Google search

Custom Search

Translate

Monday, 18 July 2016

High Heels and Skinny Jeans

Akibat Terlalu Sering Mengenakan High Heels dan Celana Skinny
Ada Risiko Terkena Compartment Syndrome
Perpaduan antara celana Skinny dan high heels sanggup menampilkan bentuk kaki jenjang serta tubuh bak peragawati. Namun, penggunaannya harus smart. Sebab, berbagai gangguan kesehatan bisa terjadi jika sering menggunakannya.
                
BERDASAR pemberitaan di USA Today, Juni lalu seorang perempuan di Australia dilarikan ke rumah sakit. Penyebabnya adalah pemakaian skinny jeans yang terlampau ketat. Kaki perempuan yang tak disebutkan namanya itu bengkak, kebas, bahkan terdapat kerusakan pada jaringan otot dan saraf. Bagian kaki dan tungkainya mengalami apa yang disebut sebagai compartment syndrome. Penderita pun sulit berdiri dan berjalan secara normal.
Compartment syndrome  merupakan salah satu gangguan yang ditimbulkan oleh gangguan material pakaian yang terlalu ketat. Umumnya, sindrom itu menyerang bagian abdomen (kaki hingga paha) dan lengan. Tak ayal, penggunaan skinny jeans atau celana ketat bisa meningkatkan potensi terkena gangguan tersebut di bagian kaki.
Dokter Robertus Dhany Prasetyanto Sp BKTV dari Rumah Sakit RKZ Surabaya menjelaskan, kompartemen adalah sebuah bagian terdiri atas otot, pembuluh darah, dan saraf. Dalam tubuh manusia, kompartemen banyak ditemukan di kaki dan lengan. Ia juga merupakan bagian yang paling sering bergerak.
Karena banyaknya pergerakan di bagian itu, memang  sebaiknya bagian-bagian kompartemen tidak terbungkus pakaian dengan ketat. Selain gerak, peredaran darah akan terhambat. “Pada pemakaian celana skinny, aliran darah terhambat adalah dari kaki ke jantung,” ujar Dhany.
Sejatinya, darah dari kaki mengalir kembali ke jantung lewat pembuluh vena. Terdapat dua jenis pembuluh vena, yakni vena dalam dan vena luar. Yang terdampak gangguan celana skinny adalah vena luar. Karena tergencet, aliran darah pada pembuluh vena melambat dan tidak bisa berjalan lancar menuju jantung. Darah pun terkumpul di kaki sehingga mengakibatkan pembengkakan.
Pembengkakan, yang kadang disertai nyeri, lantas bisa bertambah parah. Warna kaki yang semula merah karena bengkak berangsur membiru. Bagian saraf yang tergencet juga terdamapak, yang ditandai dengan sensasi kesemutan dan kebas. Lama-kelamaan, saraf tidak berfungsi dan kulit mulai mati rasa. Itulah dampak ekstrem dari compartment syndrome.
Selain kaki, bagian lengan bisa terkena gangguan tersebut walaupun jarang terjadi. Umunya, atasan dengan bagian lengan yang terlalu ketat menjadi penyebabnya. “Dampak atau sensasi yang ditimbulkan kurang lebih sama dengan compartment syndrome pada kaki,” jelas Dhany.
Selain celana atau pakaian yang terlalu ketat, pemakaian high heels perlu cermat. Sepatu hak tinggi ternyata juga membuat aliran darah melambat karena pembuluh darah yang posisinya berubah. Apalagi, sepatu hak tinggi yang digunakan berbentuk stiletto sehingga posisi tungkai tertarik ke belakang.
Sepatu high heels juga bisa mengakibatkan terjadinya ortopedi. “Bentuk sepatu akan mengakibatkan kerusakan pada persendian di ankle dan lutut,” ujar dr Their Effendi SpOT, pakar ortopedi dari Rumah Sakit Ortopedi dan Traumatologi Surabaya. Yang paling sering terjadi adalah osteoarthritis atau radang sendi.
Penggunaan high heels yang berlebihan akan membuat sensasi nyeri di bagian kaki. Itu merupakan gejala awal terjadinya radang sendi. Jika rasa nyeri itu dibiarkan, radang sendi bakal menyerang. Kerusakan sendi secara permanen pun bisa terjadi. “Bahkan, rasa nyeri itu bisa menjalar hingga bagian atas, yakni pinggang atau punggung,” tutur Their.
Peradangan tidak hanya tejadi pada persendian. Bentuk high heels yang meruncing di bagian ujung juga akan memengaruhi kesehatan telapak kaki. Yang bisa trerdampak adalah bagian jari dan tumit. Jari dan tumit awalnya akan berwarna kemerahan dan terasa sakit. Lama-kelamaan, peradangan atau luka bisa terjadi. Bahkan mengubah bentuk tulang jari dan tumit.
Karena itu, Dhany menambahkan, sebaiknya celana ketat dan sepatu hak tinggi tidak digunakan setiap hari. “Jangan tiap kesempatan menggunakan celana skinny. Misalnya, dua atau tiga hari sekali saja,” ujar Dhany. (len/c19/jan)
Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015

Kulit Bisa Iritasi
            BUKAN hanya gangguan kesehatan di bagian kaki, penggunan celana skinny dan high heels juga dapat mengakibatkan gangguan lain. Mulai gangguan kulit hingga kemandulan.
            Dokter Ahmad Anies Shahab SpU dari RS Bedah Surabaya menjelaskan, terlampau sering mengenakan celana skinny bisa kena gangguan organ intim. “Tidak hanya menggencet saraf di kaki, tapi juga area organ intim. Suhu di area itu makin lembap,” terangnya. Apalagi yang berbahan jins karena sifatnya kuarang bisa menyerap keringat.
            Suhu lembap menjadi tempat ideal bagi tumbuhnya jamur. Salah satu gangguan yang disebabkan jamur adalah PID (pelvic inflammatory disease) atau gangguan pada bagian genitalia di panggul. Jika PID dibiarkan terlalu lama, akan terjadi penyempitan di saluran tuba fallopi yang menuju ovarium. Kesuburan pun dapat berkurang.
            Anies mengungkapkan, celana skinny bisa mengakibatkan gangguan kulit. Sebab, celana tersebut berpengaruh pada proses aerasi atau kemampuan kulit untuk bernapas dan menjadi saluran keringat. Kalau keringat terhambat keluar, kulit bakal iritasi. “Tandanya adalah gatal dan kemerahan,” tutur dia.
Selain di bagian genitalia, jamur dan bakteri bisa tumbuh pada kulit di bagian lipatan, yakni selangkangan dan belakang lutut. Bagian itu memiliki tingkat kelembapan yang tinggi karena keringat tidak dapat keluar dengan baik. (len/c14/jan)
Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015

Smart Menggunakan Celana Skinny dan High Heels
·         Kenakan hanya untuk acara tertentu. Pilih skinny jeans yang tidak terlalu ketat, tetapi tetap membentuk kaki.
·         Imbangi penggunaan skinny jeans dengan tidak mengenakan pakaian dalam yang terlampau ketat.
·         Cari bahan yang mudah menyerap keringat.
·         Jangan gunakan skinny jeans untuk aktivitas yang memerlukan banyak gerak.
·         Untuk high heels, penggunaan stiletto sebaiknya dibatasi. Untuk kegiatan sehari-hari, pilihlah sepatu dengan hak yang tidak lebih dari 5 cm.
·         Saat sedang duduk dengan menggunakan skinny jeans dan high hells, jangan menekuk kaki. Luruskan kaki agar aliran darah tetap lancar dan bagian lipatan tidak tertekan.

Sumber: Jawa Pos, 20 Nopember 2015
Picture :https://pixabay.com/id/perempuan-model-mendoza-latin-1211747/ 


1 comment:

  1. The Best Of Spades T-Shirt: The Best Of The Spades T-Shirt
    From our T-Shirt rocket league titanium white octane to the T-Shirt Classic, you will have access titanium price to a selection of new and upcoming T-Shirt designs, titanium or ceramic flat iron plus all titanium chopsticks you need titanium trim hair cutter reviews to know about them!

    ReplyDelete