Google search

Custom Search

Translate

Monday, 11 April 2016

Premenstrual syndrome

PMS Tingkatkan Risiko Hipertensi

           KELUHAN pusing, lelah, dan gejala premenstrual syndrome (PMS) lainnya kerap dianggap biasa oleh kaum hawa. Meski demikian, penelitian terbaru yang diterbitkan American Journal of Epidemiology  menunjukkan, gangguan tersebut amat berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi.
Riset oleh ahli epidemiologi University of Massachuserrs tersebut mengungkapkan, perempuan yang mengalami PMS memiliki risiko hingga 40 persen menderita hipertensi pada 20 tahun mendatang jika dibandingkan dengan mereka yang jarang mengalami keluhan selama haid. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stoke.
Kepala tim penelitian Elizabeth Bertone Jhonson menjelaskan, riset melibatkan 3.750 perempuan berusia antara 25 dan 42 tahun dan dilaksanakan pada 1991-2015. Selama penelitian, para responden diminta untuk melaporkan tekanan darh mereka setiap tahun.
Meski demikian, Bertone-Jhonson menyatakan, ketertarikan antara PMS dan tekanan darah tinggi masih perlu dibahas lebih dalam. Dia menyarankan konsumsi thiamin dan riboflavin sebelum dan selama menstruasi. “Dua turunan vitamin B tersebut mampu mengurangi nyeri PMS dan risiko hipertensi,” katanya. (Huffington Post/fam/c6/jan)

Sumber: Jawa Pos, 4 Desember 2015

No comments:

Post a Comment