Bermacam Manfaat Ajak Anak Berenang
Rangsang Motorik sampai Nafsu Makan
Melihat bayi
berenang memang mengasyikkan. Responsnya terhadap air membuat wajahnya
mengeluarkan beragam ekspresi. Para bunda tidak boleh ragu mengenalkan air
kepada anak sejak mereka bayi. Dengan cara yang tepat, segudang manfaat akan
didapat.
SPESIALIS anak Siloam Hospitals
Surabaya dr Dian Pratamastuti SpA menyatakan, berenang mempunyai banyak manfaat
anak-anak. “Tapi, itu bisa didapat bila orang tua memberikan tahapannya dengan
tepat,” ulas Dian.
Tahapan
yang dimaksud lebih berkaitan dengan waktu. Menurut Dian, bayi sudah bisa
diberi stimulus lewat air pada usia 3 bulan ke atas. Pada usia itu, tulang
lehernya sudah tegak. Stimulus lewat air bisa diberikan dengan cara membiarkan
bayi berenang dengan menggunakan neck ring. “Pilihlah yang tidak
bergerigi sehingga tidak melukai kulit bayi,” kata Dian.
Mengajak bayi
berenang bisa merangsang saraf motorik dan sensorik pada bayi. Dian
menyebutkan, itulah yang dinamakan tahap pengenalan air sejak dini pada si
kecil. Tapi, yang harus diingat adalah soal kolam.
Menurut American Association of Pediatric, seorang
bayi baru diperbolehkan berenang di kolam renang umum pada usia 6 bulan ke
atas. Sebelum 6 bulan, daya tahan tubuh bayi belum terbentuk sempurna. “Tapi
kalau saya menyarankan, lebih baik dibawa ke kolam renang umum saat anak
berusia 1 tahun,” ujarnya.
Semua itu,
menurut doktor bidang neurologi anak di RSUD dr Soetomo-FK Unair tersebut,
dilakukan demi kesehatan bayi. Selain karena imun bayi belum sempurna, kolam
renang umum berisiko tinggi untuk bayi. Dalam kolam renang umum, kandungan
kaporit dan airnya tidak aman. “Bayi belum tahu bahwa dia tidak boleh meminum
airnya. Padahal, minum air kolam bahaya untuk bayi,” imbuhnya.
Waktu paling
bagus untuk berenang adalah satu jam setelah makan. Saat itu bayi berada dalam
posisi nyaman, belum mengantuk dan bisa diajak bercanda. Jangan pernah
membiarkan bayi berenang saat kondisinya lapar karena nanti bayi bisa meminum
air kolam.
Bila orang tua
punya bujet, memang lebih baik membeli peralatan berenang sendiri. Misalnya,
kolam kecil dari plastic yang bisa dilipat serta neck ring yang lingkarannya pas untuk leher bayi. Bila mempunyai
peralatannnya, bayi bisa berenang setiap hari, malah bagus sebagai stimulus
motorik dan sensorik si bayi,” ucapnya.
Saat berenang,
suhu air yang baik 32-34 derajat Celcius. Suhu tersebut sama dengan suhu tubuh
bayi. Berapa lama boleh dibiarkan dalam air? Sekitar 20-30 menit. Bila sudah
terlihat kedinginan, kulitnya mengeriput, bayi ahrus segera diangkat dari air.
Setelah usia
bayi lebih dari 1 tahun, orang tua bisa mengajaknya berenang di kolam renang
umum. Pada usia itu, fungsi berenang sudah berbeda. Bila sebelum 1 tahun lebih
pada merangsang motorik dan sensorik, pada tahap ini lebih pada personal
sosial. “Pada usia 1 tahun keatas, bayi sudah bisa bicara dan berdiri,
mendekati sempurna,” imbuh alumnus
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tersebut.
Menurut Dian,
banyak banyak balita berusia 2 tahun yang sudah bisa berenang. Walau hanya
dengan gaya meluncur, mereka sadah paham teknik dasar. Sebenarnya yang lebih
penting bukan supaya anak tersebut jago berenang.
Namun,
bagaimana proses belajar gerakan-gerakan renang. Dia harus ditema orang dewasa.
Memang lebih baik orang tuanya yang mengajari berenang. Hal tersebut melibatkan
kerja sama, membangun relasi yang lebih erat antara orang tua dan anak.
Dengan belajar
gerakan renang, energi mereka akan terkuras sehingga bisa meningkatkan nafsu
makan dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Dian mengungkapkan, banyak orang
dewasa yang tidak bisa berenang, bahkan takut untuk memulai belajar renang.
Hal itu bisa
disebabkan salah stimulus sejak kecil. Jadi, pengenalan sejak bayi berusia
bulanan sangat baik untuk tumbuh kembang anak ke depannya. “Saat tumbuh besar,
anak tidak akan fobia terhadap air,” ucapnya. (ina/c23/ayi)
Sumber:
Jawa Pos, 29 Oktober 2015
Picture:https://pixabay.com/id/berenang-air-anak-kolam-renang-811197/
Perlu diperhatikan
Sebelum
Berenang
*
Kenakan baju renang yang layak.
*
Lakukan pemanasan. Bisa dalam bentuk meregangkan tangan maupun kaki anak.
*
Basahi tubuh anak dengan air yang bersuhu sama dengan suhu air kolam.
Saat Berenang
*
Awasi agar anak tidak tersedak atau terminum air kolam.
*
Latih anak agar aktif menggerakkan tangan dan kaki.
*
Hentikan berenang bila anak tidak nyaman, misalnya mulai rewel atau menangis.
Sebelum Berenang
* Mandikan dengan bersih agar
kaporit benar-benar hilang.
* Olesi minyak penghangat ke tubuh
anak.
* Kenakan pakaian bersih.
Orang Dewasa Wajib Mendampingi
SECARA umum,
berenang bagi bayi atau batita memiliki sejumlah manfaat. Aktivitas fisik sejak
dini membantu fisik anak untuk makin kuat dan berkembang. “Yang paling terlatih
adalah sistem gerak dan otot,” ujar Dr Choesnan Effendi AIF AIFO, pakar
fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Kekuatan
otot dan gerak berkaitan dengan sistem motorik. Makin sering anak diajak
berenang, gerak tubuh akan aktif. Pada jangka panjang, anak bakal mempunyai
pengendalian dan kemampuan motorik yang baik. Perkembangan tulang dan otot akan
makin optimal. Pertumbuhan anak pun bisa maksimal.
Manfaat
kesehatan lainnya terkait dengan paru-paru dan jantung. Mengingat berenang
adalah olahraga kardiovaskular, dua organ tubuh itu dapat terlatih dengan baik.
“Sistem kardiosirkulasi pada tubuh anak bakal meningkat,” kata Choesnan.
Kardiosirkulasi meliputi peredaran darah dan sirkulasi udara pada pernapasan.
Daya
tahan tubuh anak bisa makin meningkat. Sebab, berenang mampu meningkatkan
pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit pada tubuh anak.
Peningkatan sel, terlebih sel darah putih, akan mempercepat pembentukan
antibody. Karena itu, tubuh anak kian kebal terhadap penyakit.
Latihan
berenang bagi bayi atau batita harus dilakukan bertahap. Pertama, bayi atau
batita harus dikenalkan pada air lebih dulu. Caranya, bermain di kolam dangkal.
Lebih bagus lagi kalau airnya hangat. Pengenalan air itu bertujuan menumbuhkan
keberanian pada anak sebelum masuk ke kolam yang lebih dalam.
Setelah
anak terbiasa dengan air, latihan dapat dilakukan di kolam yang lebih dalam
dengan pendampingan orang dewasa. Agar lebih aman, penggunaan pelampung atau neck ring disarankan. Sebagai gerakan
awal, ajak bayi atau batita menggerakkan kaki dan tangan ketika berada di air.
Selain
untuk pencegahan tenggelam, pendampingan orang dewasa wajib ada supaya tidak
terjadi hal yang tidak diinginkan. “Tersedak atau terminum air kolam bisa
berdampak pada gangguan pernapasan dan pencernaan anak-anak,” jelas Choesnan. (len/c14/ayi)
TAHAPAN BERENANG
|
USIA
3 – 12 BULAN
|
USIA
1 TAHUN KE ATAS
|
|
MANFAAT
Stimulus saraf motorik dan sensorik
|
MANFAAT
Membangun relasi social, meningkatkan nafsu makan,
membuat tidur lebih nyenyak, dan melatih otot
|
|
TIDAK BOLEH
Mengajak berenang di kolam renang umum. Berenang saat
bayi mengantuk, lapar, rewel, dan sakit.
|
TIDAK BOLEH
Berenang saat kondisi tidak fit.
|
|
BOLEH
Setiap hari berenang selama sekitar 20 menit dengan suhu
air 32 – 34 derajat Celcius.
|
BOLEH
Berenang di kolam renang umum dengan pengawasan orang
tua.
|
Sumber:
Jawa Pos, 29 Oktober 2015

No comments:
Post a Comment