Serangan Stroke di Usia
Produktif
Penanganan
Cepat Pulihkan Kondisi
Stroke kini tidak hanya mengincar usia tua. Kelompok usia produktif, berkisar 15-59 tahun, juga berisiko mengalaminya. Penanganan yang cepat dan tepat memberi pasien harapan pulih yang cukup besar.
POLA hidup serbacepat dan serbainstan
menjadi salah satu faktor risiko stroke bagi kaum muda. “Lifestyle sangat berpengaruh. Pola makan nggak baik, kegemukan, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol,
serta kurang berolahraga bisa menjadi pemicu stroke,” ucap dr Yanna Saelan SpS.
Selain pola hidup, stroke di usia muda umumnya dipicu penyakit autoimun dan
kelainan kongenital (bawaan lahir).
Sebelum
menyrang, stroke biasanya memberikan gejala. Namun, hal itu kerap diremehkan.
Baik yang muda maupun usia lanjut, gejalanya sama. “Yang paling umum, kesemutan
dan penglihatan kabur di separo bagian tubuh, lalu migrain. Rata-rata
menganggap mungkin cuma nggak enak badan, bisa sembuh sendiri,”
papar spesialis yang berpraktik di Siloam Hospitals Surabaya itu.
Yanna
mengungkapkan, bila muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan tunda lagi.
Segera ke UGD atau menghubungi dokter. Terutama jika gejala tersebut muncul
tiba-tiba saat beraktivitas. “Nggak usah menunggu
sampai korban lemas atau kehilangan kesadaran. Soalnya, satu menit tanpa
penanganan, ada 1,9 juta sel otak yang mati,” tegasnya.
Sementara
itu, dr Cindy Sadikin SpRad (K) menjelaskan, penanganan serangan stroke dengan
cepat tidak cuma memperbesar kesempatan pasien untuk selamat. Dalam kasus stroke
akibat pembekuan darah, misalnya, penanganan bisa dilakukan dengan pemberian
r-tPA yang berfungsi menghancurkan bekuan.
“Dalam
tiga jam, pemberian r-tPA sudah cukup membantu. Tapi, kalau lebih dari tiga jam
atau yang diserang pembuluh darah besar, bakal dibantu keteterisasi,” imbuh
spesialis yang pernah menempuh studi di Taiwan tersebut. Bila pasien datang
sekitar 8-12 jam setelah serangan, penanganannya bakal lebih ngeri.
“Pembekuannya bakal disedot secara mekanis dengan thrombectomy,” ucapnya.
Bila
mendapat penanganan dan melakoni terapi rutin, pasien stroke bisa sembuh dengan
kondisi nyaris sempurna. “Setelah stroke
bakal pelo permanen itu cuma mitos. Apalagi kalau terjadinya di usia muda,”
kata Cindy yang juga bertugas di Siloam Hospitals Surabaya itu. Sebab di usia
muda, neuroplasticity atau kemampuan
sel otak beradaptasi dan mengambil alih tugas sel otak yang mati masih baik.
Hanya, memang peluang untuk pulih sempurna dipengaruhi bagian saraf yang
diserang dan seberapa besar bagian otak yang diserang.
Setelah
terserang stroke, potensi seseorang mengalami serangan lanjutan meningkat
hingga 10 kali lipat. Untuk mencegah hal tersebut, Yanna dan Cindy menyarankan
pasien mengubah pola hidup. “Istirahat harus cukup , olahraga teratur dan
sesuai kondisi, rutin kontrol dan konsumsi obat sesuai dosis,” ucap Yanna. (fam/c7/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 23 Agustus 2016
picture : https://pixabay.com/id/anak-laki-laki-duduk-bahagia-anak-746520/
No comments:
Post a Comment