Google search

Custom Search

Translate

Friday, 15 January 2016

Recovery Perempuan Lebih Lama




       LIMA tahun lalu, Joane Maglaras, Ibu empat anak asal New York, mengalami serangan jantung. Berhasil melalui masa kritis, namun pemulihannya memerlukan waktu yang cukup lama. Menurut studi yang dilakukan Yale University, lamanya waktu pemulihan itu kemungkinan terkait dengan tingkat stres dalam keluarga, pekerjaan, dan lainnya. Ketika itu, suaminya baru saja kehilangan pekerjaan sehingga Maglaras harus membantu dengan bekerja full time.
        Meski Maglaras yang ketika mengalami serangan jantung berusia 49 tahun itu merasa secara fisik sudah kembali sehat, masa pemulihan sesungguhnya belum selesai.
        Penelitian Yale University menganalisis data dari 2.397 perempuan dan 1.175 pria survivor serangan jantung dengan rentang usia 18-55 tahun. Mereka menjadi partisipan dalam observasi Variation in Recovry: Role of Gender on Outcomes of Young AMI Patients (VIRGO).
         Selain itu, perempuan memiliki kecenderungan lebih mudah naik stres. Stres inilah yang membuat pemulihannya tidak sebaik kaum pria. Perempuan sangat mudah concern pada masalah keluarga, sedangkan pria lebih memusingkan urusan finansial.
          Kebanyakan pasien serangan jantung hanya dirawat beberapa hari  di rumah sakit, selanjutnya kembali ke rumah dengan mengikuti program rehabilitasi jantung dan mengontrol gaya hidup. (today.com/health/nor/c17/dos)

Sumber: Jawa Pos, 12 Februari 2015

No comments:

Post a Comment