Google search

Custom Search

Translate

Thursday, 7 January 2016

Growth Spurts Period Survival




Growth Spurts Period Survival
Sampai seberapa sering bayi akan menyusu?
Frekuensinya bisa dua kali lipat bila dibandingkan dengan biasanya. Bahkan sejam hingga 30 menit sekali. Karena itu, bayi akan sulit lepas dari ibu.
Apa akan membuat kita bergadang?
Yes! Dan lebih sering lagi. Seolah bayi tahu, hormon prolaktin paling tinggi saat malam. Makanya, dia lebih sering terbangun untuk menyusu.
Apakah ASI saya bisa benar-benar cukup?
Perlu asupan tambahan? Percalah akan cukup! Ketika bayi sering menyusu, ASI yang dihasilkan mama juga bakal makin banyak. Tidak perlu susu formula atau asupan lain karena natural alert untuk produksi ASI itu tadi akan terganggu.
Kapan saya tahu bayi saya sudah kenyang?
Setelah dia berhenti menyusu, cobalah menggendongnya sambil berjalan-jalan. Jika sudah kenyang, dia akan terlelap. Jika masih ingin lagi, dia akan kembali menangis.
Bagaimana membedakannya dengan ASI saya yang memang ternyata kurang?
Coba perhatikan bobot dan popoknya. Selama masa itu bayi banyak buang air (minimal 6 kali sehari) dan berat badannya naik, artinya memang sedang terjadi growth spurts.
Berapa lama ini terjadi? Apa tandanya sudah selesai?
Biasanya hanya 3-4 hari meski ada yang mengalami lebih dari seminggu. Setelah periode itu, bayi akan tidur lebih lama dan tenang. Jangan dibangunkan untuk minum susu. Tidur juga penting untuk proses tersebut. Frekuensi menyusu bakal kembali normal. Begitu juga produksi ASI mama. Kapan saya harus khawatir?
Saat bayi lapar terus dan rewel lebih dari 2 minggu, namun tidak ada penambahan berat badan yang signifikan. Punya timbangan digital di rumah bisa berguna banyak untuk memeriksa hal tersebut. (puz/c14/dos)

Sumber: Jawa Pos, 12 Pebruari 2015

No comments:

Post a Comment