Google search

Custom Search

Translate

Monday, 15 February 2016

Kurus

Turun Berat Badan secara Sehat

Kurus (Tidak) Selalu Bagus



Wajar bila seseorang ingin langsing dan menghindari kegemukan. Namun, ingatlah bahwa tubuh yang terlalu langsing alias kurus juga tidak baik. Berbagai gangguann kesehatan sudah “menunggu” si skinny.

DALAM dunia kedokteran, tubuh yang terlalu kurus disebut sebagai cachexial skinny. Tubuh yang terlalu kurus ditandai dengan tipisnya kulit, lapisan lemak di bawah kulit, dan otot. Kondisi kulit, lemak, dan otot yang demikian membuat tulang-tulang lebih kelihatan menonjol.
Dokter Choesnan Efendi AIF AIFO, ahli ilmu faal/ fisiologi, menjelaskan beberapa penyebab seseorang bisa bertubuh terlalu kurus. Yang pertama adalah faktor genetis. “Sebenarnya kalau (kurus) secara genetis, orang itu sehat-sehat saja,” katanya. Dia menyatakan bahwa fungsi organ tubuh orang-orang yang terlalu kurus secara genetis baik-baik saja. “Namun, timbul masalah jika nafsu makannya rendah,” ungkap staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas Hang Tuah tersebut.
Kurangnya nafsu makan berkaitan dengan faktor yang kedua, yaitu kurangnya asupan nutrisi lewat makanan. Choesnan menuturkan, dalam proses metabolisme, tubuh memerlukan lima unsur utama, yakni karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. “Bagi mereka yang terlalu kurus, asupan karbohidrat, lemak, dan protein sangat kurang. Kurangnya tiga nutrisi itu membuat badan makin kurus,” ujar dia.
Choesnan lantas menyebut pembentukan energi yang melibatkan karbohidrat, lemak, dan protein terhadap orang yang bertubuh terlalu kurus. Pertama, tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai penghasil energi. Bila karbohidrat kurang, pembentukan energi memerlukan lemak. “Pada orang yang bertubuh terlalu kurus, cadangan lemak terlalu sedikit sehingga pembentukan energi akan mengambil lemak di bawah kulit,”jelas Choesnan. Itulah yang membuat lemak berkurang dan tubuh makin kurus.
Bila jumlah lemak di bawah kulit kian berkurang, tubuh akan mengambil cadangan protein. “Jika itu terjadi terus-menerus, jumlah protein akan berkurang dan massa otot menurun. Akibatnya, tulang-tulang tampak lebih menonjol,” papar Choesnan.
Selain kurangnya asupan nutrisi, ada gangguan psikis yang mengakibatkan seseorang bertubuh terlalu kurus. Gangguan itu sudah cukup popular, yakni bulimia nervosa atau bulimia. “Gangguan ini disebabkan keadaan yang memengaruhi pikiran,” tuturnya. Keadaan tersebut bisa bermacam-macam, mulai terobsesi ingin kurus maupun permasalahan hidup.
Bulimia nervosa atau gangguan psikis akan memengaruhi pusat kenyang di otak. Dalam tubuh seseorang yang terlalu kurus, ada pula senyawa bernama sitokin yang bisa memengaruhi pusat kenyang. Seseorang pun selalu merasa kenyang dan tidak bernafsu makan. Akibatnya, jumlah makanan dan nutrisi yang masuk sangat sedikit. “Dari situ, akan muncul ganguan pencernaan seperti mual saat makan, muntah, diare, mag, infeksi, dan penyakit cacing. Tentu gangguan-ganguan seperti itu amkin membuat tubuh bertambah kurus,” terangnya.


Berbicara mengenai penyakit dan gangguan kesehatan, bukan gangguan pencernaan saja yang menyerang si skinny. Yang pertama penurunan daya tahan tubuh dan kurang energi . Energi  yang berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein sulit dibentuk karena jumlah yang terlalu sedikit. Kurangnya protein turut berdampak pada daya tahan tubuh.
Si skinny juga bisa terserang anemia dan cedera otot. Anemia disebabkan kurangnya protein sebagai pembentuk eritrosit (sel darah merah) dan hemoglobin . lebih jauh lagi, leukosit (sel darah putih), yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, juga bakal berkurang. Otot si skinny lalu akan rentan cedera, mengingat otot mereka sangat tipis akibat kurang protein.
Kesuburan atau fertilitas akan ikut bermasalah. Kurangnya nutrisi membikin produksi protein dan hormon terganggu. (len/c14/dos)
Perbanyak Asupan Kalori
BAGI mereka yang  bertubuh terlalu kurus, asupan gizi dalam tubuh sangat kurang. “Penyebabnya, aktivitas berlebihan, gangguan pencernaan, dan pola makan yang salah,” ujar Andriyanto, ketua  tim Pangan dan Gizi Jawa Timur.
Untuk orang terlalu kurus, tentu yang harus diperbanyak adalah protein dan lemak atau kalori. “Yang paling mudah adalah meminum susu atau makanan yang mengandung susu,” jelasnya.


Andriyanto menyebutkan, jumlah kalori dalam susu sama dengan jumlah volume susu dalam cc. “Misalnya, kalau susu sebanyak 250 cc, terdapat 250 kalori,” kata dia.
Selain susu, makanan yang berasal dari susu atau mengandung banyak kalori bisa dijadikan pilihan. Misalnya es krim, pudding vla, atau nasi goreng. “Pada nasi goreng, kadar minyak akan menambah  kalori yang bermanfaat bagi mereka yang terlalu kurus,” ungkap Andriyanto. Namun,  nasi goreng harus dimasak dengan minyak goreng  yang bersih alias bukan jelantah. “Akan lebih baik kalau makanan yang digoreng itu dibuat sendiri atau tidak membeli di luar,” tambah direktur Akademi Gizi Surabaya tersebut.
Lalu, bagaimana dengan olahraga? Rupanya, olahraga tetap diperlukan bagi si skinny . “Hanya, olahraga tidak boleh lebih dari 30 atau 45 menit,” ujar Andriyanto. Pada 30 menit pertama, zat yang dibakar dalam tubuh adalah karbohidrat. Lalu, pada 30 menit kedua, pembakaran lemak bakal terjadi. Olahraga yang tepat, antara lain, jogging, renang, senam, atau olahraga yang membutuhkan gerakan melompat. “Itu akan membakar karbohidrat dan membuat lapar. Rasa lapar akan memicu nafsu makan yang besar bagi si skinny,” tanda Andriyanto. (len/c14/dos)


Sumber: Jawa Pos, 8 Mei 2015
Tips Menambah Berat Badan
·         Pilih sajian yang padat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air). Untuk jumlah, jangan langsung diperbanyak. Tambahlah jumlah makanan secara bertahap.
·         Lakukan snacking pada sela-sela jadwal makan utama (sarapan, makan siang, dan makan malam). Misalnya pukul 10 pagi, pukul 4 sore, dan sebelum tidur. Snack  disarankan berupa susu atau buah.
·         Seimbangkan asupan kalori dengan sayur dan buah. Akan angat baik bila sayur dan buah disajikan dalam bentuk salad. Asupan kalori harus cukup dan tidak berlebihan.

Rumus Berat Badan Ideal

IMT (indeks massa tubuh) = Berat Badan (kg) ÷ Tinggi Badan (m)

Catatan: Bila hasilnya kurang dari 17, badan Anda tergolong kurus. Jika hasilnya kurang dari 16, badan Anda termasuk sangat kurus.

No comments:

Post a Comment