Google search

Custom Search

Translate

Friday, 29 January 2016

DAUN KATUK

Daun Katuk Tingkatkan Kecerdasan


            SURABAYA- Daun katuk (Sauropus androgynus) selama ini dipercaya bermanfaat untuk melancarkan produksi air susu ibu. Ternyata daun katuk juga terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak. Hasil penelitian Nurul Kamariyah membuktikan hal itu.
            Dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) itu mengatakan, berdasar penelitiannya, konsumsi ekstrak daun katuk mampu meningkatkan pertumbuhan sel-sel saraf neuroglia di otak. Dengan kata lain, ekstrak daun katuk terbukti meningkatkan kecerdasan.


            Memang, penelitian tersebut baru diujicobakan pada tikus laboraturium. Tahap penelitian belum sampai pada pengujian ke manusia. Meski demikian, tikus memiliki kelengkapan organ dan kebutuhan nutrisi serta biokimia yang cukup dekat atau hampir sama dengan manusia.
            Dalam penelitian, Nurul membagi tiga kelompok perlakuan. Di setiap kelompok, ada enam tikus. Kelompok pertama, tikus-tikus diberi ekstrak daun katuk dengan dosis 24 mg per hari. Kelompok kedua diberi dosis 48 mg dan kelompok ketiga diberi dosis 78 mg per hari. “Satu tikus kontrol yang tidak diberi ekstrak,” tuturnya.
            Perkembangan tikus dipantau sejak kehamilan, melahirkan, hingga hari ke-11 pasca melahirkan. Kondisi darah dan hormon induk tikus pun dipantau. Pada hari ke-12, sel saraf neuroglia anak tikus diperiksa. Hasilnya, setiap kelompok perlakuan menunjukkan pertumbuhan sel otak yang berbeda. Pada tikus kontrol yang tidak mendapat asupan daun katuk, jaringan sel otaknya berjumlah 29 sel.
            Jumlah sel meningkat seiring dengan dosis ekstrak daun katuk yang diberikan. Pada kelompok pertama, diberikan dosis 24 mg, kata Nurul, jumlah sel otak meningkat  menjadi 31 sel. Sedangkan pada kelompok kedua dengan dosis 48 mg, jumlah sel otaknya menjadi 38 sel. “Yang kelompok ketiga dengan dosis 78 mg meningkat jadi 50 sel,” jelasnya.
            Berdasar hasil penelitian itu, ekstrak daun katuk bagus dikonsumsi bayi. Terutama pada masa golden period pertumbuhan otak di usia 0-5 tahun. Untuk menjadi sebuah produk konsumsi, imbuh dia, harus dilakukan penelitian lanjutan dan uji laboraturium. “Sudah ada yang memproduksi ekstrak daun katuk. Tapi, penelitian ini dilakukan untuk melihat daun  katuk tidak hanya memperlancar produksi ASI, tapi juga bagus untuk sel-sel otak,” jelasnya.
            Saat ini hasil penelitian S-2 itu diproses untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Jika tidak ada aral melintang, pihaknya juga akan mengembangkan penelitian tersebut. “Ke depan, dilihat pengaruhnya ke kecerdasan apa,” tutur alumnus magister kesehatan Universitas Airlangga tersebut. (puj/c7/noe)

Sumber: Jawa Pos, 8 Januari 2016

No comments:

Post a Comment