Virus Ebola dalam Cairan Sperma
JENEWA- World
Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi baru terkait dengan
ditemukannya virus ebola dalam cairan sperma seorang penderita pada enam bulan
setelah kesembuhannya. Setelah penderita dinyatakan bebas dari virus mematikan
tersebut, PBB kembali mendeteksi adanya virus ebola dalam cairan sperma pria
asal Liberia itu.
“Dia telah memberikan sampel air mani
yang telah diuji, positif untu ebola,” ujar juru bicara WHO Tarik Jasaveric
kepada AFP. Padahal, tes darah
menunjukkan hasil negative.
Ebola merupakan jenis penyakit yang
disebabkan virus, memiliki masa inkubasi mulai dua hari hingga tiga minggu
setelah menjangkiti tubuh. Gejalanya adalah demam, sakit tengggorokan, nyeri
otot, serta sakit kepala. Pada situasi parah, ebola dapat diikuti muntah, mual,
diare, serta menurunnya fungsi hati dan ginjal.
Pasca temuan terbaru tersebut, WHO
mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun yang berhasil selamat dari ebola agar
menjauhkan diri dari praktik seks secara langsung. Penggunaan kondom pun
diwajibkan disertai pemeriksaan secara berkala ke laboraturium.
“Survivor ebola
harus konsisten menggunakan kondom untuk semua aktivitas seksual selama tiga
bulan sampai ada informasi lebih lanjut,” ungkap Jasarevic. (AFP/rim/c20/jan)
SUMBER:
JAWAPOS, Kamis 16 April 2015
No comments:
Post a Comment