Polusi Lebih Mematikan ketimbang HIV
KONDISI udara yang kita hirup sehari-hari menentukan
kualitas hidup. Berdasar studi terbaru WHO, setiap tahun lebih dari tiga juta
orang meninggal akibat terpapar polusi udara terlalu lama. Badan Kesehatan
Dunia tersebut mencatat, angka itu bakal meningkat menjadi 6,6 juta kematian
per tahun pada 2050.
Kematian akibat polusi udara
lebih berbahaya ketimbang infeksi HIV dan malaria. “Angka kematian akibat
keduanya mencapai 2,8 juta per tahun. Angka itu lebih kecil dari kasus kematian
karena polusi,” ucap Prof Jos Lelieveld, ahli kimia Max Planck Institute,
Jerman.
Selain itu, menurut penelitian
Langone Medical Center, New York University, polusi meningkatkan jumlah
partikel kimiawi di udara. “Saat terhirup, partikel tersebut bisa mengendap di
aliran darah dan paru-paru,” jelas Prof
George Thurston, pakar epidemiologi serta kesehatan masyarakat dan lingkungan,
sebagaimana dikutip CNN.
Bahaya menghirup polutan tersebut
dinilai setara denga risiko merokok. Partikel pencemar itu mampu memicu
penyakit kardiovaskular dan pernapasan. Termasuk risiko kanker paru-paru.
Lelieveld menjelaskan, polutan udara bisa berasal dari mana saja. Mulai asap
kegiatan dapur hingga polusi lalu lintas dan industri.
Kepala tim penelitian WHO tersebut
menjelaskan, hasil pembakaran rumah tangga jadi penyebab kematian tertinggi di
area India, Tiongkok, Bangladesh, Nepal, dan Indonesia. “Bahan bakar kualitas
buruk menghasilkan polutan yang berbahaya. Efek tersebut makin buruk bila
ruangan tidak didukung sistem ventilasi yang baik,” jelasnya. (fam/c15/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 22 September
2015
No comments:
Post a Comment