Google search

Custom Search

Translate

Monday, 25 January 2016

Golden Period 3 Hours for Stroke

Jaga agar Tidak Muncul Lagi



                YANG lebih penting lagi, manajemen stroke harus komprehensif dan paripurna. Karena stroke sering merupakan komplikasi dari penyakit-penyakit dasar lainnya, penanganannya melibatkan tim dokter yang di antaranya spesialis bedah saraf, spesialis penyakit dalam, dan rehab medik sejak awal.
                Tujuannya, pasien lebih cepat sembuh serta meminimalkan risiko kecacatan. Pasca tindakan (baik operasi maupun nonoperasi), masih ada terapi-terapi lain. Setelah kondisi kritis tertangani, yaitu penyumbatan sudah lewat atau perdarahan sudah tertangani, pasien harus dijaga betul agar serangan stroke tidak muncul lagi. Sebab, faktor risiko terjadinya stoke ulangan 10 kali lipat lebih tinggi.
                Akan lebih bagus bila dilakukan skrining stroke sebelum serangan itu datang. Pemeriksaan awal melalui uji laboraturium, MRI, dan magnetic restonance angiography (MRA) untuk melihat pembuluh darah di kepala.
                Sebab, ada kondisi kelainan struktur pembuluh darah sejak lahir. Lalu, kondisi aneurisma atau menipisnya dinding pembuluh darah karena kotoran yang menempel (plak) pada dinding pembuluh darah terlepas sehingga dinding sel tipis, menggelembung, dan akhirnya pecah. Hal itulah yang kerap memicu terjadinya stroke di usia muda.
                Menjaga pola makan yang seimbang (eat well), berolahraga teratur (move more), mengurangi faktor predisposisi stroke, tidak merokok, mengatur jam tidur, dan istirahat yang tepat dapat menghindarkan kita dari anacaman stroke. (nor/c19/dos)
Sumber: Jawa Pos


Data riset kesehatan dasar (riskesdas) menunjukkan terjadinya peningkatan prevalensi stroke dari 8,3 per 1.000 pada riskesdas 2007 menjadi 12, 1 per 1.000 pada riskesdas 2013.
Risiko stroke ulangan 10 kali lebih tinggi pada seseorang yang pernah mengalami serangan stroke.
Berisiko Tinggi:   - pola makan dan hidup tidak seimbang
- hiperkolesterol
- Hipertensi
- Diabetes
- Perokok
Pencegahan  STROKE
-          Hidup seimbang. Atur pola makan dan olahraga.
-          Olahraga tidak hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga memperbaiki metabolisme tubuh serta mengatur siklus hormon. Apalagi bila dilakukan rutin. Siklus hormon yang bagus termasuk berkaitan dengan pemecahan kolesterol, kapan saat menyimpan HDL serta LDL.
-          Tidak merokok. Atur jam kerja agar tidak melebihi kapasitas tubuh serta jam tidur yang tepat.
INGAT INI! FAST untuk mengenali serangan stroke yang munculnya mendadak.
1.      Face drooping. Apakah salah satu sisi wajah drooping (terkulai)? Minta orang tersebut untuk tersenyum. Bila terlihat kekakuan hingga tidak bisa tersenyum simetris, mungkin itu tanda-tanda stroke.
2.      Arm weakness. Tangan tiba-tiba lemah hingga tidak bisa digerakkan atau terjatuh.
3.      Speech difficulty. Kesulitan mengeja atau menirukan ucapan dengan tepat.
4.      Time. Segera bawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke dengan golden period (tiga jam)


No comments:

Post a Comment