Bedah Estetika 2
Tak Semua Permintaan Bisa Diluluskan
PROSES operasi
plastik memang tidak sederhana. Spesialis bedah plastik RS Bedah Surabaya dr
Agus Santoso Budi SpBP-RE menuturkan bahwa yang paling kompleks adalah operasi
dagu. Wawancara hingga operasi bisa berlangsung tiga bulan. Belum lagi masa
penyembuhannya.
Yang
membuat kompleks, pada dagu adalah dokter harus melakukan pemotongan.
“Istilahnya, menggergaji tulang dagu hingga lancip seperti yang diinginkan
pasien,” terangnya.
Saking
kompleksnya, lanjut dokter yang juga berpraktik di RSUD dr Soetomo tersebut,
tidak semua dokter bedah plastik berani melakukannya. Ditambah lagi setelah
operasi dagu, struktur wajah akan berubah. Karena itu, Agus biasanya lebih
memprioritaskan pasien dengan indikasi medis seperti mandibular overgrowth (dagu terlalu panjang hingga gigi bawah
lebih maju daripada gigi atas) atau pasien hiplofasi (dagu menonjol ke dalam).
Selebihnya,
memang ada pasien-pasien yang atas dasar estetika ingin melancipkan dagu.
Namun, Agus menegaskan bahwa idealnya para dokter bedah plastik tidak
serta-merta menerima permintaan pasien. “Kami hanya menerima permintaan yang
masuk akal,” tegas Agus.
Artinya,
yang tidak masuk akal seperti ingin memancungkan hidung dengan tinggi tidak
logis atau yang ketagihan operasi plastik tidak akan dilayani. Menurut Agus,
keinginan atau permintaan tersebut tidak layak dipenuhi. Sebab, bukannya
membantu, dokter malah menjerumuskan pasien.
Bagaimana
dengan metode tanam benang di klinik-klinik kecantikan? Apakah juga bisa
dibilang operasi plastik? Agus menyebutkan iya. Konsep bedah plastik terbagi
dua, yaitu rekonstruksi dan estetika. Metode tanam benang masuk ke dalam
estetika yang bertujuan mengubah wajah atau tubuh lebih baik. “Usaha seperti
itu punya maksud mengubah menjadi lebih baik, termasuk bedah plastik,” papar
dokter yang juga menjabat Humas Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia tersebut.
Hanya,
bila berniat tanam benang, Agus menyarankan masyarakat selektif. Jangan sampai
ikut-ikutan tanam benang, tetapi tidak mendapat hasil efektif. ” Ada benang
yang biasa, ada benang yang bergerigi. Semua punya hasil yang berbeda,” jelas
dia.
Begitu
pun tanam benang yang menggunakan jarum untuk memasukkan benang. Biasanya ada
risiko ke depannya pasien tidak boleh terlalu ekspresif karena struktur
wajahnya akan terpengaruh.
Namun,
jika benang yang ditanam dengan teknik open
atau membuka jaringan tubuh, pasien
tidak perlu khawatir lantaran ekspresi wajahnya tidak memengaruhi struktur
wajah. “Sebelum operasi, pasien harus
kritis bertanya tentang efektivitas, risiko, serta efek samping jangka pendek
dan jangka panjang,” tandas Agus. (ina/c14/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 13
Nopember 2015
No comments:
Post a Comment