Semangat
Anjlok Pengaruhi Konsentrasi
Bersama: Nalini M.A. ( Consultant
Psychiatrist on Women’s Mental Health)
Salam, Dokter. Saya adalah Roro, saya
mahasiswi berusia 22 tahun. Sejak setahun terakhir, saya kurang fokus dan sulit
berkonsentrasi. Apalagi dalam prestasi akademik. Hasilnya, nilai saya banyak
yang anjlok. Saya juga kehilangan semangat untuk ngapa-ngapain, termasuk masuk
kuliah. Maunya tidur terus sepanjang hari. Padahal, kalau malam sulit tidur.
Kenapa ya, Dok, saya ini? Rasanya sudah niat berangkat
kuliah. Tapi, begitu esoknya harus berangkat, saya diserang rasa malas dan
kurang semangat. Kalau saya paksakan, pikiran saya seperti mobil mogok sampai
di ruang kuliah. Kondisi tersebut jelas berbeda dengan saya yang dulu.
Saya dulu begitu energetic, aktif, penuh semangat, dan punya cita-cita seabrek,
namun sekarang kok melempem. Apa yang harus saya lakukan, Dok? Terima kasih.
Roro - Jogja
Anda tidak sendirian kok. Saat ini banyak orang yang mengeluh seperti
itu, kendati agak sulit menyamaratakan kenapa bisa begitu. Apalagi, Anda
terbatas bercerita mengenai latar belakang kehidupan dan apa yang terjadi
selama setahun terakhir ini atau sebelumnya. Tapi okelah, yang penting selalu
masih ada lilin yang bisa dinyalakan di tengah kegelapan.
Semangat
belajar juga lagi slowdown (asal
tidak shutdown saja…). Repot juga ya.
Padahal, Anda masih berkuliah. Banyak hal yang harus Anda telusuri akar
masalahnya. Apakah ada di dalam diri sendiri atau faktor lingkungan atau
eksternal? Semoga Anda masih cukup kuat menyalakan mesin semangat yang sedang ngadat tersebut.
Rasanya, faktor kemampuan
intelegensimu tidak begitu masalah. Mengingat , kamu sebelumnya begitu aktif
dan cukup berprestasi. Bagaimana kondisi di lingkuganmu? Bagaimana minat dan
bakatmu terhadap jurusan yang kamu ambil, bagaimana kondisi kesehatanmu,
bagaiman kondisi kejiwaanmu, apakah ada yang menganggu konsentrasimu, adakah
hal yang membuat kamu kecewa berat, serta masih banyak hal yang harus
dieksplorasi kenapa semangatmu untuk menyelesaikan kuliah dengan bagus kok
melorot setahun terakhir ini. Mungkin, Anda membutuhkan seseorang yang bisa
mengerti dan mau mendengarkan dengan empatik.
Namun, mengingat Anda juga kehilangan
keceriaan, mudah tersinggung, dan mulai kehilanagan kesenagan juga terhadap
hal-hal yang dulu Anda sukai (misalnya, ngumpul dengan teman-teman dekat), saya
khawatir Anda lagi didera depresi. “Nyanyian Sunyi” yang kerap menghajar semangat,
mood, dan konsentrasi kita. Tidak bisa
lagi menikmati kesenangan pada aktivitas yang biasanya dialami. Kalau akar
maslahnya depresi, tentu butuh penanganan lebih profesional . tidak sekedar
nasihat, dorongan, atau penyemangat belaka.
Tampaknya, gejala depresi yang
menonjol pada Anda muncul dalam bentuk gangguan pada fungsi kognitif:
mengganggu fungsi kehidupan akademik atau pekerjaan , fungsi sosial, dan fungsi
kehidupan dalam keluarga atau pribadi.
Jika tidak segera ditangani, kondisi
tersebut bisa membuat Anda tidak berdaya dan putus asa. Cobalah maminta bantuan
seorang ahli sambil berusaha terus mengerjakan hobi, berolahraga, mencari
sahabat terpercaya untuk cerita-cerita, dan tentunya berdoa.
Sumber : Jawa Pos, 29 Oktober 2015

No comments:
Post a Comment