Google search

Custom Search

Translate

Saturday, 14 May 2016

The Down of spirit Affects Concentration

Semangat Anjlok Pengaruhi Konsentrasi
Bersama: Nalini M.A. ( Consultant Psychiatrist on Women’s Mental Health)

            Salam, Dokter. Saya adalah Roro, saya mahasiswi berusia 22 tahun. Sejak setahun terakhir, saya kurang fokus dan sulit berkonsentrasi. Apalagi dalam prestasi akademik. Hasilnya, nilai saya banyak yang anjlok. Saya juga kehilangan semangat untuk ngapa-ngapain, termasuk masuk kuliah. Maunya tidur terus sepanjang hari. Padahal, kalau malam sulit tidur.
            Kenapa ya, Dok, saya ini? Rasanya sudah niat berangkat kuliah. Tapi, begitu esoknya harus berangkat, saya diserang rasa malas dan kurang semangat. Kalau saya paksakan, pikiran saya seperti mobil mogok  sampai  di ruang kuliah. Kondisi tersebut jelas berbeda dengan saya yang dulu. Saya dulu begitu energetic, aktif, penuh semangat, dan punya cita-cita seabrek, namun sekarang kok melempem. Apa yang harus saya lakukan, Dok? Terima kasih.
Roro - Jogja
JAWABAN :
            Anda tidak sendirian kok. Saat ini banyak orang yang mengeluh seperti itu, kendati agak sulit menyamaratakan kenapa bisa begitu. Apalagi, Anda terbatas bercerita mengenai latar belakang kehidupan dan apa yang terjadi selama setahun terakhir ini atau sebelumnya. Tapi okelah, yang penting selalu masih ada lilin yang bisa dinyalakan di tengah kegelapan.
            Semangat belajar juga lagi slowdown (asal tidak shutdown saja…). Repot juga ya. Padahal, Anda masih berkuliah. Banyak hal yang harus Anda telusuri akar masalahnya. Apakah ada di dalam diri sendiri atau faktor lingkungan atau eksternal? Semoga Anda masih cukup kuat menyalakan mesin semangat yang sedang ngadat tersebut.
Rasanya, faktor kemampuan intelegensimu tidak begitu masalah. Mengingat , kamu sebelumnya begitu aktif dan cukup berprestasi. Bagaimana kondisi di lingkuganmu? Bagaimana minat dan bakatmu terhadap jurusan yang kamu ambil, bagaimana kondisi kesehatanmu, bagaiman kondisi kejiwaanmu, apakah ada yang menganggu konsentrasimu, adakah hal yang membuat kamu kecewa berat, serta masih banyak hal yang harus dieksplorasi kenapa semangatmu untuk menyelesaikan kuliah dengan bagus kok melorot setahun terakhir ini. Mungkin, Anda membutuhkan seseorang yang bisa mengerti  dan mau mendengarkan dengan empatik.
Namun, mengingat Anda juga kehilangan keceriaan, mudah tersinggung, dan mulai kehilanagan kesenagan juga terhadap hal-hal yang dulu Anda sukai (misalnya, ngumpul dengan teman-teman dekat), saya khawatir Anda lagi didera depresi. “Nyanyian Sunyi” yang kerap menghajar semangat, mood, dan konsentrasi kita. Tidak bisa lagi menikmati kesenangan pada aktivitas yang biasanya dialami. Kalau akar maslahnya depresi, tentu butuh penanganan lebih profesional . tidak sekedar nasihat, dorongan, atau penyemangat belaka.
Tampaknya, gejala depresi yang menonjol pada Anda muncul dalam bentuk gangguan pada fungsi kognitif: mengganggu fungsi kehidupan akademik atau pekerjaan , fungsi sosial, dan fungsi kehidupan dalam keluarga atau pribadi.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa membuat Anda tidak berdaya dan putus asa. Cobalah maminta bantuan seorang ahli sambil berusaha terus mengerjakan hobi, berolahraga, mencari sahabat terpercaya untuk cerita-cerita, dan tentunya berdoa.
Sumber : Jawa Pos, 29 Oktober 2015



No comments:

Post a Comment