LIMA tahun lalu, Joane Maglaras, Ibu empat
anak asal New York, mengalami serangan jantung. Berhasil melalui masa kritis,
namun pemulihannya memerlukan waktu yang cukup lama. Menurut studi yang
dilakukan Yale University, lamanya waktu pemulihan itu kemungkinan terkait
dengan tingkat stres dalam keluarga, pekerjaan, dan lainnya. Ketika itu,
suaminya baru saja kehilangan pekerjaan sehingga Maglaras harus membantu dengan
bekerja full time.
Meski
Maglaras yang ketika mengalami serangan jantung berusia 49 tahun itu merasa
secara fisik sudah kembali sehat, masa pemulihan sesungguhnya belum selesai.
Penelitian
Yale University menganalisis data dari 2.397 perempuan dan 1.175 pria survivor serangan jantung dengan rentang
usia 18-55 tahun. Mereka menjadi partisipan dalam observasi Variation in Recovry: Role of Gender on
Outcomes of Young AMI Patients (VIRGO).
Selain itu, perempuan memiliki
kecenderungan lebih mudah naik stres. Stres inilah yang membuat pemulihannya
tidak sebaik kaum pria. Perempuan sangat mudah concern pada masalah keluarga, sedangkan pria lebih memusingkan
urusan finansial.
Kebanyakan
pasien serangan jantung hanya dirawat beberapa hari di rumah sakit, selanjutnya kembali ke rumah
dengan mengikuti program rehabilitasi jantung dan mengontrol gaya hidup. (today.com/health/nor/c17/dos)
Sumber: Jawa Pos, 12 Februari 2015
No comments:
Post a Comment