Jaga agar Tidak Muncul Lagi
YANG lebih penting lagi, manajemen
stroke harus komprehensif dan paripurna. Karena stroke sering merupakan
komplikasi dari penyakit-penyakit dasar lainnya, penanganannya melibatkan tim
dokter yang di antaranya spesialis bedah saraf, spesialis penyakit dalam, dan
rehab medik sejak awal.
Tujuannya,
pasien lebih cepat sembuh serta meminimalkan risiko kecacatan. Pasca tindakan
(baik operasi maupun nonoperasi), masih ada terapi-terapi lain. Setelah kondisi
kritis tertangani, yaitu penyumbatan sudah lewat atau perdarahan sudah
tertangani, pasien harus dijaga betul agar serangan stroke tidak muncul lagi. Sebab,
faktor risiko terjadinya stoke ulangan 10 kali lipat lebih tinggi.
Akan
lebih bagus bila dilakukan skrining stroke sebelum serangan itu datang.
Pemeriksaan awal melalui uji laboraturium, MRI, dan magnetic restonance angiography (MRA) untuk melihat pembuluh darah
di kepala.
Sebab,
ada kondisi kelainan struktur pembuluh darah sejak lahir. Lalu, kondisi
aneurisma atau menipisnya dinding pembuluh darah karena kotoran yang menempel
(plak) pada dinding pembuluh darah terlepas sehingga dinding sel tipis, menggelembung,
dan akhirnya pecah. Hal itulah yang kerap memicu terjadinya stroke di usia
muda.
Menjaga
pola makan yang seimbang (eat well),
berolahraga teratur (move more),
mengurangi faktor predisposisi stroke, tidak merokok, mengatur jam tidur, dan
istirahat yang tepat dapat menghindarkan kita dari anacaman stroke. (nor/c19/dos)
Sumber: Jawa Pos
Data riset kesehatan dasar (riskesdas) menunjukkan
terjadinya peningkatan prevalensi stroke
dari 8,3 per 1.000 pada
riskesdas 2007 menjadi 12, 1 per 1.000 pada riskesdas 2013.
Risiko stroke ulangan 10 kali lebih tinggi pada seseorang yang pernah mengalami serangan
stroke.
Berisiko Tinggi: - pola makan dan hidup tidak seimbang
- hiperkolesterol
- Hipertensi
- Diabetes
Pencegahan STROKE
- Hidup
seimbang. Atur pola makan dan olahraga.
- Olahraga
tidak hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga memperbaiki metabolisme tubuh
serta mengatur siklus hormon. Apalagi bila dilakukan rutin. Siklus hormon yang
bagus termasuk berkaitan dengan pemecahan kolesterol, kapan saat menyimpan HDL
serta LDL.
- Tidak merokok. Atur jam kerja agar tidak melebihi kapasitas tubuh serta jam tidur yang tepat.
- Tidak merokok. Atur jam kerja agar tidak melebihi kapasitas tubuh serta jam tidur yang tepat.
INGAT INI!
FAST untuk mengenali serangan stroke yang munculnya mendadak.
1.
Face drooping. Apakah
salah satu sisi wajah drooping (terkulai)? Minta orang tersebut untuk
tersenyum. Bila terlihat kekakuan hingga tidak bisa tersenyum simetris, mungkin
itu tanda-tanda stroke.
2.
Arm weakness. Tangan
tiba-tiba lemah hingga tidak bisa digerakkan atau terjatuh.
3.
Speech difficulty. Kesulitan
mengeja atau menirukan ucapan dengan tepat.
4.
Time. Segera bawa ke rumah sakit yang
memiliki fasilitas penanganan stroke dengan golden period (tiga jam)
No comments:
Post a Comment