Google search

Custom Search

Translate

Wednesday, 13 January 2016

Virus Ebola dalam Cairan Sperma

Virus Ebola dalam Cairan Sperma
JENEWA- World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi baru terkait dengan ditemukannya virus ebola dalam cairan sperma seorang penderita pada enam bulan setelah kesembuhannya. Setelah penderita dinyatakan bebas dari virus mematikan tersebut, PBB kembali mendeteksi adanya virus ebola dalam cairan sperma pria asal Liberia itu.
“Dia telah memberikan sampel air mani yang telah diuji, positif untu ebola,” ujar juru bicara WHO Tarik Jasaveric kepada AFP. Padahal, tes darah menunjukkan hasil negative.
Ebola merupakan jenis penyakit yang disebabkan virus, memiliki masa inkubasi mulai dua hari hingga tiga minggu setelah menjangkiti tubuh. Gejalanya adalah demam, sakit tengggorokan, nyeri otot, serta sakit kepala. Pada situasi parah, ebola dapat diikuti muntah, mual, diare, serta menurunnya fungsi hati dan ginjal.
Pasca temuan terbaru tersebut, WHO mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun yang berhasil selamat dari ebola agar menjauhkan diri dari praktik seks secara langsung. Penggunaan kondom pun diwajibkan disertai pemeriksaan secara berkala ke laboraturium.
“Survivor ebola harus konsisten menggunakan kondom untuk semua aktivitas seksual selama tiga bulan sampai ada informasi lebih lanjut,” ungkap Jasarevic. (AFP/rim/c20/jan)

SUMBER: JAWAPOS, Kamis 16 April 2015

No comments:

Post a Comment