau hanya dengan gaya meluncur, mereka sadah paham teknik dasar. Sebenarnya yang lebih penting bukan supaya anak tersebut jago berenang.
Namun, bagaimana proses belajar gerakan-gerakan renang. Dia harus ditema orang dewasa. Memang lebih baik orang tuanya yang mengajari berenang. Hal tersebut melibatkan kerja sama, membangun relasi yang lebih erat antara orang tua dan anak.
Dengan belajar gerakan renang, energi mereka akan terkuras sehingga bisa meningkatkan nafsu makan dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Dian mengungkapkan, banyak orang dewasa yang tidak bisa berenang, bahkan takut untuk memulai belajar renang.
Hal itu bisa disebabkan salah stimulus sejak kecil. Jadi, pengenalan sejak bayi berusia bulanan sangat baik untuk tumbuh kembang anak ke depannya. “Saat tumbuh besar, anak tidak akan fobia terhadap air,” ucapnya. (ina/c23/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 29 Oktober 2015
Picture:https://pixabay.com/id/berenang-air-anak-kolam-renang-811197/  

Perlu diperhatikan
Sebelum Berenang
* Kenakan baju renang yang layak.
* Lakukan pemanasan. Bisa dalam bentuk meregangkan tangan maupun kaki anak.
* Basahi tubuh anak dengan air yang bersuhu sama dengan suhu air kolam.
Saat Berenang
* Awasi agar anak tidak tersedak atau terminum air kolam.
* Latih anak agar aktif menggerakkan tangan dan kaki.
* Hentikan berenang bila anak tidak nyaman, misalnya mulai rewel atau menangis.
Sebelum Berenang
      * Mandikan dengan bersih agar kaporit benar-benar hilang.
          * Olesi minyak penghangat ke tubuh anak.
          * Kenakan pakaian bersih.

Orang Dewasa Wajib Mendampingi
            SECARA umum, berenang bagi bayi atau batita memiliki sejumlah manfaat. Aktivitas fisik sejak dini membantu fisik anak untuk makin kuat dan berkembang. “Yang paling terlatih adalah sistem gerak dan otot,” ujar Dr Choesnan Effendi AIF AIFO, pakar fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
            Kekuatan otot dan gerak berkaitan dengan sistem motorik. Makin sering anak diajak berenang, gerak tubuh akan aktif. Pada jangka panjang, anak bakal mempunyai pengendalian dan kemampuan motorik yang baik. Perkembangan tulang dan otot akan makin optimal. Pertumbuhan anak pun bisa maksimal.
            Manfaat kesehatan lainnya terkait dengan paru-paru dan jantung. Mengingat berenang adalah olahraga kardiovaskular, dua organ tubuh itu dapat terlatih dengan baik. “Sistem kardiosirkulasi pada tubuh anak bakal meningkat,” kata Choesnan. Kardiosirkulasi meliputi peredaran darah dan sirkulasi udara pada pernapasan.
            Daya tahan tubuh anak bisa makin meningkat. Sebab, berenang mampu meningkatkan pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit pada tubuh anak. Peningkatan sel, terlebih sel darah putih, akan mempercepat pembentukan antibody. Karena itu, tubuh anak kian kebal terhadap penyakit.
            Latihan berenang bagi bayi atau batita harus dilakukan bertahap. Pertama, bayi atau batita harus dikenalkan pada air lebih dulu. Caranya, bermain di kolam dangkal. Lebih bagus lagi kalau airnya hangat. Pengenalan air itu bertujuan menumbuhkan keberanian pada anak sebelum masuk ke kolam yang lebih dalam.
            Setelah anak terbiasa dengan air, latihan dapat dilakukan di kolam yang lebih dalam dengan pendampingan orang dewasa. Agar lebih aman, penggunaan pelampung atau neck ring disarankan. Sebagai gerakan awal, ajak bayi atau batita menggerakkan kaki dan tangan ketika berada di air.
            Selain untuk pencegahan tenggelam, pendampingan orang dewasa wajib ada supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Tersedak atau terminum air kolam bisa berdampak pada gangguan pernapasan dan pencernaan anak-anak,” jelas Choesnan. (len/c14/ayi)
TAHAPAN BERENANG
USIA 3 – 12 BULAN
USIA 1 TAHUN KE ATAS
MANFAAT
Stimulus saraf motorik dan sensorik
MANFAAT
Membangun relasi social, meningkatkan nafsu makan, membuat tidur lebih nyenyak, dan melatih otot
TIDAK BOLEH
Mengajak berenang di kolam renang umum. Berenang saat bayi mengantuk, lapar, rewel, dan sakit.
TIDAK BOLEH
Berenang saat kondisi tidak fit.
BOLEH
Setiap hari berenang selama sekitar 20 menit dengan suhu air 32 – 34 derajat Celcius.
BOLEH
Berenang di kolam renang umum dengan pengawasan orang tua.

Sumber: Jawa Pos, 29 Oktober 2015


No comments:

Post a Comment