Google search

Custom Search

Translate

Thursday, 28 April 2016

Sodium

Garam Berlebih Tunda Pubertas


KONSUMSI garam berlebih bisa berakibat buruk pada tumbuh kembang si kecil. Berdasar penelitian Dori Pitynski, peneliti spesialis endokrin University of Wyoming, asupan sodium berlebih bahkan bisa menunda masa puber. Kasus anak pendek (stunting) rawan terjadi akibat kelebihan garam.
Dalam studi yang dipresentasikan pada European Congress of Endocrinology di Dublin tersebut, asupan garam amat memengaruhi masa puber anak. Pada uji coba Pitynski, tikus yang mendapat suplai garam 3-4 kali lebih besar dari yang dianjurkan mengalami perlambatan pertumbuhan. Uniknya, kelompok tikus yang sama sekali tidak mendapat asupan garam mengalami hal serupa.
Konsumsi garam diperlukan tubuh dalam jumlah cukup. Sebab, asupan garam memengaruhi dimulainya masa puber. “Terlambat puber berakibat pada masalah kebiasaan, stres, bahkan kesuburan yang terganggu,” ucap Pitynski. Masalah tersebut akan semakin parah jika si kecil punya kebiasaan mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.
Berdasar survei terbaru WHO, penduduk dunia mengonsumsi garam di atas angka yang dibutuhkan tubuh. Jumlah tersebut juga lebih banyak daripada jumlah harian yang dianjurkan, yakni sekitar 5 gram/hari untuk dewasa.
Sodium secara alami dapat ditemui dalam beragam jenis makanan. Termasuk susu, krim, dan telur. “Produk olahan seperti roti hingga olahan daging seperti sosis dan bacon mengandung sodium lebih tinggi,” ungkap Pitynski. Selain itu, tambahan makanan seperti saus dan kaldu instan memiliki kandungan sodium tinggi. Karena itu, dia menyarankan pembatasan konsumsi makanan olahan. (Science Daily/fam/c6/dos)

Sumber: Jawa Pos, 19 Mei 2015

No comments:

Post a Comment