Google search

Custom Search

Translate

Saturday, 16 May 2015

NEWS

HealthNews
 Jaga Kelembapan Pakai Kompres
SEKARANG ini aktivitas seseorang menghadap layar komputer atau gadget makin banyak. Dalam sehari, seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk itu. Mulai anak-anak hingga orang dewasa. Seiring dengan hal tersebut, makin banyak pula orang yang mengeluh mengalami kerusakan mata atau berkurangnya penglihatan.
Pada sabtu (11/4), RS Husada Utama Surabaya mengadakan seminar tentang tip menjaga mata sehat meski banyak bekerja di depan computer. “Gangguan yang sering dikeluhkan adalah mata lelah, kering, dan tidak nyaman,” ujar dr Sawitri Boengas SpM selaku pembicara.
Keluhan tersebut tentu dapat mengganggu konsentrasi pekerjaan. Menurut dokter berambut panjang itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga mata. Salah satunya, istirahat malam yang cukup. Dianjurkan tidur 8 jam. Selain itu, kompres mata dengan air hangat selama 15 menit tiga kali sehari. “Caranya, siapkan air hangat matang, celupkan washlap, lalu kompreskan pada mata yang tertutup selama 15 menit,” jelasnya.
Hal tersebut dapat dilakukan sambil melakukan pijatan ringan pada kelopak mata. Kompres tersebut berguna menjaga kelembapan mata. Ketika berada di ruang kerja, gunakan penerangan yang cukup. Tidak terlalu redup sehingga mata dipaksa bekerja. Atau, terlalu terang yang menimbulkan rasa silau. Jika sudah berada di depan komputer, atur jarak mata dengan layar monitor. Usahakan jaraknya 40-60 cm. (ndi/c14/jan)


            Virus Ebola dalam Cairan Sperma
JENEWA- World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi baru terkait
dengan ditemukannya virus ebola dalam cairan sperma seorang penderita pada enam bulan setelah kesembuhannya. Setelah penderita dinyatakan bebas dari virus mematikan tersebut, PBB kembali mendeteksi adanya virus ebola dalam cairan sperma pria asal Liberia itu.
“Dia telah memberikan sampel air mani yang telah diuji, positif untu ebola,” ujar juru bicara WHO Tarik Jasaveric kepada AFP. Padahal, tes darah menunjukkan hasil negative.
Ebola merupakan jenis penyakit yang disebabkan virus, memiliki masa inkubasi mulai dua hari hingga tiga minggu setelah menjangkiti tubuh. Gejalanya adalah demam, sakit tengggorokan, nyeri otot, serta sakit kepala. Pada situasi parah, ebola dapat diikuti muntah, mual, diare, serta menurunnya fungsi hati dan ginjal.
Pasca temuan terbaru tersebut, WHO mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun yang berhasil selamat dari ebola agar menjauhkan diri dari praktik seks secara langsung. Penggunaan kondom pun diwajibkan disertai pemeriksaan secara berkala ke laboraturium.
“Survivor ebola harus konsisten menggunakan kondom untuk semua aktivitas seksual selama tiga bulan sampai ada informasi lebih lanjut,” ungkap Jasarevic. (AFP/rim/c20/jan)

SUMBER: JAWAPOS, Kamis 16 April 2015

No comments:

Post a Comment