Google search

Custom Search

Translate

Friday, 12 February 2016

Saat Musim Hujan

Kunci Jaga Tubuh Tetap Fit Saat Musim Hujan



GIZI LENGKAP,
PENYAKIT OGAH HINGGAP

Musim hujan sudah tiba. Cuaca panas berganti hawa sejuk. Tapi, jangan lantas lengah. Jika tidak hati-hati, tubuh yang tersiram air hujan rentan terserang penyakit. Tindakan preventif yang tepat akan membuat tubuh tetap fit.

SAAT musim hujan, suhu lebih rendah dan lingkungan cenderung lembap sehingga mikroba jahat lebih muda berkembang biak. Perubahan suhu juga berpotensi memengaruhi ketahanan tubuh.
Beberapa penyakit yang kerap menghantui masyarakat ketika musim hujan, antara lain, demam, yang disertai  panas, batuk, dan flu. Selain itu, tifus, diare, dan demam berdarah.
Ada empat hal utama yang harus diperhatikan agar tubuh tetap bugar pada musim hujan. Yakni, pola makan, pola istirahat, kesehatan lingkungan, serta pencegahan penyakit.
Pola Makan
Asupan makanan yang baik bisa membantu menjaga ketahanan tubuh. Pastikan gizi  lengkap terpenuhi dalam menata pola makan. Makanan yang diasup harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, serat, dan mineral alias makanan empat sehat lima sempurna.
Tubuh juga cenderung mudah lapar saat musim hujan sehingga orang gampang ngemil . buah dan sayur merupakan pilihan yang pas, terutama buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C. “Selain itu, setidaknya minum 2 liter air  per hari,” kata dr Dewi Emma Anindia.
Bagi anak-anak, empat sehat lima sempurna saja tidak cukup. “Hindari makanan dari penjual pinggir jalan, pedagang kaki lima, atau yang tidak tejamin  higinitasnya,” ujar dr Rifan Fauzie, spesialis anak.


Makanan yang disarankan bagi anak-anak adalah makanan yang memiliki banyak kandungan protein. “Sebab, protein merupakan salah satu unsur yang membentuk kekbalan tubuh manusia,” kata Rifan.
Pola Istirahat
Istirahat yang cukup saat malam berperan dalam menjaga kekebalan tubuh, imbangi pula dengan olahraga rutin 2-3 kali dengan intensitas sedang 30-45 menit.
Tidur bagi anak sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Anak yang berusia satu tahun setidaknya harus tidur 12 jam per hari, sedangkan anak-anak yang sudah bersekolah setidaknya tidur Sembilan jam per hari.
Lingkungan yang Sehat
Tangan merupakan tempat yang sering menjadi perantara bakteri dan kuman masuk ke dalam tubuh. Karena itu, ada baiknya mencuci tangan mencuci tangan dengan menggunakan sabun. “Terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Sebelum makan, pastikan tangan sudah bersih,” tegas dr Emma.
Menjaga keadaan lingkungan agar tetap kering dan hangat merupakan keharusan agar kondisi tubuh anak tetap fit selama hujan. Namun, orang tua harus mempertimbangkan bahwa aktivitas bermain saat hujan memebantu anak menyatu dengan alam, merasakan hujan, dan secara psikologis bisa memberikan kegembiraan. Durasinya cukup 10-15 menit. “Dengan catatan, dilakukan saat anak benar-benar fit. Setelah itu, langsung ganti pakaian, hangatkan tubuh, dan minum minuman hangat,” papar dr Rifan.
Cegah Penularan
Selain langkah-langkah antisipasi diatas, berhati-hatilah saat melakukan aktivitas bersama. Terutama saat bersama orang yang sedang sakit di halte bus, kendaraan umum, tempat umum, atau kantor. “Untuk mencegah, sebaiknya gunakan masker agar tidak menular kepada orang lain,” ujar dr Emma.
Anak-anak pun lebih rentan tertular penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Orang tua disarankan tidak mengirm anak ke sekolah jika sedang sakit. “Ajari anak yang tengah sakit untuk menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit kepada tmannya,” tegas dr Rifan. (swn/c4/aan/ran)

Cuci Tangan Wajib Pakai Sabun



SALAH satu cara untuk melindungi diri dari penyakit pada musim penghujan adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengungkapkan, CTPS adalah cara yang sederhana, mudah, murah, dan bermanfaat untuk mencegah bebagai penyakit. Misalnya, diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sering mengakibatkan kematian anak-anak. “Begitu pula penyakit hepatitis, tifus, dan flu burung,” cetusnya.
CTPS sebaiknya dilakukan pada empat waktu. Pertama, sebelum menyiapkan makanan. Kedua, setiap kali tangan kotor seperti setelah mememgang uang, binatang, serta berkebun. Ketiga, setelah buang air besar dan menceboki bayi atau anak. Keempat, setelah menggunakan pestisida atau insektisida serta sebelum menyusui bayi.


Berdasar hasil riset kesehatan dasar 2013, proporsi penduduk berumur lebih dari 10 tahun yang berperilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia meningkat dari 23,2 persen pada 2007 naik menjadi 47 persen pada 2013. Meski demikian, tetap diperlukan penyebarluasan informasi mengenai CTPS.
Edukasi CTPS diberikan agar anak usia sekolah mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir. “Perilaku mencuci tangan yang benar adalah mencuci tangan pakai sabun,” tuturnya. (swn/c14/aan)
Sumber: Jawa Pos, 12 Nopember 2015



No comments:

Post a Comment