Google search

Custom Search

Translate

Monday, 2 May 2016

Happy

Bahagia, Resep Umur Panjang

            PENELITIAN terbaru yang dilakukan selama 30 tahun oleh ilmuwan University of  North Carolina membuahkan temuan baru. Seseorang yang bahagia akan hidup lebih lama daripada mereka yang menyebut hidupnya tidak terlalu bahagia.
            Terlepas dari pendapatan, kesehatan, dan status pernikahan, mereka yang menyebut dirinya tidak terlalu bahagia akan lebih cepat meninggal dunia. Para ilmuwan tersebut mengambil sampel 30 ribu orang dewasa. Metodenya, memberikan pertanyaan kepada mereka.
            Pertanyaan yang diberikan adalah bagaimana Anda menjalani hari-hari, apakah sangat bahagia, bahagia, atau tidak terlalu bahagia? Para peneliti kemudian mengakses data kematian untuk melihat hubungan antara jawaban yang diberikan 30 tahun lalu dan fakta yang ada sekarang.
            Ternyata, seseorang yang menjawab bahagia dengan hidupnya mempunyai usia lebih lama. Menurut dia, hal itu terkait dengan kemampuan seseorang dalam mengelola stres. Begitu pun tentang koneksi yang kuat dengan teman-temannya.
            Jurnal Social Science & Medicine dari Amerika Serikat juga menyebutkan, pendapatan yang lebih tinggi, lingkungan bebas kejahatan, dan peningkatan program kesehatan masyarakat tidak selalu memengaruhi kebahagiaan suatu kelompok masyarakat.
            Jadi, mereka menganjurkan pemerintah sebaiknya tidak hanya membuat program yang fokus dengan peningkatan ekonomi. Tapi juga mempercantik tata kota, program pengelolaan stres, memperkuat ikatan komunitas, pertemanan, hingga pasangan. (DailyMail/ina/c23/jan)

Sumber: Jawa Pos, 16 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment