Deteksi dengan Rutin Check-Up
|
JENIS
LEMAK JAHAT :
Visceral fat. Yakni, sel lemak yang menumpuk di dalam perut.
Sering juga disebut lemak perut. Lemak itu bisa memicu diabetes, fatty
liver,hipertensi, stroke, dan serangan jantung.
Kolesterol dalam darah. Yang
disebut jahat adalah low-density lipoprotein (LDL) karena mudah
melekat di dinding pembuluh darah.
Nilai Optimal
LDL =
di bawah 100
Trigliserida =kurang dari 150
HDL =
minimal 40
Kolesterol Total = kurang dari 200
|
Lakukan
cek medis minimal sekali setahun. Termasuk cek kolesterol dalam darah. Ada
empat komponen di dalamnya. Kolesterol HDL, LDL, trigliserida, dan kolesterol
total.
Kadar
high-density lipoprotein (HDL) menunjukkan
seberapa besar kolesterol baik dalam darah. HDL berperan membawa kolesterol
dalam darah menuju hati untuk diproses sehingga menghindari terjadinya
penumpukan kolesterol pada saluran darah. Sebaliknya, low-density lipoprotein (LDL) merupakan kolesterol jahat dalam
darah. Bila jumlahnya berlebih,kolesterol akan menumpuk pada dinding pembuluh
darah.
Trigliserida
adalah lemak darah yang jumlahnya harus dijaga agar tidak berlebih. Ketika
jumlahnya berlebih, risiko penyakit jantung dan diabetes akan meningkat. Total kolesterol
menunjukkan jumlah HDL, LDL, dan trigliserida.
Jika
berdasar hasil tes kesehatan tersebut LDL tinggi, begitu pula trigliserida dan
kolesterol total, lakukan terapi dengan menekan 5S seperti yang dipaparkan dr
Samuel Oetoro. “Satu bulan taati benar-benar. Atau, bila perlu dua bulan, lalu
lakukan pemeriksaan lab kembali,” tuturnya.
Bila
hasilnya turun, berarti faktor pola hidup menjadi penyebab tingginya kadar
lemak jahat dalam tubuh. Namun, kalau hasilnya belum turun juga, bisa jadi
penyebabnya adalah faktor genetis. Atau juga bisa disebabkan fungsi hati dalam
mensintesis kolesterol cepat. Sebaliknya, degadrasinya lambat. Pada kondisi
seperti itu, dokter akan memberikan obat. “Kolesterol juga diperlukan tubuh
dalam dalam membentuk hormon. Tapi, jumlahnya harus dijaga agar tidak
berlebih,” tandas dr Samuel. (nor/c14/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 22
September 2015
No comments:
Post a Comment