Google search

Custom Search

Translate

Tuesday, 8 March 2016

Polusi

Polusi Lebih Mematikan ketimbang HIV
            KONDISI  udara yang kita hirup sehari-hari menentukan kualitas hidup. Berdasar studi terbaru WHO, setiap tahun lebih dari tiga juta orang meninggal akibat terpapar polusi udara terlalu lama. Badan Kesehatan Dunia tersebut mencatat, angka itu bakal meningkat menjadi 6,6 juta kematian per tahun pada 2050.
Kematian akibat polusi udara lebih berbahaya ketimbang infeksi HIV dan malaria. “Angka kematian akibat keduanya mencapai 2,8 juta per tahun. Angka itu lebih kecil dari kasus kematian karena polusi,” ucap Prof Jos Lelieveld, ahli kimia Max Planck Institute, Jerman.
Selain itu, menurut penelitian Langone Medical Center, New York University, polusi meningkatkan jumlah partikel kimiawi di udara. “Saat terhirup, partikel tersebut bisa mengendap di aliran darah dan paru-paru,”  jelas Prof George Thurston, pakar epidemiologi serta kesehatan masyarakat dan lingkungan, sebagaimana dikutip CNN.
Bahaya menghirup polutan tersebut dinilai setara denga risiko merokok. Partikel pencemar itu mampu memicu penyakit kardiovaskular dan pernapasan. Termasuk risiko kanker paru-paru. Lelieveld menjelaskan, polutan udara bisa berasal dari mana saja. Mulai asap kegiatan dapur hingga polusi lalu lintas dan industri.
Kepala tim penelitian WHO tersebut menjelaskan, hasil pembakaran rumah tangga jadi penyebab kematian tertinggi di area India, Tiongkok, Bangladesh, Nepal, dan Indonesia. “Bahan bakar kualitas buruk menghasilkan polutan yang berbahaya. Efek tersebut makin buruk bila ruangan tidak didukung sistem ventilasi yang baik,” jelasnya. (fam/c15/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 22 September 2015


No comments:

Post a Comment