Kunci Jaga Tubuh Tetap Fit Saat Musim Hujan
GIZI LENGKAP,
PENYAKIT OGAH HINGGAP
Musim hujan sudah tiba. Cuaca panas berganti hawa sejuk. Tapi, jangan lantas lengah. Jika tidak hati-hati, tubuh yang tersiram air hujan rentan terserang penyakit. Tindakan preventif yang tepat akan membuat tubuh tetap fit.
SAAT musim hujan, suhu lebih rendah dan
lingkungan cenderung lembap sehingga mikroba jahat lebih muda berkembang biak.
Perubahan suhu juga berpotensi memengaruhi ketahanan tubuh.
Beberapa
penyakit yang kerap menghantui masyarakat ketika musim hujan, antara lain,
demam, yang disertai panas, batuk, dan
flu. Selain itu, tifus, diare, dan demam berdarah.
Ada empat hal
utama yang harus diperhatikan agar tubuh tetap bugar pada musim hujan. Yakni,
pola makan, pola istirahat, kesehatan lingkungan, serta pencegahan penyakit.
Pola Makan
Asupan
makanan yang baik bisa membantu menjaga ketahanan tubuh. Pastikan gizi lengkap terpenuhi dalam menata pola makan.
Makanan yang diasup harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, serat, dan
mineral alias makanan empat sehat lima sempurna.
Tubuh juga
cenderung mudah lapar saat musim hujan sehingga orang gampang ngemil . buah dan sayur merupakan
pilihan yang pas, terutama buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C.
“Selain itu, setidaknya minum 2 liter air per hari,” kata dr Dewi Emma Anindia.
Bagi
anak-anak, empat sehat lima sempurna saja tidak cukup. “Hindari makanan dari
penjual pinggir jalan, pedagang kaki lima, atau yang tidak tejamin higinitasnya,” ujar dr Rifan Fauzie,
spesialis anak.
Makanan yang
disarankan bagi anak-anak adalah makanan yang memiliki banyak kandungan
protein. “Sebab, protein merupakan salah satu unsur yang membentuk kekbalan
tubuh manusia,” kata Rifan.
Pola Istirahat
Istirahat
yang cukup saat malam berperan dalam menjaga kekebalan tubuh, imbangi pula
dengan olahraga rutin 2-3 kali dengan intensitas sedang 30-45 menit.
Tidur bagi
anak sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh sekaligus bermanfaat bagi
tumbuh kembang mereka. Anak yang berusia satu tahun setidaknya harus tidur 12
jam per hari, sedangkan anak-anak yang sudah bersekolah setidaknya tidur
Sembilan jam per hari.
Lingkungan yang Sehat
Tangan
merupakan tempat yang sering menjadi perantara bakteri dan kuman masuk ke dalam
tubuh. Karena itu, ada baiknya mencuci tangan mencuci tangan dengan menggunakan
sabun. “Terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Sebelum makan, pastikan
tangan sudah bersih,” tegas dr Emma.
Menjaga
keadaan lingkungan agar tetap kering dan hangat merupakan keharusan agar kondisi
tubuh anak tetap fit selama hujan. Namun, orang tua harus mempertimbangkan
bahwa aktivitas bermain saat hujan memebantu anak menyatu dengan alam,
merasakan hujan, dan secara psikologis bisa memberikan kegembiraan. Durasinya
cukup 10-15 menit. “Dengan catatan, dilakukan saat anak benar-benar fit.
Setelah itu, langsung ganti pakaian, hangatkan tubuh, dan minum minuman
hangat,” papar dr Rifan.
Cegah Penularan
Selain
langkah-langkah antisipasi diatas, berhati-hatilah saat melakukan aktivitas
bersama. Terutama saat bersama orang yang sedang sakit di halte bus, kendaraan
umum, tempat umum, atau kantor. “Untuk mencegah, sebaiknya gunakan masker agar
tidak menular kepada orang lain,” ujar dr Emma.
Anak-anak pun
lebih rentan tertular penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Orang tua disarankan tidak mengirm anak ke sekolah jika sedang sakit. “Ajari
anak yang tengah sakit untuk menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit
kepada tmannya,” tegas dr Rifan. (swn/c4/aan/ran)
Cuci Tangan Wajib Pakai Sabun
SALAH satu cara untuk melindungi diri
dari penyakit pada musim penghujan adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS).
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengungkapkan, CTPS adalah cara yang
sederhana, mudah, murah, dan bermanfaat untuk mencegah bebagai penyakit.
Misalnya, diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sering
mengakibatkan kematian anak-anak. “Begitu pula penyakit hepatitis, tifus, dan
flu burung,” cetusnya.
CTPS
sebaiknya dilakukan pada empat waktu. Pertama, sebelum menyiapkan makanan.
Kedua, setiap kali tangan kotor seperti setelah mememgang uang, binatang, serta
berkebun. Ketiga, setelah buang air besar dan menceboki bayi atau anak.
Keempat, setelah menggunakan pestisida atau insektisida serta sebelum menyusui
bayi.
Berdasar hasil
riset kesehatan dasar 2013, proporsi penduduk berumur lebih dari 10 tahun yang
berperilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia meningkat dari 23,2 persen
pada 2007 naik menjadi 47 persen pada 2013. Meski demikian, tetap diperlukan
penyebarluasan informasi mengenai CTPS.
Edukasi CTPS
diberikan agar anak usia sekolah mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir.
“Perilaku mencuci tangan yang benar adalah mencuci tangan pakai sabun,”
tuturnya. (swn/c14/aan)
Sumber:
Jawa Pos, 12 Nopember 2015

No comments:
Post a Comment