Google search

Custom Search

Translate

Wednesday, 1 July 2015

NEWS HEALTH

News health
“GPS” Otak yang Tak Pernah Mati
            OTAK manusia memang menakjubkan. New York University (NYU) Langone Medical Centre baru-baru ini melakukan penelitian khusus terkait dengan system navigasi otak. Penelitian itu sekaligus menjawab tentang orang yang berjalan dalam tidur (sleepwalker), bisa mengenali kondisi sekitar, dan mampu berjalan tanpa menabrak apa pun.
            Jika diibarkatkan kompas, otak manusia memiliki “jarum” penunjuk arah yang senantiasa bergerak. Bahkan, saat manusia tertidur, jarum tersebut memberikan kepekaan terhadap arah tanpa perlu membuka mata. Kepekaan itu berkaitan dengan kebiasaan serta pengukuran yang telah masuk ke alam  bawah sadar.
            “Kepekaan arah merupakan bagian penting dari sitem navigasi. Kita dapat mengatur ulang kompas dan peta di dalam kepala secara instan. Misalnya, saat kita baru keluar dari kereta api bawah tanah, otak langsung mengorientasikan dirinya,” kata Grorgy Buzaki, professor Neural Sciences, NYU.
            Penelitian tersebut mempelajari rapid eye movement (REM) pada tahap bermimpi ketika aktivitas listrik di otak hampir tidak bisa dibedakan dengan saat terjaga. Ketika gelombang tidur melambat, aktivitas otak turun signifikan. Pada waktu itu, jarum kompas di otak justru bergerak 10 kali lebih cepat. Jadi, manusia “melihat-lihat” dalam tidurnya lebih banyak daripada saat terjaga. (Daily Mail/rim/c14/dos)
Makanan Organik yang Menguntungkan
            JIKA menyebut tentang makanan organik, mungkin yang terbayangkan adalah kecambah atau campuran sayuran yang hambar dan tidak menarik untuk disantap. Yang terpikirkan mungkin adalah manfaat besar yang diberikan bagi tubuh daripada mengonsumsi makanan olahan. Namun, di balik itu semua, ada keuntungan lain dari makanan organik yang mungkin belum disadari. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
            Makanan organik tersebut mengenyangkan. Makanan olahan dengan tambahan berbagai perasa dan bumbu terkadang justru menambah nafsu makan dan menjadikan perut selalu terasa lapar.
            Makanan organik tidak memerlukan pengawet apapun karena pasti dikonsumsi dalam kondisi segar.
            Makanan organik adalah menu cepat saji. Anda tidak perlu repot memasak atau mengolahnya terlebih dahulu.
            Makanan organik selalu sesuai dengan kebutuhan tubuh terhadap makanan. Kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya pasti diserap langsung oleh tubuh. (The Huffington Post/rim/c20/dos)
Sumber: JAWA POS; Kamis, 12 Maret 2015

No comments:

Post a Comment