Google search

Custom Search

Translate

Saturday, 16 January 2016

Tangkal Lemak Jahat Cegah Penyakit


Big No No buat Gorengan
Kolesterol tinggi harus diwaspadai. Meski gejala penyakit belum muncul, tidak boleh dianggap remeh. Lakukan pola hidup sehat. Spesialis gizi Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK memberikan panduan melawan lemak jahat.
            “MELAWAN lemak jahat, terapkan 5S,”  ujar Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK saat ditemui di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
            Apa itu 5S? Lima kunci hidup sehat tersebut terdiri atas makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat, serta lingkungan sehat. Pertama makan sehat. Tingginya kadar kolesterol kerap disumbang faktor makan yang tidak mengikuti aturan.
            Makan sehat berarti nutrisi seimbang, baik dalam jumlah maupun komposisi. Berbicara mengenai makanan sehat, ada 4J yang harus diingat. “Yaitu jumlah, jadwal, jenis, dan jurus masak,” paparnya.
            Agar tidak terjadi penumpukan lemak, jumlah makanan harus sesuai dengan kebutuhan. Tiap orang berbeda, bergantung aktivitas yang dilakukan. Kemudian, jadwal makan harus tiga kali: pagi, siang, dan malam. Jika ada orang yang sering skip sarapan dan menggabungkannya dengan makan siang, Samuel meminta mengubahnya. “Tidak boleh skip,” kata dr Samuel tegas. Saat skip pembakaran tidak optimal. Tubuh cenderung menyimpan makan berikutnya menjadi lemak.



RUMUS MENU SEHAT
Dalam satu hari disarankan mengonsumsi tiga jenis buah dan tiga jenis sayur yang berbeda. Jenis buah yang bervariasi. Mulai apel, melon, pisang, anggur, salak, dan lainnya. Begitu pula dengan sayur wortel, selada, brokoli, paprika kuning, paprika merah, dan bermacam jenis yang lain. Pentingnya kombinasi karena tidak ada satu pun jenis makanan yang memenuhi semua kebutuhan nutrisi.
            Masuk ke J berikutnya, jenis. Jenis asupan makanan harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Pilih karbohidrat kompleks, bukan simpleks (sederhana). Contoh karbohidrat kompleks adalah beras merah, beras hitam, roti gandum, kentang (dengan kulitnya), ubi (juga dengan kulit). Bagian kulit yang kaya serat.
            Karbo sederhana seperti gula dan tepung-tepungan harus dikurangi atau dihindari.
Lemak jahat harus dihindari. Say no to makanan yang digoreng, bersantan, apalagi dimasak dalam waktu lama menjadi lemak jenuh. Keju, margarine, mentega, kuning telur, dan seafood tinggi kolesterol seperti cumi, udang, serta kepiting juga dicoret dari daftar menu.
Sementara itu, serat, vitamin, serta mineral didapat dari buah dan sayur. Zat warna pada buah merupakan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
Selanjutnya, jurus memasak. “Yang penting tidak digoreng,” ucap dr Samuel tegas. Makanan yang digoreng mengandung minyak yang akan ditimbun menjadi sel lemak. Akibatnya, LDL tinggi, trigliserida naik, dan kolesterol total pun meningkat. Samuel menyarankan cara memasak yang lain misalnya di-steam, bakar, pepes, sup atau panggang.
Tak kalah penting adalah berpikir sehat dengan mengendalikan level stres. Begitu stres, hormon kortisol yang bersifat “jahat” memengaruhi daya tahan tubuh, juga merangsang radikal bebas.
S yang ketiga adalah istirahat sehat. Idealnya, istirahat itu membutuhkan durasi 6-8 jam tidur yang berkualitas. Dengan begitu, pembentukan growth hormone makin optimal. Kurang dari itu, pelepasan radikal bebas di otak akan berlebih sehingga memicu penuaan dini dan sering lupa.
Berikutnya, S yang keempat berupa aktivitas sehat. “Buat tubuh aktif sering berjalan, rutin berolahraga,” pesan dr Samuel. Olahraga harus teratus minimal 30 menit, dilakukan 4-5 kali dalam sepekan secara bertahap.
S yang terakhir adalah lingkungan sehat. “Tidak merokok dan tidak menjadi perokok pasif. Hindari polusi,” ucapnya. Tidak ada yang sulit untuk kita lakukan. Sebab, semua cara hidup bergantung pada mindset. “Putar ke mindset sehat maka segalanya jadi mudah,” tukas dr Samuel. (nor/c19/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 22 September 2015

No comments:

Post a Comment