

Jaga Kelembapan Pakai
Kompres
SEKARANG ini
aktivitas seseorang menghadap layar komputer atau gadget makin banyak. Dalam
sehari, seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk itu. Mulai anak-anak
hingga orang dewasa. Seiring dengan hal tersebut, makin banyak pula orang yang
mengeluh mengalami kerusakan mata atau berkurangnya penglihatan.
Pada sabtu (11/4), RS Husada Utama
Surabaya mengadakan seminar tentang tip menjaga mata sehat meski banyak bekerja
di depan computer. “Gangguan yang sering dikeluhkan adalah mata lelah, kering,
dan tidak nyaman,” ujar dr Sawitri Boengas SpM selaku pembicara.
Keluhan tersebut tentu dapat
mengganggu konsentrasi pekerjaan. Menurut dokter berambut panjang itu, ada
beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga mata. Salah satunya, istirahat
malam yang cukup. Dianjurkan tidur 8 jam. Selain itu, kompres mata dengan air
hangat selama 15 menit tiga kali sehari. “Caranya, siapkan air hangat matang,
celupkan washlap, lalu kompreskan
pada mata yang tertutup selama 15 menit,” jelasnya.
Hal tersebut dapat dilakukan sambil
melakukan pijatan ringan pada kelopak mata. Kompres tersebut berguna menjaga
kelembapan mata. Ketika berada di ruang kerja, gunakan penerangan yang cukup.
Tidak terlalu redup sehingga mata dipaksa bekerja. Atau, terlalu terang yang
menimbulkan rasa silau. Jika sudah berada di depan komputer, atur jarak mata
dengan layar monitor. Usahakan jaraknya 40-60 cm. (ndi/c14/jan)
Virus Ebola dalam Cairan Sperma
JENEWA- World
Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi baru terkait
dengan
ditemukannya virus ebola dalam cairan sperma seorang penderita pada enam bulan
setelah kesembuhannya. Setelah penderita dinyatakan bebas dari virus mematikan
tersebut, PBB kembali mendeteksi adanya virus ebola dalam cairan sperma pria
asal Liberia itu.
“Dia telah memberikan sampel air mani
yang telah diuji, positif untu ebola,” ujar juru bicara WHO Tarik Jasaveric
kepada AFP. Padahal, tes darah
menunjukkan hasil negative.
Ebola merupakan jenis penyakit yang
disebabkan virus, memiliki masa inkubasi mulai dua hari hingga tiga minggu
setelah menjangkiti tubuh. Gejalanya adalah demam, sakit tengggorokan, nyeri
otot, serta sakit kepala. Pada situasi parah, ebola dapat diikuti muntah, mual,
diare, serta menurunnya fungsi hati dan ginjal.
Pasca temuan terbaru tersebut, WHO
mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun yang berhasil selamat dari ebola agar
menjauhkan diri dari praktik seks secara langsung. Penggunaan kondom pun
diwajibkan disertai pemeriksaan secara berkala ke laboraturium.
“Survivor ebola
harus konsisten menggunakan kondom untuk semua aktivitas seksual selama tiga
bulan sampai ada informasi lebih lanjut,” ungkap Jasarevic. (AFP/rim/c20/jan)
SUMBER:
JAWAPOS, Kamis 16 April 2015

No comments:
Post a Comment