PMS Tingkatkan Risiko Hipertensi
KELUHAN pusing, lelah, dan gejala premenstrual syndrome (PMS) lainnya
kerap dianggap biasa oleh kaum hawa. Meski demikian, penelitian terbaru yang
diterbitkan American Journal of
Epidemiology menunjukkan, gangguan tersebut
amat berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi.
Riset oleh
ahli epidemiologi University of Massachuserrs tersebut mengungkapkan, perempuan
yang mengalami PMS memiliki risiko hingga 40 persen menderita hipertensi pada
20 tahun mendatang jika dibandingkan dengan mereka yang jarang mengalami
keluhan selama haid. Padahal, tekanan darah tinggi merupakan faktor pemicu
penyakit jantung dan stoke.
Kepala tim
penelitian Elizabeth Bertone Jhonson menjelaskan, riset melibatkan 3.750
perempuan berusia antara 25 dan 42 tahun dan dilaksanakan pada 1991-2015.
Selama penelitian, para responden diminta untuk melaporkan tekanan darh mereka
setiap tahun.
Meski
demikian, Bertone-Jhonson menyatakan, ketertarikan antara PMS dan tekanan darah
tinggi masih perlu dibahas lebih dalam. Dia menyarankan konsumsi thiamin dan riboflavin sebelum dan selama menstruasi. “Dua turunan vitamin B
tersebut mampu mengurangi nyeri PMS dan risiko hipertensi,” katanya. (Huffington Post/fam/c6/jan)
Sumber:
Jawa Pos, 4 Desember 2015
No comments:
Post a Comment